…setia pada perkara yang kecil

Spiritualitas yang Egois

Kalau saya berjuang mengejar kerohanian supaya masuk surga, berarti pusat daripada kepentingan kerohanian saya adalah untuk diri … Setiap yang orang jadi Kristen hanya demi untuk masuk surga, pasti ke neraka.

Membaca kembali catatan khotbah Pdt. Sucipto, dalam seminar Altruistic Spiritualism, membuat saya kembali merenungkan motivasi daripada kehidupan rohani saya. Saya meluangkan waktu untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan di gereja, belajar mendisiplin diri untuk memiliki waktu doa dan membaca alkitab setiap hari, menyisihkan sebagian uang untuk pekerjaan Tuhan, belajar menyangkal diri dari keinginan-keinginan yang jahat, … untuk apakah? Untuk masuk surga kah? Saya teringat dengan salah satu lirik dalam lagu oleh Ahmad Dhani,

Apakah kita semua, benar-benar tulus menyambah padaNya? Atau mungkin kita hanya, takut pada neraka, dan inginkan surga

Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau sujud kepadaNya? Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau, menyebut namaNya? Bisakah kita semua benar-benar sujud, sepenuh hati? Karena sungguh memang Dia, memang pantas disembah, memang pantas dipuja.

Saat orang mengabarkan injil, berita tentang keselamatan memang menjadi salah satu tema yang disampaikan. Yesus satu-satunya jalan keselamatan, hanya melalui iman kepada-Nya, kita beroleh selamat  – Itu memang benar, tapi kehidupan orang Kristen yang sudah menerima Kristus dan bertobat, pengertiannya akan imannya tidak boleh berhenti pada surga dan neraka saja. Semakin kita belajar dari Alkitab, melalui pimpinan Roh Kudus, maka kita akan beroleh pengertian lebih mendalam tentang siapa Allah yang kita sembah, apa yang Ia telah lakukan. Melalui kesaksian Alkitab, kita mengerti bahwa Allah adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi, Allah yang maha kuasa, Allah yang adil, Allah yang menyatakan keadilan-Nya dengan cara yang mengerikan. Sehingga memang seharusnya kita akan Dia. Tapi, semakin kita membaca, semakin juga kita melihat bahwa Allah yang adil adalah Allah yang menunjukkan kasih-Nya dengan cara jauh melampaui pengertian kita. Dengan demikian, semakin seseorang bertumbuh hidup rohaninya, ia percaya kepada Allah, melakukan perintah-Nya bukan semata-mata takut pada neraka, dan inginkan surga,  tapi ada kasih yang kudus kepada Sang Pencipta yang menjadi pendorong untuk melakukan segala hal sulit, hanya untuk memperkenankan hati-Nya. Seorang ibu, memberikan larangan kepada anaknya, demi kebaikan anak itu sendiri. Bagi seorang anak yang sikap ibunya itu mungkin dianggap sebagai sikap galak, atau bahkan mungkin dipikir jahat. Tetapi semakin seorang anak memiliki pengertian, semakin ia mengerti bahwa apa yang dilakukan ibunya itu adalah sesuatu yang baik. Dari sana, anak itu mulai mengasihi ibunya, belajar menghormati ibunya walaupun kadang ada hal-hal yang sulit diterima, dan belajar taat. Ia semakin anak itu bertambah besar, ia tidak lagi melakukan perintah ibunya karena takut dihukum, tapi karena ia sadar bahwa ibunya adalah seorang sosok yang patut menerima hormat dan kasih sayangnya. The happy life is this - to rejoice to thee, in thee, and for theeSeumpama itu pula hubungan kita dengan Allah. Adakah kita beribadah karena takut neraka? Adakah kita beribadah supaya masuk surga? Mari kita renungkan sikap ibadah kita! Memang iman Kristen memberikan jaminan keselamatan, tapi kalau pengertian kita hanya sebatas surga dan neraka, maka kita melewatkan anugerah besar yang ditawarkan iman Kristen. Kalau pengertian kita hanya sebatas surga dan neraka, maka kita menjalani hidup kita penuh dengan ketakutan. Ibadah untuk memperoleh hadiah masuk surga adalah hidup rohani yang egois. Dari iman yang kita beroleh daripada-Nya, mari kita kerjakan itu. Pertumbuhan rohani tidak muncul dengan tiba-tiba, tapi dengan usaha, ketekunan dan penyangkalan diri. Dan dalam segala apa yang kita lakukan untuk mencapai semuanya itu, senantiasa ingat untuk bersandar kepada kuasa dan pertolongan-Nya. Hanya dengan cara demikian, kita beroleh hidup rohani yang semakin bertumbuh dihadapan-Nya.

Apakah tujuan akhir manusia? Jawab: Tujuan akhir manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati (persekutuan dengan) -Nya selama-lamanya. Westminster Shorter Catechism #1

“Guru yang Baik … “

Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
(Luk 18:18-19)

Seorang muda, seorang pemimpin datang bertanya kepada Yesus dengan kalimat pembuat “guru yang baik …”. Sebelum Yesus menjawab pertanyaannya, Ia memberikan koreksi kepada sebutan itu. Karena dengan ia menyebut Yesus sebagai guru yang baik, menunjukkan ada suatu pemahaman yang salah tentang apa itu baik.

Tidak ada manusia dan bahkan malaikat yang layak menerima sebutan baik, karena baik manusia maupun malaikat tidak memiliki sedikit pun kebaikan dalam dirinya selain dari kebaikan yang dipinjam dari Allah yang adalah sumber kebaikan itu. Dengan demikian, untuk mengatakan bahwa Yesus itu baik, ia juga harus mengakui bahwa Yesus berasal dari Allah. (Calvin Commentary on Mat 19:17).

 

Pengajar x Perkataan yang Sia-sia

Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”  (Mat 12:33-37)

Bagi jemaat yang hidup hanya sebagai jemaat yang duduk manis setiap hari minggu (dan merasa biasa saja). Membaca ayat ini mungkin akan memunculkan pikiran menghakimi orang-orang di gereja yang aktif di pelayanan, tapi memiliki hidup yang tidak beres. Tapi, jika Anda adalah seorang pelayan dan diberikan kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan mengajar atau konseling, membaca ayat ini seharusnya menjadi kengerian. Dari kehidupan yang jahat, perkataan baik pun bisa menjadi perkataan yang sia-sia.

Oleh sebab itu, perkataan: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Haruslah menjadi pengingat. Apakah kita adalah orang yang dengan sungguh-sungguh mau hidup sesuai dengan apa yang kita ajarkan? Jika tidak maka setiap perkataan kita akan menjadi perkataan yang sia-sia.

Seorang pengajar yang tidak belum pernah menang dalam pergumulan dalam hal yang ia ajarkan, sebagus apapun perkataannya, kuasanya tidak akan lebih lebih dari orang yang pernah menang dalam pergumulan yang sama, walaupun perkataannya sederhana.

Jadi, bagaimanakah posisi kita sebagai pelayan di hadapan Tuhan? Jika Anda menyadari bahwa Anda adalah pelayan yang dalam posisi demikian Anda harus bertobat.

Bagi kita yang melihat pelayan lain yang berada dalam kondisi itu, tidak selayaknya dengan mudah menggunakan ayat ini untuk menghakimi  orang lain, karena sikap itu adalah sikap yang menyatakan bahwa “saya benar, saya lebih baik dari dia …” (benarkah?) Jika kita melihat sesama pelayan dalam pekerjaan Tuhan memiliki suatu sikap hidup yang berbeda dengan apa yang kita ajarkan, selayaknya kita juga berpikir: apakah jika ada berada pada posisi dia, bisakah saya lebih baik dari apa yang dia lakukan sekarang?

Bagi orang yang belum pernah terlibat sungguh-sungguh dalam pelayanan, mungkin belum bisa sungguh-sungguh mengerti betapa banyak tantangan dan godaan yang dihadapi yang begitu kuat menarik kita kepada dosa. Oleh sebab itu, bagi yang melayani atau pun tidak/belum. Marilah saling mendoakan. Doakan sesama pelayan di gereja, pengajar, konselor di gereja. Supaya boleh sungguh-sungguh Tuhan pimpin hidupnya, sehingga mereka boleh menjalani hidup sesuai dengan apa yang mereka ajarkan.

Seminar Politik RCRS – Peran dan Kesaksian Kekristenan dalam Pemerintahan Masyarakat Majemuk.

seminar politik

“Karakter seseorang itu teruji ketika dia diberikan kekuasaan. … kalau Anda yang baik tidak mau masuk (ke dalam pemerintahan), maka yang berkuasa adalah yang kurang baik” – Ir. Basuki Tjahaja Purnama M.M.

“Semua kuasa dari Allah, berarti Allah lebih tinggi dari pada manusia yang berkuasa. Semua kuasa dari Allah, berarti yang berkuasa harus bertanggung jawab kepada Allah.” – Pdt. Dr. Stephen Tong.

Mari ikuti, Seminar Politik RCRS (untuk umum) – Peran dan Kesaksian Kekristenan dalam Pemerintahan Masyarakat Majemuk.

Pembicara:

  • Prof. James W. Skillen, Ph.D. (Pendiri Center for Public Justice, Maryland, USA)
  • Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Gubernur DKI Jakarta)
  • Pdt. Dr. Stephen Tong (Teolog, Filsuf, Budyawan & Pendiri RCRS)

Lokasi:

Sabtu, 17 Januari 2015, pk. 09.30 – 13.00 WIB
Aula John Calvin
Jl. Industri Blok B-14 No. 1, Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

Siaran Relay:

Relay (Siaran Langsung Bandung) di:
Paskal Hypersquare Blok C33-37
Pk 09.30-13.00
Biaya: Rp 50.000,00 (umum) & Rp. 25.000,00 (Mahasiswa)
Kontak: 022-86060699

Sinopsis: 2 Timotius

1

Salam
1-2: Salam dari Paulus kepada Timotius

Ucapan Syukur dan Nasihat untuk Bertekun
3: Ucapan syukur. Paulus berdoa selalu untuk berdoa untuk Timotius.
4-5: mengingat iman Timotius, rindu Paulus untuk menjumpai Timotius
6: Paulus mengingatkan, untuk terus bersemangat dalam mengerjakan panggilannya
7: Karena Allah telah memberikan Roh yang penuh kuasa
8: Jangan malu bersaksi, jangan takut menderita
9-10: Karena Ia telah memanggil dan menyelamatkan kita melalui Yesus Kristus.
11 Untuk injil ini, Paulus ditetapkan sebagai rasul
12: Untuk injil ini, Paulus memperoleh kekuatan.
13-14: Berpegang, dan lakukan segala Firman yang Timotius telah terima
15: Figelus dan Hermogenes telah meninggalkan Paulus
16-18: Doa Paulus untuk keluarga Onesiforus yang telah menjadi penghiburan untuk Paulus sewaktu di penjara dan untuk pelayanan mereka.

2

Panggilan untuk ikut menderita
1: Kuatkan hati!
2: Firman yang telah diterima, ajarkan kepada yang lain.
3: Ikut menderita sebagai seorang prajurit Kristus
4: Prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan perkara dirinya
5: Olahrawagan hanya dapat memperoleh mahkota jika ia bertangging sesuai aturan
6: Petani yang bekerja berhak menikmati hasilnya
7: Perhatikan! Tuhan akan memberi kepadamu pengertian

8: Ingat! Yesus telah bangkit dari antara orang mati.
9: untuk berita ini, Paulus rela menderita
10: Paulus sabar, demi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka diselamatkan.
11: Kutipan: “Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

Nasihat dalam menghadapi pengajaran yang sesat
14: Ingatkan semuanya itu (2:1-11), mengajar dengan benar sehingga mengacaukan pendengarnya.
15: Menjaga hidup sebagai pelayan supaya bisa layak untuk bisa mengajarkan kebenaran.
16-17: Hindari omongan kotor, omongan seperti itu cuma akan merusak
18: Himeneus dan Felitus sudah menyimpang dari kebenaran dengan melakukan itu.
19: “Orang yang menyebut Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan”
20: Ibarat perabot, ada yang dipakai untuk maksud mulia, ada yang dipakai untuk maksud yang kurang mulia.
21: Jika seseorang menyucikan dirinya, ia akan menjadi perabot mulia.
22: Jauhilah nafsu muda, kejar keadilan, kesetiaan, kasih dan damai dengan hati yang murni
23: Jangan cari-cari masalah (hindari)
24-26: Seorang hamba Tuhan harus ramah, dan dengan cakap dan lemah lembut mengajar dan memimpin orang lain mengenal kebenaran.

3

Keadaan manusia pada akhir zaman
1: Akan ada masa sukar di hari-hari akhir
2-4: Manusia mencintai diri sendiri, sombong, pembohong, pemberontak, tidak tahu terimakasih, tidak peduli pada perkara kudus, 3: hidup tanpa kasih, tidak mengampuni, perkataan mengejek, tidak menahan hawa nafsu, kasar, tidak suka hal yang baik. penghianat, pendek pikir, sok tahu.
5: Walau kelihatannya mereka melakukan ibadah, tapi sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh percaya. Jauhilah mereka.
6: Orang-orang seperti itu, datang untuk menjerat dengan berbagai hawa nafsu.
7: walau selalu ingin diajar, tapi tak pernah mau mengerti kebenaran.
8-9: Contoh: Yanes dan Yambres yang menentang Musa. Kebodohan mereka akan nyata dihadapan semua orang.

Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci
10-11: Paulus mengingatkan, akan perjuangan Timotius dalam hidup sesuai teladan Paulus, dan menderitan aniaya.
12-13: (Mengenai penderitaan yang Timotius alami) Paulus mengingatkan bahwa memang mengikut Kristus akan menderita, sedangkan orang yang jahat, akan bertambah jahat dan tersesat.
14-15: Ingat, dari mana Timotius mengenal kebenaran (rasul Paulus), orang siapa, dan sejak kapan (sejak kecil) Timotius mengenal kebenaran. Ingat akan kitab suci yang sudah menuntun Timotius untuk mengenal kebenaran.
16-17: Segala apa yang ditulis di kitab suci itu, bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik kebenaran dan memperlengkapi kita untuk melakukan perbuatan baik.

4

Penuhilah penggilan pelayananmu
1: Allah akan menilai setiap orang.
2: (Oleh sebab itu) Beritakanlah Firman! Setiap waktu! Nyatakan yang salah. Tegur dan beri nasihat!
3-4: Akan ada waktunya orang tidak akan mau lagi mendengar ajarang yang benar. Cuma mau mendengar perkataan yang menyenangkan.
5: Tapi kamu (Timotius) (jangan seperti itu!) Kuasai diri, bertekun dalam penderitaan, beritakan injil!

6: Paulus merasa kematiaannya sudah dekat
7: Paulus sudah bekerja semaksimal mungkin, dan mendekati akhir pelayanannya.
8: Ia memandang ada mahkota yang tersedia bagi dia. Tapi bukan saja untuk dia, tapi bagi semua orang percaya

Pesan terakhir
9: Paulus mengundang Timotius datang.
10: Demas, Kreskes, Titus meninggalkan Paulus
11: Hanya Lukas yang tinggal bersama. Ajakan untuk membawa serta Markus
12: Tikhikus, Paulus utus ke Efesus
13: Jika Timotius datang, Paulus meminta Timotus membawakan beberapa barang.

14-15: Hati-hati terhadap Aleksander, karena ia telah berbuat jahat dan menentang.
16: Pada waktu pertentangan itu terjadi, tidak ada yang membantu Paulus, semua menentang.
18: Hanya Tuhan yang menguatkan dan melepaskan Paulus dari bahaya ini. Sehingga lewat Injil tetap diberitakan.

Salam
19: Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus
20: Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus di Miletus dalam keadaan sakit
21: (sekali lagi) undangan kepada Timotius untuk datang.
22: Doa berkat

.

Sinopsis: 1 Timotius

1

1-2: Salam
Mengenai Ajaran Sesat
3-4: Mendorong Timotius menasihati beberapa orang perkataannya banyak membawa masalah
5: Ingat, bahwa tujuan menasihati adalah atas dasar kasih dari hati yang suci, dan iman yang tulus
6-7: Ada orang yang menasihati tapi tujuannya tidak benar. Ia mengajarkan Taurat tapi tanpa pengertian yang benar.
8: Taurat itu baik kalau tepat digunakan. Taurat bukan untuk benar, tapi untuk orang berdosa.

Ucapan Syukur
12-14: Ucapan syukur. Paulus yang berdosa, tapi diberikan kemurahan yang melimpah.
15: kesaksian: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa.” … “akulah yang paling berdosa”.
16: Syukur akan kasih-Nya.
17: Puji Tuhan.

Tugas Timotius
18: Penugasan
19-20: Beberapa orang (Himeneus dan Aleksander) telah sesat

2

Mengenai doa jemaat
1-2: Nasihat pertama –> berdoalah bagi semua orang, dan pemerintah.
3-4: Itu sesuatu yang baik di hadapan Allah
5-7: Allah telah menjadi pengantara, melalui Kristus. Untuk kesaksian itu, Paulus menjadi rasul

Mengenai sikap orang laki-laki dan perempuan dalam ibadah jemaat.
8: Laki-laki berdoa dengan tulus, dan hidup damai.
9-10: Perempuan berdandan dengan pantas.
11-12: Perempuan berdiam diri dalam ibadah
13-15: Karena Adam pertama dijadikan, karena Hawa pertama tergoda.

3

Syarat penilik Jemaat
1: Syarat penilik jemaat.
2: tidak tercela, laki-laki dengan 1 istri, menguasai diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang
3: bukan peminum, bukan pemarah, peramah, pendamai, bukan hamba uang,
4-5: kepala keluarga yang baik
5: jangan orang baru bertobat
6: memiliki reputasi yang baik.

Syarat diaken
8: terhormat, jujur, bukan peminum, tidak serakah
9: orang beriman teguh dan hati yang suci
10: teruji
11: memiliki istri-istri yang terhormat, bukan pembohong, dapat dipercaya, menguasai diri
12-13: diaken harus suami satu istri dan memiliki rumah tangga yang baik sehingga menjadi kesaksian yang baik pula.

Jemaat Allah, dasar dan penopang kebenaran.
14-15: semuanya itu diberitahuna Paulus kepada Timotius, supaya walau tidak ada Paulus Timotius bisa membimbing jemaat, hidup sebagai keluarga Allah.

16: Kesaksian injil. Kristus disaksikan oleh Roh Kudus (transisi tema)

4

Tugas Timotius dalam menghadapi pengajar sesat
1-2: Roh Kudus juga mengingatkan akan penyesat yang akan datang.
3-5: Penyesat melarang orang kawin atau makan sesuatu yang Allah ciptakan agar manusia bisa mengucap syukur.
6: Ingat! Timotius akan jadi pendidik
7: Jauhi dari cerita-cerita bohong
8: Latih diri untuk beribadah.
9-10: penekanan bahwa perkataan ini benar, walau (latihan itu) berat, tapi tidak akan sia-sia.
11: beritakanlah dan ajarkan itu (terkait ayat 3:16-4:6)

12: Jadilah teladan dalam perkataan, perbuatan, kasih, kesetiaan dan kesucian.
13: Bertekun dalam membaca kitab suci, dan mengajar
14-15: Pergunakan segala karunia yang ada. supaya pertumbuhan rohani kau (Timotius) nyata.
16: Jaga diri, jaga pikiran (ajaran), dan bertekun dalam melakukannya, karena hal itu berguna (menyelamatkan) kamu dan orang lain yang kau (Timotius) ajar.

5

Mengenai Saudara Seiman
1-2: Tegur saudara seiman dengan cara yang layak, oleh dorongan hati yang murni

Mengenai janda.
3: hormatilah janda
4: Kalau janda memiliki anak/cucu, hendaklah mereka menyokong janda itu, belajar memberikan tanda bakti dan karena itu yang berkenan kepada Allah.
5: Janda yang tidak punya siap-siapa hendaknya menaruh harapnya kepada Allah dalam doa
6: Tetapi janda yang hidup mewah, tidak sadar ia dalam bahaya
7: Ingatkan agar para janda hidup tidak tercela.
8: Kalau seseorang memiliki seorang kerabat yang adalah janda, tapi tidak mau menyokongnya, maka ia disamakan dengan orang murtad
9-10: Janda adalah mereka yang lebih dari 60 tahun, dan hanya menikah 1x, menolong sesama.
11-12: Tolak pendaftaran janda bagi mereka yang masih muda, karena ia masih mungkin tergoda oleh gairah.
13: janda muda memiliki kecenderungan menggosip.
14: janda muda lebih baik menikah lagi
15: Peringatan: ada janda yang telah tersesat mengikuti iblis
16: Hendaknya sanak saudara mau menyokong saudaranya yang janda, supaya jangan ia menjadi beban jemaat.

Beberapa penunjuk dan nasihat lagi
17: Penatua jemaat layak mendapatkan hormat
18: Jangan menahan upah orang
19: Jangan dengan mudah mempercayai omongan negatif tentang penatua.
20: Penatua yang berdosa, menerima teguran dihadapan jamaat.
21: Laksanakan perintah ini dengan adil dan bijak.
22: Jangan dengan sembarangan mendoakan orang lain.
23: nasihat kesehatan: “menumlah anggur sedikit”
24-25: Ada dosa orang yang kelihatan, tapi ada juga yang tidak kelihatan. Begitu juga dengan perbuatan baik. Tapi apapun itu akan menjadi nyata.

6

Mengenai penyakit bersilat kata dan mengenai cinta uang.
1: Siapa yang menjadi budak bagi orang lain, hedaknya taat kepada tuannya.
2: Jika ia adalah seorang tuan mu adalah seorang percaya, hendaknya ia dilayani lebih baik lagi
3: Penekanan: ajarkan semuanya ini!
4-6: jikalau ada orang yang mengajarkan ajaran lain, ia yang memiliki motivasi yang tidak murnian menyebabkan kekacauan dalam jemaat dan hanya mencari keuntungan sendiri.
7: Ibadah memang mendatangkan keuntungan.
8: “Asal ada makanan dan pakaian saja cukup!”
9: Mereka yang ingin kayak akan masuk kedalam pencobaan.
10: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.

Pesan Penutup.
11: Penegasan, jauhkan dirimu (Timotius) dari semuanya itu (relasi ke 6:1-10) dan mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
12: Hidup ibarat pertandingan
13-16: Perhatikan dan laksanakan segala perintah ini. Sampai pada masa Ia datang kembali
17: Ingatkan kepada orang kaya supaya jangan mereka mengandalkan kekayaan mereka.
18-19: Ingatkan supaya orang kaya berbuat baik dan bisa saling berbagi.
20: apa yang sudah diterima, peliharakan itu. Hati-hati! karena ada orang yang membicarakan ajaran yang lain, sehingga iman mereka pun menyimpang.

Olah Raga dan Kesehatan yang Tuhan Beri

Olah raga supaya sehat? Tidak!
Kita berolahraga karena Tuhan memberi kita sehat.

man-joggingItu adalah kutipan dari khotbah di hari ini. “Olah raga” memang bukan tema khotbah tadi, tapi selentingan itu membuat saya berpikir.

Kita bisa berolahraga adalah karena Tuhan yang memberikan kesempatan kita bisa berolahraga. Ada orang-orang ada pada kondisi atau bahkan terlahir dalam keadaan tidak bisa olah raga. Ada banyak contoh kasus, orang-orang yang rajin berolahraga dengan teratur, tapi toh … saat waktunya tiba, penyakit datang, ajal tak bisa ditolak. Dengan demikian, apakah olah raga itu tidak perlu? Itu pun pemikiran yang salah.

Dalam konteks anugerah umum, Tuhan itu adil. Orang percaya yang rajin bekerja bisa kaya, orang tidak percaya yang rajin bekerja pun bisa kaya. Orang percaya yang belajar bisa pintar, orang tidak percaya yang belajar pun bisa pintar. Begitu juga sebaliknya. Orang tidak percaya yang malas bisa jatuh miskin, orang percaya yang malas pun bisa jatuh miskin. Orang tidak percaya malas belajar jadi bodoh, orang percaya yang malas pun jadi bodoh.

Kita diberi anugerah untuk bisa menikmati makanan, tapi kalau kita tidak menjaga makanan yang kita konsumsi, akibat pada kesehatan buruk tetap nyata. Jangan kira, dengan berdoa sebelum makan bisa menjauhkan kita dari penyakit. Kalau kita tahu makanan yang kita makan adalah makanan yang tidak sehat, tapi kita tetap memakannya, tetap ada akibat yang kita terima. Kita diberi anugerah untuk bisa menikmati makanan, dan untuk itu ada tanggung jawab yang harus kita penuhi. (Jadi, kalau kita tahu makanan yang akan kita makan itu tidak sehat, layakkah kita berdoa sebelum makan? Itu bahasan untuk topik lain)

Saya percaya demikian hal nya dengan olah raga. Kita diberi tubuh yang sehat, dan untuk itu ada tanggung jawab yang Tuhan berikan untuk kita menjaganya. Seiring dengan bertambahnya usia, metabolisme tubuh mengalami penurunan dibandingkan dengan usia muda, dan olah raga menjadi kompensasi untuk mengatasi perubahan ini. Dengan demikian, perlukah kita berolahraga? perlu! Untuk sehat? (tak terbantahkan) ya!

Tapi, orang Kristen tidak pikir berhenti disana. Ibaratkan seseorang yang dipercayakan mobil inventaris kantor. Ia bisa menggunakan mobil itu, tapi ia pun harus bertanggung jawab dengan setiap hal yang ia lakukan dengan mobil itu, dan ia bertanggung jawab untuk merawat mobil itu dengan baik. Sama hal nya dengan tubuh. Ia sudah memberikan kita suatu tubuh yang sehat, kita harus menggunakannya dan menjaganya dengan tanggung jawab.

Kita berolahraga adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban kita dalam hal merawat tubuh. Tapi, perlu diingat, jangan sampai hal ini juga menghalangi kita untuk melakukan kehendak-Nya.

… Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. (1Ti 4:7-8)

Olah raga itu penting, tapi jangan memberikan penekanan lebih dari pada yang seharusnya. Jangan sampai karena kegiatan ini, ada orang yang mengorbankan waktu ibadahnya, jangan sampai karena terlalu lelah, akibatnya seseorang kehilangan waktu saat teduh.

Kita harus menjaga kesehatan tubuh, tapi diatas itu yang lebih penting adalah kita ingat, tubuh ini adalah untuk melakukan pekerjaan-Nya.

Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya. (Rom 13:13-14)

Kita tidak mengorbankan kesempatan untuk melakukan kehendak-Nya untuk melakukan kegiatan merawat tubuh. Ini adalah sesuatu yang tidak boleh dibalik.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.