Pertobatan yang Sia-sia

Jika kita ingin meninggalkan dosa tetapi tidak ingin meninggalkan kesenangan akan dosa, kenikmatan akan dosa, atau hal-hal lain dalam dosa yang membuat hidup kita lebih nyaman dan tenang, maka kita sebenarnya belum sungguh-sungguh bertobat. Perlu pengorbanan melepas segala hal yang membuat kita berdosa kepada Tuhan. Semua kecemaran yang mengganggu hubungan kita dengan Tuhan, semua ini harus disingkirkan. Betapa mudahnya mengatakan bertobat tetapi tidak pernah sungguh-sungguh mau menjauhkan diri dari apa pun yang membuat kita menjadi jauh dari Tuhan. Ini pertobatan yang tidak ada gunanya.

Dikutip dari Reforming Heart – Pertobatan Sejati 

Mazmur 37:3-7

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

Mazmur 37:3-7

Dituntut Banyak

Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”
Lukas 12:47-48

Martin Luther – Tiga Jam Doa

Seseorang pernah bertanya kepada Martin Luther tentang apa rencananya untuk hari itu. Dia menjawab: Kerja, kerja, dari pagi sampai malam. Bahkan, sangking sibuknya, saya harus memakai 3 jam pertama untuk berdoa.

Kita harus bisa melihat doa sebagai hal yang paling penting dan efisien untuk kita lakukan dalam kita menggunakan waktu.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yak 5:16)

LGBT Itu Dosa!

@ernestprakasa

Ketika SD, saya punya seorang teman. Namanya Daniel.

Daniel adalah seorang anak laki-laki yang berbeda. Saat kita terkena demam Street Fighter dan bermain berantem-beranteman di jam istirahat, saat saya dan teman-teman sibuk menjadi Ken, Ryu atau Blanka, Daniel lebih senang memutarkan badannya lalu berpura-pura berubah menjadi Wonder Woman. Gerak-gerik Daniel begitu gemulai, persis perempuan pada umumnya.

Ketika SMP, saya punya seorang kawan lain. Namanya Richard.

Richard tidak pernah mau bermain basket atau sepakbola bersama kami. Ia lebih gembira ketawa-ketiwi genit bersama anak-anak perempuan. Disaat anak-anak laki-laki lain ingin disebut “ganteng” atau “keren”, Richard lebih bahagia dilabeli “cantik”.

Saya adalah seorang Kristen sejak lahir, dan menurut ajaran agama saya homoseksualitas adalah sesuatu yang mutlak salah. Malah dahulu, saya cenderung antipati terhadap teman-teman gay / lesbian.

Hingga pada suatu hari, saya datang ke sebuah acara gereja. Di gereja itu, ada sesuatu yang bagi saya janggal. Tidak seperti gereja pada umumnya dimana gay…

Lihat pos aslinya 264 kata lagi