Keinginan

Kebun Anggur

Cerita mengenai Nabot dan kebun anggurnya menjadi salah satu contoh keinginan, yang dibuahi menjadi dosa.

Pertama, Ahab melihat kebun anggur Nabot, maka munculah keinginan. Ahab berusaha untuk mendapatkannya, tapi tidak dapat. Ia terus memikirkan hal itu, dan dari sanalah si jahat mengambil kesempatan.

Dan kita pun tahu kelanjutan dari cerita itu. Izebel menawarkan bantuan, ia membayar orang untuk memfitnah Nabot, sehingga akhirnya Nabot dihukum dengan rajaman batu. Akhirnya, kebunnya pun bisa menjadi milik raja.

Hal yang saya ambil dari kisah itu adalah bila ada keinginan yang tidak dipenuhi, tapi kita terus memikirkan hal itu, maka dari sanalah si jahat akan mengambil kesempatan. Ia akan menawarkan berbagai hal untuk kita mendapatkan keinginan tersebut, tanpa lagi mempedulikan kebenaran dari Firman Tuhan.

This is the thing I get today. Berhati-hatilah dengan keinginan! Apapun keinginanmu, senantiasa bawa dalam doa, bercermin dari Firman Tuhan. Jangan sampai kenginan itu menguasai perasaan dan pikiranmu, sehingga kita tidak lagi bisa peka terhadap rencana atau kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Lanjutkan membaca Keinginan

Iklan

Peperangan Rohani

Minggu siang, while doing nothing. I turn on my TV, pick a random channel. Dapet Trans7, om Gilbert Lumoindong, bawa Firman tentang Spiritual Warfare (peperangan rohani). Suasana sabat, rasanya enak juga bawa suasana hati untuk perkara rohani daripada nonton acara gosip atau talkshow.

Ever been in spiritual warfare? Good if you do.

Peperangan rohani bukan berarti harus berdoa menengking-nengking orang kesurupan. Peperangan rohani adalah kita melawan usaha iblis untuk menjauhkan kita dari Tuhan. Kapankah itu?

1. ketika seorang menerima yesus

Ketika seseorang menerima Yesus, disanalah ia mulai mengalami peperangan itu. Menerima perlakuan kurang menyenangkan dari orang lain karena iman dan pendiriannya, menjadi hal yang cukup berat, terutama bagi mereka yang baru bertobat.

Bertobat, baik dalam arti percaya kepada Yesus, atau dalam arti meninggalkan tabiat buruknya. Saat kita bertekat untuk itu, maka Iblis tidaklah senang, dan disana ia akan mulai coba mengganggu kita.

2. Ketika kita mulai diberkati

Saat kita mulai diberkati, Iblis juga akan mulai masuk. Mungkin dalam ikatan kerja, rekan kerja, uang … dan lain halnya. Jadi, tak heran juga ada orang yang bisa mulai jatuh saat ia sudah mulai maju dalam usahanya. Jadi, Anda diberkati? Berhati-hatilah! Jangan lengah!

3. Ketika Anda melayani Tuhan

Juga Ketika Anda mulai masuk kedalam pelayanan. Peperangan itu akan semakin berat. Tak heran pula ada pelayan yang justru menjadi rusak dan malah menjadi sandungan buat yang lain. Buat saya pribadi, bagian Firman ini menjadi bahan renungan.

4. Ketika seseorang disempurnakan

Semakin Anda meningkat dalam perkara rohani, Anda akan mulai memperhatikan dan menyelesaikan perkara-perkara buruk kecil yang biasa Anda abaikan. Kebohongan kecil dalam pekerjaan, kebohongan kecil dalam pergaulan, perkataan pedas yang iseng sering dilontarkan, pikiran-pikiran kotor yang sering kali terlintas. Hal-hal yang dulu dianggap biasa, tapi semakin kita mau disempurnakan, yang dulu kita anggap itu biasa, harus segera diselesaikan.

Saat itulah, iblis tidak senang. Ia mulai mengganggu dengan menanamkan berbagai pemikiran: “… ah, itu khan biasa…”. Yah, sejujurnya. Hal itu yang sering terlintas dipikiran saya. Sesuatu yang kita rasa itu tidak baik menurut hikmat Firman Tuhan, tapi sudah menjadi kebiasaan umum juga kalau itu biasa-biasa saja. Againts all the odds.

How about you?

Kamu bagaimana? pernah mengalami? Kalau kamu cuma Kristen yang masih suka ke nightclub, free sex, berdoa seminggu sekali, … istilah umunya adalah Kristen KTP. Jika demikian, tak perlu kuatir, Anda tidak perlu kuatir tentang peperangan rohani. Peperangan rohani akan terjadi pada kehidupan yang sungguh-sungguh mau bertekun dalam Tuhan.

Mau bertekun? … juga jangan kuatir! Karena kita tidak akan berjalan sendiri.

KKR – Stephen Tong – Siapakah Yesus?

Stephen Tong - Siapakah Yesus?
Stephen Tong - Siapakah Yesus?

Tidak ada tulisan “KKR” tapi … mungkin ini memang KKR.

Mengangkat tema Siapakah Yesus? tema yang sama dengan yang diangkat di KKR Stephen Tong Bandung 2007 lalu. Tapi, percaya Firman Tuhannya beda dong.

Sayang, diadainnya sekarang di Jakarta, ga bisa ikut jadinya.

Informasi lengkap mengenai acara ini bisa diakses di situs http://www.jakarta2008.com