Memikul Salib

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Markus 8:31-35 (TB)

Mungkin bagi pembaca saat ini, istilah “memikul salib” itu hanyalah sebuah metafora. Orang Kristen tidak asing dengan istilah “memikul salib”. Kemungkinan besar orang Kristen akan tahu apa artinya. Secara umum biasanya kita akan mengerti istilah itu dengan “menanggung kesulitan” dalam melakukan kehendak-Nya. Itu memang tidak salah. Tapi hari ini coba membayangkan jika saya hidup pada masa 2000 tahun lalu, mungkin saya akan mendengar metafora “memukul salib” itu dengan dengan kegentaran, karena “salib” adalah sesuatu yang sangat mengerikan.

Buat kita pada saat ini tidak mengenal hukuman salib. Kita tidak pernah melihat orang yang dihukum salib, dan dari apa yang saya tahu, tidak ada pada saat ini negara yang masih menerapkan hukuman salib. Hukuman salib sudah tidak ada lagi, sehingga tanpa perenungan khusus … kata salib itu akan kita hayati tidak lebih dari sebuah metafora yang tidak umum.

Lain soalnya jika Anda hidup di masa 2000 tahun lalu, dan Anda hidup di wilayah jajahan Roma. Akan ada masa dimana Anda akan melihat seseorang digantung di atas salib di alun-alun kota. Orang yang di salib itu akan hidup menderita selama beberapa hari dengan kesakitan yang luar biasa yang akhirnya mati. Hukuman salib adalah hukuman yang sangat mengerikan, dan Tuhan Yesus menggambarkan kesulitan yang harus dialami orang yang mengikuti-Nya itu seperti “memikul salib”. Tidak heran jika banyak dari murid Tuhan Yesus yang mundur.

Saya pikir, adalah penting untuk merenungkan keseriusan perkataan Tuhan Yesus tentang “memikul salib”. Kata “salib” digunakan untuk menggambarkan betapa beratnya harga yang harus dibayar untuk mengikut Dia. Menyangkal diri untuk tidak menikmati kesenangan demi melakukan kehendak-Nya, itu baik. Tapi itu baru langkah pertama kita dalam memikul salib. Langkah-langkah berikutnya mungkin akan membawa kita pada kesulitan, ratapan, keputusasaan, tangisan dan sengsara, bahkan mungkin sampai kematian. Tapi … siapa yang bertahan sampai kesudahannya, Ia akan mendapatkan hidupnya.

Sebuah renungan sederhana dari pembacaan Matius 8.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s