Mengapa Allah Ketika Murka Tidak Peduli Manusia?

Sad businesswomanMengapa seringkali murka Allah begitu menyala-nyala sampai tidak lagi berbelas kasih dan tidak mempedulikan perasaan manusia?

Karena waktu manusia berbuat dosa, manusia tidak mempedulikan perasaan Tuhan, sehingga melakukan dosa-dosa yang begitu keji dihadapan Tuhan.

Iklan

Stephen Tong: Eksposisi Yakobus (2012-6-9)

Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala
Matius 10: 16
Satu ayat yg sudah di dengar berulang kali, sehingga memberikan kesan “biasa”. Tapi kalau kita mau meluangkan waktu untuk merenungkan (membayangkan) dengan sungguh akan ayat itu, kondisi domba, hewan lemah yang tidak punya alat pertahanan harus masuk ke perkumpulan serigala. Dengan demikian, kita akan menyadari betapa ‘kejamnya’ kondisi yang dialami org Kristen.
Dengan demikian, sebagai seorang kristen ygn diutus, kita tidak berharap mendapat suatu sambutan bagai raja, tapi harus bersiap dengan berbagai tantangan, cercaan, hinaan bahkan aniaya.

Kenali Dosamu: 7 Dosa (7 Deadly Sins)

Di masa awal perkembangan kekristenan, gereja membuat 7 kategori dosa (7 Deadly Sins). Tujuannya adalah untuk keperluan mengajar, memperkenalkan bahaya dosa.
Tentunya kita tidak bisa memutlakkan bahwa hakekat dosa terdiri dari 7 jenis. Bilangan “7” mungkin dipakai sebagai arti jumlah bilangan yang genap (seperti yang sering kita temui dalam alkitab). Namun, meskipun demikian, mengenal 7 dosa ini membantu kita mengenal kelemahan kita.
Kemarin, dalam pencarian bahan untuk pengajaran sekolah minggu, saya menemukan satu artikel yang cukup menarik. Artikel berikut disadur dari http://www.scribd.com/doc/84982842/7-Dosa , sebuah artikel oleh Andreas Tamba. (Catatan: Beberapa simbol yang digunakan sebagian diambil dari mitos, hanya sebagai ilustrasi)

1. Sloth/Malas

Bahasa latin sloth adalah socordia. Kemalasan menjadi sebuah dosa, karena kemalasan mengakibatkan kegagalan manusia untuk mengembangkan talenta yang telah diberikankepada dia. walaupun kemalasan adalah dosa yang paling ringan dibandingkan dosa lainnya, namun kemalasan adalah pemicu utama dosa-dosa lain yg lebih besar. Dosa kemalasan juga berhubungan dengan Despair/Tristitia alias putus asa. Orang malas dan putus asa adalah sebuah suatu kondisi dimana seseorang gagal memanfaatkan talenta yg dimilikinya.

Simbol: Belphegor (Malas)

Belphegor digambarkan dalam dua model berbeda: sebagaiseorang wanita muda yang cantik ketika di dunia atau sebagai iblis berjenggot mengerikan dengan tanduk dan kuku yang tajam.
Dia sering dikatakan juga sebagai iblis kekayaan yang didapat dengan licik. Dia mendorong seseorang untuk mendapatkan kekayaan dengan cara mudah dan jika perlu dengan menipu. Sebagai contoh adalah korupsi. Nah, setelah kaya maka waktunya untuk bermalas-malasan tanpa bekerja.
Kemalasan, bagi kita biasanya bisa menjadi sebuah kebiasaan. Contoh paling mudah adalah menunda pekerjaan dan terus mencari pekerjaan yang mudah dengan hasil yang besar.

Ciri-ciri kemalasan:

  • Suka menganggur
  • Suka melalaikan tugasnya
  • Bersikap sembrono dan tidak bertanggung jawab
  • Tidak menyelesaikan tugas/pekerjaan pada waktunya
  • Tidak ada kerapian dan kebersihan
  • Mencari istirahat melampaui batas
  • Menunda-nunda tugas, tidak disiplin

Cara mengatasinya:

  • Menyangkal diri
  • Hidup teratur dan disiplin
  • Memberi motivasi pada tugas/pekerjaan yang dilakukan, misalnya untuk silih dosa,melakukan demi kasih kepada Yesus
  • Penyembuhan batin.

Teks Kitab Suci:

  • Ams 26:14 = seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempattidurnya.
  • Ams 21:25 = si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja.