Kebangkitan dan Kenaikan Yesus Ke Surga

Untuk memperlengkapi iman murid-muridnya, setelah Yesus bangkit dari kematiannya, Ia menampakan diri pada murid-muridnya. Saat Ia bangkit, Yesus bukanlah hantu. Ia bangkit dengan tubuh yang sama seperti kita. Bisa dilihat dan bisa disentuh. Itulah yang menandakan bahwa Ia kematian tidak berkuasa diatas Yesus.Setelah kebangkitannya, Yesus menampakkan diri kepada banyak orang. Kepada murid-muridnya dan kepada lebih dari 500 orang lainnya. Supaya mereka juga menjadi percaya. Melalui merekalah kabar baik itu (injil) diberitakan supaya dengan demikian, orang tidak perlu lagi takut kepada kematian. Seperti halnya Yesus yang telah mengalahkan kematian, jadi siapapun yang percaya kepadanya akan memperoleh kebangkitan. Semuanya itu terjadi karena Yesus.

Setelah genap 40 hari dari hari kebangkitannya, Ia naik ke Surga. Hal itu pun disaksikan oleh banyak orang. Ada satu amanat penting yang Tuhan sampaikan kepada murid-muridnya:

…pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman

Itu berlaku juga buat kita. Sebagai orang percaya yang telah memperoleh keselamatan, adalah menjadi kewajiban kita juga untuk memberitakan kabar baik itu. Tidak perlu takut lagi akan kematian, karena didalam Dia kita akan memperoleh kebangkitan dan hidup.

Iklan

Matius 18:21 – Mengampuni

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang 10.000 talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang 100 dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.

Setiap orang berdosa dihadapan Tuhan. Tidak ada manusia yang tidak berdosa. Disaat kalian melakukan hal-hal yang tidak benar, berbohong pada papa & mama, berbohong pada guru, berbohong pada teman,

Tapi … seberapa pun dosa kalian, asalkan kalian memohonkan ampun kepada Tuhan dan sungguh-sungguh menyesal. Tuhan Maha Pengasih, Ia akan mengampuni.

Dengan demikian Tuhan itu sungguh baik. Tapi apa yang terjadi jika kalian tidak mau mengampuni kesalahan teman-teman kalian. Membalas perbuatan “nakal” dengan perbuatan “nakal” lainnya, mencuri dengan mencuri lagi, ejekan dengan ejekan… Hal tersebut merupakan contoh sederhana dari “tidak mengampuni”.

Oleh sebab itu … anak-anak cobalah belajar mengampuni. Mulai dari mengampuni teman-teman kalian, tidak membalas perbuatan nakal/iseng teman kalian dengan perbuatan nakal lainnya.