Renungan atas lagu “The Old Rugged Cross”

Dalam lagu “The Old Rugged Cross”, Fanny Crosby menyaksikan bahwa salib itu tidak hanya berbicara tentang kematian, tetapi juga kebangkitan. Saat kita merenungkan salib Kristus, kita juga harus mengingat soal pengikutan — memikul salib kita masing-masing dan mengikut Dia dengan setia.

Adakalanya kita putus asa, patah semangat, bosan, atau mungkin tidak jelas arah. Mengapa bisa seperti itu? Karena kita kurang tekun memikul salib yang Tuhan percayakan Kia memikul salib yang kita ciptakan sendiri, yang tidak berkaitan dengan kehendak Tuhan. Penderitaan yang kita pikul itu kita tuai karena kita tidak taat kepada Tuhan. Kita tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain, tidak bisa menjadi kesaksian bagi orang yang belum percaya.

Alkitab mengatakan bahwa seseorang yang memikul salib dari Tuhan akan mengalami kuasa kebangkitan. Itulah konfirmasi jika ia sungguh menderita bagi Tuhan.

dikutip dari buku Billy Kristanto – Ajarlah Kami Bertumbuh: renungan atas 1 Korintus 15:20-28

Iklan

Seminar 500 Tahun Disputasi Heidelberg: Salib & Kemuliaan

500 tahun yang lalu Martin Luther mengeluarkan tesis-tesis di Heidelberg yang sangat penting tentang salib sebagai identitas Kristen.

Gereja saat ini perlu disegarkan kembali tentang hal ini, sehingga apa yang menjadi kemuliaannya adalah satu dengan apa yang menjadi kemuliaan Kristus, yaitu salib.

Dalam rangka mengingat kembali moment 500 tahun disputasi Heidelberg, hadiri seminar dengan tema Salib & Kemuliaan:

Pembicara:
Pdt. Billy Kristanto, Ph.D., Th.D.
Pdt. Lay Hendra Wijaya, M.Th.
Pdt. Jimmy Pardede, M.Th.

Waktu & Tempat:
Sabtu, 28 April 2018. Pk. 15.00-19.00 WIB
PASKAL HYPERSQURE C35-37
Bandung

Informasi, hubungi:
022-86060699, 081311200969, 085105071880(WA)

Pendaftaran Online:
https://reformedinjilibandung.com

Menerima diri

Daud tidak membuang masa lalunya karena tidak sanggup lagi menghadapinya, melainkan dia berhasil meletakkan masa lalu itu dalam perspektif yang benar. Inilah orang yang jelas akan  identitas dirinya sendiri, yang mengenal diri dengan benar, yang mampu menerima diri sendiri beserta seluruh pengalaman masa lalunya. Masa lalu kita memang tidak mungkin diubah, namun Allah sanggup membuatnya menjadi memori, membentuk, bukan hanya sekadar kenangan indah, melainkan menjadi iman dan kasih kita kepada Tuhan

Billy Kristanto – Ajarlah Kami Bergumul

Kekuatiran

Kekuatiran adalah pikiran yang hadir dalam benak kita sebelum kenyataan yang sesungguhnya hadir dalam benak kita sebelum kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Dan celakanya pikiran itu menampakkan diri seolah ia adalah menyempitkan kelimpahan hidup kita, karena di situ kita sudah menempatkan diri ke dalam apa yang belum terjadi, masa kini disempitkan oleh kekuatiran masa depan.

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” – Matius 6:34

sumber: Billy Kristanto – Ajarlah Kami Bergumul