Mie Instan

Jujur aja … 🙂
Kadang kita berharap pertolongan Tuhan itu mie instan.
3 menit langsung jadi.

I wish …

Iklan

Nikita & Herlin Pirena – Ketika Tuhan Yesus Lahir

Pengharapan kini t’lah datang
Bintang-bintang bersinar terang
Fajar merekah gantikan malam
Ketika Tuhan Yesus lahir

Bunga-bunga mekar berseri
Angin sepoi berbisik lembut
S’mua keraguan lenyaplah sudah
Ketika Tuhan Yesus lahir

Kegelapan telah berlalu
Pengharapan bagi dunia
Damai dan cinta atas manusia
Ketika Tuhan Yesus lahir

Lagu yang bakal dinyanyiin anak-anak sekolah minggu pas perayaan natal nanti.

Tertindas? Jangan Takut!

Mazmur 119

67: Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.

71: Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

107: Aku sangat tertindas, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.

Sempat muncul suatu wacana, yang menimbulkan pertanyaan: “Apa jadinya jika Indonesia berubah menjadi negara Islam?”

Jika memang hal itu terjadi, kehidupan kekristenan akan menemui banyak tantangan. Tapi jika kita tinjau kembali sejarah perkembangan gereja, kekristenan justru bertumbuh pada masa-masa sulit. Pada masa kekaisaran Nero contohnya. Pada masa itulah rasul Paulus dan Petrus dibunuh dengan cara yang kejam. Tapi hal itu tidak membuat kekristenan hilang, namun terjadi sebaliknya. Pada masa itu cuma ada orang kristen yang sungguh-sungguh (tidak ada kristen simpatisan) Kerena untuk menjadi orang kristen nyawa adalah taruhannya.

Tapi sebaliknya, pada masa pemerintahan kaisar Konstantin dimana orang kristen bisa beribadah dengan bebas, justru malah terjadi perpecahan-perpecahan dari dalam tubuh gerejanya itu sendiri.

Maka, tidak heran kalau raja Daud sendiri mengatakan;

Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:71)

Jadi, jika kita menemui kesulitan, kesukaran dalam kita beribadah kepada Tuhan … jangan pernah takut! Itu bukanlah sesuatu yang diijinkan terjadi untuk menjatuhkan kita, tapi justru sebaliknya.

Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

Mazmur 119:10-16

Pernah mengalami kesulitan melepaskan diri dari ikatan-ikatan? kebiasaan dan tabiat buruk? pikiran-pikiran kotor? pikiran-pikiran jahat? Hal yang yang sudah begitu dalam dikehidupan kita, yang sia-sia, yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Sejak dari dulu, dosa tidak pernah berubah. Memikat, menarik, dan mengikat kita, membawa kita jauh dari hadirat-Nya. Tidak terkecuali bagi raja Daud. Ditengah berbagai ancaman yang ia hadapi karena banyak musuh-musuhnya, ia pun menghadapai berbagai hal yang menggodanya untuk melakukan sesuatu yang memuaskan keinginan manusianya, hal yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.

Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.

Firman Tuhan senantiasa menjadi kegemaran Daud. Itulah yang menjadi salah satu kunci yang membuat Daud bisa tetap iring dijalan Tuhan hingga akhirnya hidupnya. Selama masa hidupnya, ia tak luput dari kesalahan. Tapi, sejarah mencatatnya sebagai raja Israel yang paling dihormati.

Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.

Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

Bukan saja menyukai Firman Tuhan, namun ia juga selalu memperhatikan setiap langkah keputusan yang ia ambil sesuai dengan Firman.

Apa yang harus saya lakukan?

Jika Anda mencari tips mudah untuk melepaskan diri dari berbagai ikatan, mungkin Anda akan kecewa. Berbagai ikatan dan kebiasaan buruk itu bagai virus. Tapi tidak ada tombol delete yang praktis kita bisa tekan untuk menghilangkan semuanya.

Gelas yang berisi air kotor, akan menjadi bersih jika kedalamnya terus menerus dituangi air bersih. Begitu juga dengan pikiran kita. Satu-satunya cara membersihkannya adalah dengan men-stop supply air kotor dan menggantinya dengan supply air bersih. Mulai tutup berbagai hal kotor/tidak baik masuk kedalam pikiran Anda, dan mulai isi dengan hal-hal positif. Dan hal positif yang sejati hanya kita temui dalam Firman Tuhan. Bukan sekali bukan dua kali … tapi terus menerus. Terus, hingga akhirnya seluruh gelas itu akan berganti dengan air bersih.