Cheap christianity is not christianity at all
Kategori: Kutipan
Kita harus berdoa, karena bahkan …
Ibrani 5:7-9 (TB) Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
Heaven x Hell
Teroris: Rela mematikan diri demi mematikan orang lain.
Kristen: Rela mematikan diri demi menghidupkan orang lain
Hati yang takut akan Tuhan
Hati yang takut dan gentar akan menjadikan kita orang yang semakin rendah hati, hormat, dan taat akan pempinan-Nya, bertanggung jawab dalam segala sesuatu kepada-Nya. Seperti Daud yang sudah belajar dari para pendahulunya, kita pun akan belajar dari para pendahulu kita.
Billy Kristanto – Ajarlah Kami Bergumul
Menerima diri
Daud tidak membuang masa lalunya karena tidak sanggup lagi menghadapinya, melainkan dia berhasil meletakkan masa lalu itu dalam perspektif yang benar. Inilah orang yang jelas akan identitas dirinya sendiri, yang mengenal diri dengan benar, yang mampu menerima diri sendiri beserta seluruh pengalaman masa lalunya. Masa lalu kita memang tidak mungkin diubah, namun Allah sanggup membuatnya menjadi memori, membentuk, bukan hanya sekadar kenangan indah, melainkan menjadi iman dan kasih kita kepada Tuhan
Billy Kristanto – Ajarlah Kami Bergumul
Doa yang sungguh-sungguh
Apa ciri doa yang sungguh-sungguh?
Doa yang sungguh-sungguh bukan ditandai dengan tangisan, bukan dengan indahnya kata-kata.
Doa yang sungguh-sungguh adalah doa yang disertai dengan dorongan hati dan usaha yang sungguh-sungguh seiring dengan doanya.
Kekuatiran
Kekuatiran adalah pikiran yang hadir dalam benak kita sebelum kenyataan yang sesungguhnya hadir dalam benak kita sebelum kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Dan celakanya pikiran itu menampakkan diri seolah ia adalah menyempitkan kelimpahan hidup kita, karena di situ kita sudah menempatkan diri ke dalam apa yang belum terjadi, masa kini disempitkan oleh kekuatiran masa depan.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” – Matius 6:34
sumber: Billy Kristanto – Ajarlah Kami Bergumul
Pengalaman tidak boleh menjadi sumber kebenaran. Kebenaran harus menguji pengalaman.
Man of God: “Have peace with God — at war with Satan”