“Rasanya ada yang salah…”

Kalau kamu makan dan tersendak, batuk beberapa kali, itu masih bisa dianggap normal. Tapi kalau sampai batuk terus ga berenti-berenti …. kamu akan mulai bertanya-tanya there is something wrong with me.
Tapi kalau kamu melihat melihat lawan jenis, dan muncul ketertarikan, itu masih bisa dianggap normal. Tapi kalau sampai kepikiran dan terbayang-bayang terus, atau muncul sensasi sensual, kamu harus mulai bertanya: “ini tidak wajar, … there is something wrong with me.”

Sexual fantasy, pornography, masturbasi, dan hawa nafsu yang terkendali … bukanlah penyebab, tapi ia ada gejala dari suatu penyakit yang lebih berbahaya. Yaitu penyakit pikiran yang sudah tercemar dosa, ini adalah pencemaran yang mencapai tingkat kronis sehingga ia matanya dibutakan sehingga melihat kotoran terlihat bersih,  pandangan yang hanya melihat kenikmatan sesaat yang ada didepan mata, tidak bisa melihat Allah yang murka atas dosa.

Bahaya percabulan seringkali dianggap terlalu ringan karena pelakunya tidak dihadapkan kepada bahaya nampak, tapi kenikmatan yang instan. Tapi, seharusnya, orang percaya bisa melihat bahaya percabulan sebagai suatu bahaya yang sangat mengancap hidup. Dalam Matius 18, Tuhan Yesus mengajar bahwa kalau seseorang tidak memiliki keseriusan seperti mau “mencungkil mata” demi terlepas dari ikatan dosa ini, ia sangat dekat dengan neraka.

Ini adalah hal penting yang harus kau ingat! Jika kamu mulai menikmati sexual fantasy, menikmati melihat tampilan sensual pria/wanita, menikmati sex yang tidak wajar, itu tidak wajar. Kamu harus katakan ini pada diri: there is something wrong with me. repent! repent! (ada sesuatu yang salah dengan saya. bertobatlah! bertobatlah!)

#blog

Iklan

GRII Kemayoran, 7 May 2017: The Testimony of Dr. Christopher Yuan

A piece of reflection on The Testimony of Dr. Christopher Yuan (a gay son’s journey to God, a broken mother’s search for hope) & a Response of Word of God from Ps. Dr. Stephen Tong
  1. God’s Word is sharper than a double-edged sword, exposing our deepest and most hidden sins, but there is no sin that is big enough which God cannot forgive
  2. The epitome of God’s love is manifested in the crucifixion and resurrection of Jesus Christ
  3. We are sinners, undeserving of His mercy, yet He still loves us unconditionally
  4. Unconditional love is not equal to unconditional approval. Though God loves us, He desires us to be holy just as He is holy
  5. Our behavior and desire should not define us because our identity is the children of God – bought with the precious blood of Christ
  6. We do not pray to force God follow our desires; we pray to align our will to His. Prayer does not change God; it changes us
  7. God answers prayer in His own sovereign way
  8. Keep perserving in (fasting and) prayer for it is a battle to win souls
  9. Don’t be a good Christian who thinks that going to the church every Sunday is enough; be a great Christian who shows God’s love and glory through our everyday’s lives
  10. Parents, don’t teach your children to finish their homework and excel in academic and career more than teaching them to love and follow Christ
  11. Parents, don’t ask, “when is it too early to teach sexuality to my children?” Rather, ask, “when is it too late to teach sexuality to my children?” If you don’t teach your children biblical sexuality, the world will teach them unbiblical sexuality
  12. God has given you talents. Satan can’t take away your talents, but he can distort your perspective towards them
  13. God never promise us that we will live tomorrow. Have a sense of urgency in serving the Lord because our days are numbered. Serve as if it is your first time – asking God for strength – and your last time – with all your heart, mind and strength
  14. The invisible is much more important than the visible in this world
  15. The rulers of this world use power and wealth to build their kingdom, but God uses the broken, lowly, repented heart of men to build His kingdom
“The kingdom of this world is become the kingdom of our Lord and of His Christ, and He shall reign forever and ever. Hallelujah. Amen.” – G.F. Handel

7 Mei 2017: KKR Kesaksian – Dr. Christopher Yuan

Sebuah renungan dari kesaksian Dr. Christopher Yuan (perjalanan hidup seorang gay sehingga ia menemukan Tuhan, kisah seorang ibu yang mencari suatu harapan) dan respon Firman Tuhan dari Pdt. Stephen Tong.

  1. Firman Tuhan lebih tajam dari pedang bermata dua, menyatakan keberdosaan kita yang paling tersembunyi, tapi tidak ada dosa yang terlalu besar yang Tuhan tidak bisa ampuni
  2. Kasih Allah yang terbesar Ia nyatakan lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus
  3. Kita adalah pendosa, tidak layak menerima belas kasihan-Nya. Tapi, meskipun demikian Ia tetap mengasihi kita tanpa syarat.
  4. Cinta yang tanpa syarat tidak sama tidak berarti Ia setuju tanpa syarat dengan keberdosaan kita. Walaupun Allah mengasihi kita, Ia menginginkan kita untuk hidup suci, sebagaimana Ia juga suci.
  5. Perilaku dan keinginan kita tidak seharusnya menentukan identitas kita, karena kita adalah anak Allah, yang dibeli dengan darah yang Yesus
  6. Kita tidak berdoa untuk memaksa Tuhan mengikuti keinginan kita; kita berdoa untuk mengarahkan keinginan kita dengan-Nya. Doa tidak mengubah Tuhan; doa mengubah kita.
  7. Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan kedaulatan-Nya
  8. Tetap bertekun dalam doa (dan puasan) karena ini adalah peperangan untuk memenangkan jiwa.
  9. Jangan cuma jadi orang Kristen yang baik yang hanya berpikir bahwa pergi ke gereja setiap minggu itu cukup; jadilah orang Kristen yang ‘luar biasa’ yang menunjukkan kasih dan kemuliaan Allah melalui hidup kita sehari-hari.
  10. Orang tua, jangan mengajarkan anak-anak Anda untuk menyelesaikan PR dan berhasil di sekolah dan karir lebih dari pada mengajarkan mereka untuk mencintai dan mengikut Kristus.
  11. Orang tua, jangan bertanya “kapan saya bisa mulai mengajarkan seksualitas kepada anak saya?” Tapi, bertanyalah “kapan batas akhir waktu saya harus mengajarkan mengajarkan seksualitas kepada anak saya sebelum dikatakan ‘terlambat’?” Kalau Anda tidak mengajar anak Anda seksualitas sesuai alkitab, dunia akan mengajarkan mereka seksualitas yang diluar alkitab.
  12. Tuhan memberimu bakat. Setan tidak bisa mengambilnya daripada mu, tapi ia mengacaukan mengalihkan pandanganmu kepadanya (membuatmu menggunakan bakat itu untuk dia).
  13. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa besok kita akan hidup. Gunakan waktu hidupmu sebaik mungkin dalam melayani Dia, karena jumlah hari hidup kita sudah ditentukan. Lakukan pelayananmu seolah ini adalah ini adalah kali pertama dan terakhir kau melayani-Nya – mohonkan kekuatan kepada-Nya -lakukan dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan.
  14. Penguasa dunia in menggunakan kuasa dan kekayana untuk membangun kerajaan-Nya, tapi Tuhan memakai mereka yang rusak, rendah, hati yang bertobat untuk membangun kerajaan-Nya.
“The kingdom of this world is become the kingdom of our Lord and of His Christ, and He shall reign forever and ever. Hallelujah. Amen.” – G.F. Handel