Paul Washer – Sebuah kebangunan rohani yang tidak terduga

Suatu kali Paul Washer berkhotbah dihadapan ribuan anak muda yang diadakan oleh gerakan yang bersifat karismatik. Kebaktian itu adalah kebaktian yang diatur sedemikian rupa, punya sorak sorai begitu besar, ada musik-musik rock , ada musik-musik populer, musik-musik seperti konser. Semua anak-anak muda menikmati musik-musik seperti itu. Lalu ada seorang pengkhotbah yang sifatnya lebih kepada pembuat joke dari pada pemberita Firman, hanya cerita yang lucu-lucu. Lalu setelah cerita yang lucu-lucu dia calling orang-orang.

“Ayo, siapa yang mau menikmati kesetiaan Tuhan… siapa yang mau menikmati cinta kasih Tuhan … ” Banyak orang angkat tangan dan maju, mau menerima sukacita dan dan kesenangan dari Tuhan.

Setelah orang ini turun — yang Paul Washer sebut badut rohani — naiklah seorang yang bertobat dari Islam menjadi Kristen. Lalu dia menyaksikan betapa beratnya hidup setelah menjadi Kristen. Dia disiksa, dianiaya tetapi dia pertahankan imannya. Akhirnya dia bisa membawa banyak teman-temannya berkenalan kepada Kristus, menjadi orang Kristen, karena hidupnya yang menjadi teladan, meskipun dalam penderitaan. Tetapi waktu dia lihat wajah anak-anak muda yang mendengarkan dia, kebanyakan bosan, tidak ada yang perduli pertobatan besar itu. Itu membuat Paul Washer sedih. Mereka menikmati keadaan mereka yang sepertinya baik, mereka ditipu oleh gereja mereka sendiri. Karena gereja selalu mengatakan: “Engkau luar biasa, … engkau anak yang spesial, … engkau biji mata Tuhan… “ akhirnya anak-anak muda itu tidak pernah tahu mereka berdosa. Tidak pernah tahu mereka perlu bertobat. Tidak pernah tahu mereka harus kembali dari jalan yang salah. Tidak ada orang yang memberitahu mereka kalau mereka salah. Semua orang hanya membesar-besarkan diri mereka dan mengatakan “kamu orang baik … kamu orang hebat … kamu orang spesial …”. Sekarang gereja seperti ikut-ikutan seruan dimana “apa kabar” harus dijawab dengan “luar biasa”. Orang Kristen merasa nyaman kalau mirip dunia. Ini salah. Harusnya orang dunia belajar merasa nyaman secara nyata kalau mereka mirip gereja. Tetapi yang terjadi adalah gereja merasa nyaman kalau gereja mirip dunia.

Maka dalam keadaan seperti itu, Paul Washer berdoa:

“Tuhan, saya tidak tahu bagaimana harus berkhotbah. Saya sangat ingin berkhotbah, karena saya sangat kasihan kepada mereka. Siapa tahu setelah saya khotbah ada beberapa yang akan berbalik kepada Tuhan.”

Maka, pada saat giliran dia naik, dia buka dengan perkataan yang sangat menyentuh. Dia mengatakan:

“Saya akan berkhotbah selama 1 jam, dan setelah itu kamu mungkin akan benci saya. Saya tidak ingin jadi idolamu, saya mensampahkan hal seperti itu. Saya akan mengkhotbahkan hal yang mungkin membuat semua benci saya. Tapi saya harus khotbah seperti ini. Saya tidak mau menyenangkan hatimu, karena saya mau menyenangkan hati Tuhanku. Dan saya akan berkhotbah untuk membuatmu sadar dimana keadaanmu. … Hukuman Tuhan itu nyata … banyak orang mengaku Kristen akhirnya akan binasa di neraka … ”

Lalu dia bertanya:

“Dimanakah kamu? Apakah kamu yakin kamu sudah termasuk menjadi bagian orang yang diselamatkan itu? Jangan-jangan kamu hura-hura menikmati hidup yang penuh kesenangan, tapi tidak pernah benar-benar menjadi milik Tuhan Yesus. Benarkah kamu sudah benar-benar menjadi milik Tuhan Yesus? Mengapa kamu tidak mencintai Dia? Kenapa kesenanganmu tidak ada pada Dia? Kenapa kamu lebih senang dengan apa yang ditawarkan dunia dibandingakan dengan apa yang Dia tawarkan? Kenapa kamu menghina darahnya? Menghina salib dan pengorbanan-Nya? Menghina kasihnya dan memilih untuk menikmati dunia ini dibandingkan menikmati kasih Tuhan?
… kamu seperti anak-anaku sendiri, dan saya tidak ingin anak-anak saya binasa. Saya panggil kamu percaya Tuhan karena saya tidak ingin kamu binasa. Saya sangat mencintai kamu.”

Setelah selesai dia minta orang-orang untuk berkomitmen. Tapi, ia tidak banyak mendapatkan reaksi. Setelah dia selesai khotbah, suasana sepi. Bukan karena orang menjadi kagum dengan apa yang dikhotbahkan, tapi kebanyakan dari mereka bosan. Setelah Paul Washer turun, dia cuma berdoa kepada Tuhan: “Tuhan, saya gagal menggugah mereka, saya tidak tahu apakah mereka akan diselamatkan atau tidak”

Tapi ada orang yang upload khotbah ini di YouTube, dan khotbah ini ditonton oleh jutaan orang. Dan banyak dari mereka yang bertobat terima Tuhan setelah mendengar khotbah ini.

Gereja dari Tim Challies kedatangan puluhan anak muda. Kemudian ketika salah satu dari mereka ditanya tentang pertobatan mereka, mereka menjawab: “dulu saya tidak percaya Tuhan, sekarang saya mau jadi orang Kristen dan percaya kepada Tuhan.”

Ketika mereka ditanya: “Apa yang membuatmu bertobat?”

Ia menjawab: Video Paul Washer di YouTube.

Melalui khotbah ini, sebuah kebangunan terjadi walau tidak banyak orang tahu.

Iklan