Martin Luther dan Setan

Luther banyak membahas tentang setan, tapi banyak ahli yang menganggap bahwa ini adalah sisa-sisa abad pertengahan yang harus disingkirkan dari pemikiran Luther. Tapi Heiko Oberman, seorang ahli sejarah menyatakan bahwa ini bukan masalah abad pertengahan yang kuno, tapi Luther justru membagikan suatu hal yang penting bagi jaman sekarang. Ini mungkin warisan dari Luther yang harus kita pahami lalu kita gumulkan dan renungkan. supaya jangan kita menjadi orang Kristen yang sudah dihantam modernisme dan menjadi skeptik akan apapun, tentang Tuhan, tentang Kristus dan tentang kuasa gelap.

Ada beberapa poin yang disimpulkan Oberman mengenai pemikiran Luther tentang setan.

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. — Efesus 6:10-20 (TB)

Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. — Wahyu 12:13-17 (TB)

Oberman menyelidiki bahwa apa yang luther katakan bukanlah dongeng abad pertengahan, tapi adalah apa yang yang Alkitab katakan tentang si setan itu. Dan Luther sangat percaya bahwa kita harus tahu siapa musuh kita itu karena kalau tidak, kita tidak akan pernah benar-benar mengerti bagaimana bergumul di tengah dunia ini. Lanjutkan membaca Martin Luther dan Setan

Iklan