9 of 40 Days to Excellent Life

Tiba di kantor setidaknya 15 menit lebih awal.

Pas teng waktu kantor. Semua orang sibuk. Mau tak mau, hal itu pun membuat kita ikut sibuk. Ditambahlah lagi kalau terlambat, pas duduk dimeja kantor, belum ngumpulin nyawa sudah diharapkan dengan setumpuk pekerjaan. Kapan melakukan koordinasi dengan staff, kapan melakukan perencanaan waktu pribadi? Akhirnya sepanjang hari kita melakukan segala sesuatunya dengan tergesa-gesa.

Jadi, ini yang saya ingin lakukan. Saya ingin bisa tiba dikantor lebih awal.

7 of 40 Days to Excellent Life

Menghapal, 1 ayat setiap hari.

Masih terngiang pelajaran kemarin yang saya dapat di seminar Saksi Yehova kemarin. Sekarang saya ingin belajar menghapal 1 ayat setiap harinya. Karang ironi juga. Kalau nonton film, kalimat yang sekali didengar aja bisa inget terus sama berbulan-bulan. Firman Tuhan yang sudah didengar berkali-kali … jarang apal. 🙂 Pokoknya, 1 ayat, 1 hari!

Saksi Yehova: Kawankah Atau Lawan?

Seminar dengan tema Saksi Yehova: Kawankah atau Lawan. Diadakan di BTC Pasteur, Balarea Room, pada hari Sabtu, 8 Mei 2010, pukul 16.00 – 21.30, Dengan pembicara Pdt. Aiter, M.Div.

Pertama mendengar rangkaian acara seminar berlangsung 5 jam lebih, (berakhir setengah 10 malam) agak kaget juga. Tapi, buat saya sendiri, saya cukup bisa menikmati acara seminar dengan tema seperti ini, apalagi dengan gaya penyampaian orang-orang reform. Bahasanya agak rumit kadang, kayak kuliah teologi, tapi saya pribadi sudah cukup nyaman dengan itu.

Seminar yang terbagi menjadi 2 sesi ini mengupas banyak tentang pengajaran Saksi Yehova, suatu ajaran yang walau mirip dengan Kristen, tapi jika dikupas lebih dalam justru kita akan tahu bahwa ia berbeda total dengan iman Kekeristenan pada umumnya.

Perbedaannya apa aja? Terlalu banyak rasanya untuk dituliskan. Dari mulai larangan makan darah, larangan hormat bendera, larangan transfusi darah, tidak percaya Allah Tritunggal, tidak percaya neraka, alkitab yang berbeda, bentuk salib, dan banyak lainnya. Tapi yang terpenting adalah mengetahui mengapa Saksi Yehova bisa muncul.

Charles Taze Russell

Cikal bakal dari ajaran Saksi Yehova saat ini berasal dari Siswa-siswa Alkitab yang didirikan Charles Taze Russell (16 Feb 1852  – 31 Okt 1916). Pada masa mudanya, Charles pun adalah seseorang yang senang dalam hal Kekeristenan.

Saat menginjak usia remaja, ia mulai mencari penjelasan rasional akan iman kepercayaannya.

Jika Allah Maha Baik, mengapa ia menciptakan Neraka?

Ia berdikusi dengan orang-orang dilingkungan gerejanya, tapi ia tidak menemukan jawabannya. Untuk memuaskan rasa hausnya itu, akhirnya ia pun coba melihat dari sudut pandang kepercayaan lain, dan filsafat. Rasa hausnya akhirnya dipuaskan saat bertemu kaum Advent, sehingga pada akhirnya ia percaya bahwa: tidak ada neraka.

Dari pemahaman itulah akhirnya berkembang pemahaman-pemahaman lain, sehingga pada akhirnya pemahaman Kekristenan Charles bertolak belakang dengan Kekristenan. Dan dalam kelombok Bible Study (atau biasa kita menyebut kelompok PA) ia mengembangkan kepercayaannya itu

Karena dengan konsep Kekristenannya yang baru ia bisa lebih menjelaskan sesuatunya dengan cara yang lebih rasional, banyak orang percaya. Dan dari kelompok PA itu, secara tidak langsung orang mengangkat dia sebagai pendeta.

Ada orang-orang yang haus akan kebenaran Firman Tuhan, tapi seringkali kita (atau bahkan pihak gereja) mengabaikan mereka. Bila dibiarkan terus menerus, ia tidak mendapatkan jawaban, ditambah lagi kekecewaan yang ia temui dikalangan orang-orang Kristen, besar kemungkinan ia akan murtad. Oleh sebab itu, jangan abaikan mereka yang memiliki pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan iman. Bahkan saat ini, jika mereka bertemu dengan para Saksi Yehova yang bisa memuaskan mereka dengan berbagai penjelasan yang logis, tidak menutup kemungkinan ia bisa meninggalkan iman Kristen.

Kesimpulannya, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah:

1. Waspadalah dengan ajaran Saksi Yehova ini. Dulu aliran ini dilarang di Indonesia, pada tahun 1996 larangan itu dicabut, dan pada 19 Juli 1996 Saksi Yehova telah mendirikan kantor perwakilan resmi di Indonesia.

Dulu saja, saat mereka masih dilarang, mereka masih tekun memberitakan injil dari rumah ke rumah. Sekarang, setelah keberadaannya disahkan secara hukum di Indonesia, mereka tidak perlu lagi bertindak sembunyi-sembunyi untuk memberitakan injil. Bagaimana dengan kita? Gereja sendiri saat ini jarang menekankan perihal penginjilan. Dan jika kita terus nyaman dengan keadaan ini, rasanya tidak menutup kemungkinan ajaran Saksi Yehova bisa berkembang lebih pesat dari Kekristenan.

2. Belajarlah dari ketekunan mereka. Untuk beberapa hal, orang Kristen mungkin seharusnya malu kepada mereka. Bagi mereka, pengabaran injil merupakan suatu misi utama yang sangat ditekankan. Bahkan ada hukuman bagi mereka yang tidak melaksanakan misi itu. Begitu juga dalam hal mempelajari alkitab. Jika Anda bertemu dengan Saksi Yehova, mungkin Anda akan kagum bagaimana mereka akan bisa hafal begitu banyak ayat, dan begitu terampilnya mereka membuka dan mencari ayat dalam alkitab.

Jadi, apakah yang harus kita lakukan bisa bertemu Saksi Yehova? Menghindar! Tapi, jika memang dalam suatu keadaan Anda harus/perlu menghadapi mereka, perhatikan cara mereka belajar Firman Tuhan. Hal itu akan mempermalukan Anda, melihat mereka yang kita sebut sesat, tapi justru merekalah yang begitu giat memberitakan injil, dan mempelajari Firman Tuhan begitu rupa.