2 of 40 Days to Excellent Life

Use your time wisely! Be organized!

Waktu adalah salah satu pemberian berharga dari Tuhan. Dan kalau kita bisa menggunakan waktu secara efektif, kita menyelesaikan banyak hal dalam waktu yang relatif singkat.

Me-manage pekerjaan dan waktu memang butuh latihan dan pembiasaan diri. Tapi satu hal yang menjadi perhatian saya adalah pengalih perhatian. Pernahkan Anda memulai hari dengan semangat, semuanya telah tersusun dengan rapi, tapi saat duduk didepan meja kejar, selalu saja ada hal-hal yang pengalihkan perhatiaan kita. Masalah keluarga, masalah pribadi, masalah dengan teman, atau bahkan hal-hal kecil sekalipun seperti check account facebook, atau sekedar iseng main game mungkin, check email pribadi, baca berita pagi, baca forward email yang dirasa menarik, cari beberapa link untuk didownload, … tak terasa, 1-2 jam berlalu.

Begitu seterusnya, … hal-hal kecil selalu datang mengalihkan perhatian kita, sehingga sering kali dalam sehari waktu kerja kita, hal-hal tersebut membuat kita kehilangan lebih dari separuh waktu kerja.

Akhirnya, sampai waktu pulang pun pekerjaan yang seharusnya dibereskan hari ini, tidak bisa diselesaikan. Pulang dari kantor meninggalkan pekerjaan yang terpaksa harus ditunda sampai esok. Sampai ke rumah, buka TV, buka game … tak terasa 2-3 jam berlalu. Akhirnya, kita terlalu lelah untuk membaca alkitab dan berdoa.

Padahal, coba bayangkan jika kita bisa menggunakan waktu kita se-optimal mungkin. Banyak hal yang kita bisa selesaikan dalam 1 hari, dan dalam 1 tahun, akan lebih banyak hal lagi yang kita bisa hasilkan. Dan setiap waktu luang yang kita miliki, kalau kita bisa gunakan untuk pengembangan diri (misalnya), kita akan melihat betapa banyaknya perubahan yang akan kita alami dalam 1 tahun. Konon, kalau kita misal mau nyisihkan waktu 1 jam saja setiap harinya untuk membaca buku (bukan sekedar buku cerita), dalam 3 tahun, ia bisa dibilang setara dengan mereka yang memiliki jenjang pendidikan S2.

Oleh sebab itu:

Hari ini, saya belajar menyangkal diri berbagai keinginan yang mengalihkan perhatian saya kepada perkara-perkara kurang penting.

Play less than 1 hour a day.

Iklan

Dosa Kecil & Dosa Besar

Apa yang dimaksud dosa kecil? Apa yang dimaksud dosa besar?

Mana yang termasuk dosa kecil? Mana yang termasuk dosa besar?

Apakah berarti meminta ampun untuk dosa kecil lebih mudah daripada ampunan untuk dosa besar?

Apakah memang Tuhan lebih memberikan toleransi untuk dosa-dosa kecil?

Mungkin kita membuat kelompokan dosa besar seperti: membunuh, berzinah, korupsi, merampok, dll. Kemudian kita kelompok dosa kecil seperti: mencontek, parkir sembarangan, bolos kegereja, dll.

Ingat, bagaimana Adam & Hawa jatuh kedalam dosa. Mereka tidak melakukan dosa besar. Mereka hanya makan buah (hanya itu?!?). Tapi akibat dari dosa sesederhana itu, justru membuat mereka tersingkir dari taman Eden selamanya dan harus menerima kutuk dosa seumur hidup mereka, termasuk juga seluruh keturunannya.

Dosa adalah ketidaktaatan kepada Allah. Segala hal yang menyalahi ketetapan Allah, itu adalah dosa. Jadi, tidak perlu mengkategorikan dosa kecil – dosa besar. Dan yang terpenting, jangan pernah berpikiran: Tuhan mentolelir dosa kecil. Karena, dosa sekecil apapun itu, bila kita tidak menyelesaikannya dengan Tuhan, akan berakibat fatal.

Wake Up!!!

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. (Wahyu 3:1-3)

Ayat diatas diambil Wahyu 3:1-3, salah satu bagian pembacaan Firman Tuhan di Kebaktian Paskah tadi. Pas denger ayat itu dibacakan, rasanya pas … nunjuk gw. Selama ini, gw sendiri dipercayakan untuk pelayanan di sekolah minggu & paduan suara. Tapi setiap minggunya … pasti aja ada yang kurang, terutama untuk pelayanan saya di sekolah minggu. Hampir setiap minggu selalu kurang persiapan untuk mengajar. Kalaupun persiapan pun, seringkali hasilnya kurang seperti yang diharapkan. Berpikir-pikir … apa emang kurang talenta gituh?!?

Jarang sekali rasanya saya melayani dan pada setelah selesai bisa bilang: I’ve done my best. Seringnya: Duh … coba kalau kemarin saya siapkan ini dan itu … pasti lebih baik. Selalu demikian, dan terus berulang.

Selalu saja ada sesuatu yang membuat saya kurang bersiap-siap untuk pelayanan. Tapi, melalui pembacaan Wahyu 3:1-3 tadi, itu jadi suatu teguran juga buat saya. Tidak lagi menganggap enteng hal-hal kecil yang mengganggu saya dalam persiapan pelayanan.

Melayani itu baik, melayani dengan setia juga baik, tapi melayani dengan benar itu yang lebih baik