“Karunia” melihat setan

Membaca 1 Korintus 13-14 … saya teringat pertanyaan seorang teman: “kalau seseorang (saya) bisa melihat setan, apakah itu karunia dari Tuhan?”

Di 1 Korintus 12-… Rasul Paulus bicara tentang berbagai karunia dan mengoreksi praktek “berbahasa Roh” di dalam jemaat Korintus. Kalau saya membaca bagian ini, saya selalu mendapat kesimpulan bahwa karunia diberikan untuk tujuan membangun jemaat. Allah mengasihi kita, karena Ia mengasihi jemaatnya. Demikian juga Allah memberikan karunia Roh kepada kita karena Ia mengasihi jemaatnya. Karunia Roh diberikan, buka demi orang itu sendiri, tapi demi jemaat-Nya.

Jadi, apakah melihat setan bisa disebut karunia? Saya percaya banyak “karunia” spektakuler lainnya yang saat orang memilikinya merasa itu karunia dari Tuhan. Saya pernah bertemu orang yang punya “karunia” mengetahui cara kematian seseorang. Apakah itu karunia dari Tuhan?

Kita memang tidak bisa membatasi pekerjaan Tuhan, Ia bisa melakukan banyak hal spektakuler melampaui pemahaman kita, tapi salah satu hal yang saya jadikan pegangan adalah bahwa karunia diberikan adalah untuk membangun jemaat, untuk pekerjaan-Nya, untuk kemuliaan-Nya. Jadi, apakah karunia melihat setan bisa membangun jemaat dan memuliakan Dia? Itu pergumulan yang hanya bisa dijawab oleh orang yang memiliki “karunia” seperti itu.

Iklan

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s