Menerima diri

Daud tidak membuang masa lalunya karena tidak sanggup lagi menghadapinya, melainkan dia berhasil meletakkan masa lalu itu dalam perspektif yang benar. Inilah orang yang jelas akan  identitas dirinya sendiri, yang mengenal diri dengan benar, yang mampu menerima diri sendiri beserta seluruh pengalaman masa lalunya. Masa lalu kita memang tidak mungkin diubah, namun Allah sanggup membuatnya menjadi memori, membentuk, bukan hanya sekadar kenangan indah, melainkan menjadi iman dan kasih kita kepada Tuhan

Billy Kristanto – Ajarlah Kami Bergumul

Iklan

Doa yang sungguh-sungguh

Apa ciri doa yang sungguh-sungguh?

Doa yang sungguh-sungguh bukan ditandai dengan tangisan, bukan dengan indahnya kata-kata.
Doa yang sungguh-sungguh adalah doa yang disertai dengan dorongan hati dan usaha yang sungguh-sungguh seiring dengan doanya.

Kekuatiran

Kekuatiran adalah pikiran yang hadir dalam benak kita sebelum kenyataan yang sesungguhnya hadir dalam benak kita sebelum kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Dan celakanya pikiran itu menampakkan diri seolah ia adalah menyempitkan kelimpahan hidup kita, karena di situ kita sudah menempatkan diri ke dalam apa yang belum terjadi, masa kini disempitkan oleh kekuatiran masa depan.

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” – Matius 6:34

sumber: Billy Kristanto – Ajarlah Kami Bergumul