Sesuatu yang dilakukan di “Jumat Agung”

Hah … Jumat Agung (lagi).

Bagi mereka yang “biasa-biasa saja”, Jumat Agung tak lebih dari hari libur biasa. Dari jauh hari sebelumnya telah direncanakan rencana long-weekend.

Bagi sebagian orang lagi, mungkin akan terjadi sebaliknya. Hari-hari ini akan menjadi hari-hari yang sibuk karena tugas yang dipercayakan kepadanya digereja tempat mereka beribadah.Β  Hah… that’s me. Yah … memang tidak sesibuk persiapan natal.

Rutinitas? Entahlah! (dan semoga tidaklah demikian) Hal besar terjadi dalam 3 hari ini, dan saya berusaha memperoleh berkat paskah itu. Ada masalah dalam benak pikiran saya: soal pekerjaan, relationship stuff, kekuatiran … just name it!

Tapi, saya juga sadar. There’s a much greater thing to thing about at this Great Friday. Bukti kasih-Nya, dan bukti kuasa-Nya. Kasihnya Dia buktikan, dengan mati diatas kayu salib, kuasa-Nya Dia buktikan lewat kebangkitan-Nya.

Iklan

Bagaimana Seharusnya “Valentine”

Asal usul Valentine tidak tahu jelasnya seperti bagaimana. Orang biasa merayakan hari valentine dengan cara melakukan sesuatu yang kiranya bisa menunjukkan rasa sayangnya kepada pasangannya. Apakah memang demikian kita merayakan hari valentine?

14 Februari sendiri awalnya merupakan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan itu, biasanya kaum pria mengambil undi untuk memilih wanita yang menjadi pasangannya. Jadi bisa bilang, memang pada masa itu, Februari merupakan bulannya cinta.

Paus merasa kurang setuju dengan perayaan semacam itu. Namun karena begitu kebudayaan itu sudah sangat tertanam dalam budaya masyarakat Roma saat itu, untuk menghapusnya sama sekali dirasa tidak mungkin. Dengan demikian, ia berusaha mengalihkannya kepada hal yang positif. Dicari sesuatu yang kiranya bisa menggantikannya. Dari sana, diambilah nama Santo Valentine. Seorang martir yang meninggal dan dikuburkan pada tanggal yang sama.

Memang, ada apa dengan St. Valentine?

Alkisah, saat itu kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.
Julia bertanya, “Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?”
“Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita.”
“Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku.”
“Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya,”sambung Valentine.
“Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya,” kata Julia mantap. Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.
Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata,”Dengan cinta dari Valentin-mu” (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.

dikutip dari www.sabdaspace.org.

First Valentine

Pihak gereja memodifikasi kebiasaan perayaan Lupercalia ini. Dari pada mengundi pasangan, mereka mengundi nama-nama santo. Orang yang mengambil undi tersebut harus meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya. Mungkin memang demikianlah hari Valentine pertama kali dirayakan.

Tapi tetap bercampur dengan kebudayaan Lupercalia, akhirnya dalam perkembangannya justru unsur cinta kasih (pengaruh dari perayaan Lupercalia) itu lebih mendominasi hari Valentin, sehingga akhirnya orang cenderung menjadikan hari Valentine sebagai hari cinta kasih.

Haruskah Kita Merayakan Valentine?

Menurut saya, itu bukan suatu keharusan. Everyday is valentine. Kenapa harus tunggu Valentine untuk menyatakan cinta? Tapi, rasanya tidak salah kalau kita menggunakan momen yang agak istimewa ini untuk memberikan sesuatu yang istimewa buat orang-orang yang kita kasihi. Why not? tidak ada yang salah dengan itu bukan? (selama semuanya itu disampaikan dalam segala batas kewajaran).

Pesan Valentine

Dari pada memfokuskan diri pada cinta kasih manusia, eros. Cobalah kita mengingat Valentine itu sendiri. Ia bukanlah dewa. Valentine adalah seseorang biasa, tapi karena cintanya kepada Tuhan, hingga pun rela kehilangan nyawanya. Bagaimana dengan kamu? Will you be HIS Valentine? Will you be God’s Valentine?

Di Doa Ibuku Namaku Disebut

Diwaktuku masih kecil gembira dan senang
Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang

Disore hari nan sepi ibuku bertelut
Sujud berdoa, kudengar namaku disebut
Di doa ibuku namaku disebut
Di doa ibuku dengar ada namaku disebut

Seringlah kini kukenang, dimasa yang berat
Dikala hidupku mendesak dan nyaris kusesat
Melintas gambar ibuku sewaktu bertelut
kembali sayup kudengar namaku disebut

Didoa ibuku namaku disebut
Didoa ibuku dengar ada namaku disebut

Jalan sendiri kutempuh tak ingin mendengar
teguran Tuhan yang lembut, supaya ku sadar
Tatkala tampaklah jelas, hidupku kemelut
doa ibuku terdengar namaku disebut

Didoa ibuku namaku disebut
didoa ibuku dengar ada namaku disebut

SuperMama Show, 24 Januari 2008. Tidak menyangka lagu ini bisa muncul. Walau memang cuma sepenggal saja, tapi cukup membuat banyak orang terharu.

Teringat sosok ibu yang diceritakan Billy Gilman dalam Woman In My Life. Sayang, saya pribadi kurang memiliki komunikasi yang cukup baik dengan ibu saya. Tapi, meskipun demikian, saya rasanya indah sekali memiliki seorang sosok ibu mau menyerah kepada Tuhan dalam doa.

Sayang, tadi lagu ini cuma dinyanyikan sepenggal. Jika bisa dinyanyikan full … saya percaya bisa membawa lebih banyak berkat buat banyak orang.

4th National Reformed Evangelical Convention (NREC) 2007

NREC 2007 - Things

I hate when I’m wrong…

yah … begitulah. Koreksi itu tidak enak. Hal itu bersifat naluriah, penyangkalan dan pembelaan diri adalah bagian dari insting bertahan hidup manusia. Tapi, sebuah bejana harus senantiasa mau dibentuk. Demikian juga kita olehNya.

National Reformed Evangelical Convention (NREC) 2007, diadakan di Wisma Kinasih, Bogor, 26-29 Desember 2007. Dihadiri oleh lebih dari 1300 orang dari berbagai wilayah di Indonesia. Sekitar 10% adalah peserta yang datang dari luar Indonesia.

What do I think about this?

Ini adalah NREC ke-4, tapi bagi saya sendiri ini adalah NREC pertama. How’s it like? … retreat tapi dalam format yang lebih formal. Full, dari awal sampai akhir semuanya kebaktian. Sama sekali hampir tidak ada waktu acara bebas, tapi mungkin memang demikianlah seharusnya yang disebut acara retreat, jadi bener-bener kerasa retreat. πŸ™‚

Ada banyak hal yang saya dapat melalui retreat ini. Kata reform … sampai sekarang masih terngiang-ngiang. But, what do I think about it? … BAGUS!

Mungkin salah satu ciri khas (my definition of) reform adalah rasionalisasi iman. Dalam artian, bahwa iman adalah seharusnya merupakan sesuatu yang dimengerti, supaya percaya bukan sekedar percaya. Dimengerti bukan berarti harus bisa dijelaskan seluruhnya menggunakan ilmu pengetahuan, tapi seluruhnya bisa dijelaskan dan tidak terlepas dari alkitab.

Sketisism

Walau memang ada banyak hal yang saya dapat melalui kegiatan ini, tapi … sedikit skeptisisme muncul. Salah satu yang saya takutkan adalah kultus individu. Stephen Tong memang seorang yang memiliki karakter kuat. Karisma yang kuat, bukan karena kepandaiannya dalam speak, tapi karena ia mau konsekuen dalam melakukan Firman Tuhan. Kagum … saya rasa wajar, tapi kalau sampai hanya sebatas itu, rasanya sangat disayangkan. Jangan sampai selesainya KKR itu cuma inget Stephen Tong-nya, bukan FirmanNya.

Saya senang dengan cara orang-orang reform ini memberitakan Firman Tuhan, tapi saya ragu … jika orang seperti mama saya, seorang lulusan SMA 40 tahun lalu … apa bisa mengerti?!? Saya pun rasanya perlu perhatian penuh mengikuti penjelasan mereka yang sepenuhi berbagai kata-kata asing. Saya rasa, pemberitaan Firman Tuhan seperti ini lebih cocok bagi mereka yang punya tingkat intelegensia menengah keatas. Walau bisa senang pada saat mendengar Firman Tuhan, kalau tidak bisa dimengerti, jangan-jangan cuma sebatas kekaguman. Memang patut diakui, hanya mendengar mereka berbicara pun saya cukup kagum.

Conclusion

Ah, tapi … let just think posifively about this. Sekarang … lagi semangat reform. Setelah KKR ini, membaca dan menyelidiki alkitab menjadi lebih mengasyikan :). But the important thing is keeping this fire on, dan … inget Firman Tuhan, bukan Stephen Tong-nya.

Mengapa Natal Lebih “Meriah” dari pada Paskah?

Orang Kristen secara umum memiliki 4 hari besar. Natal, Jumat Agung, Paskah dan kenaikan Yesus. Natal diperingati sebagai hari kelahiran Yesus, Jumat Agung diperingati sebagai hari penyaliban/kematian Yesus, Paskah diperingati sebagai hari kebangkitan Yesus, dan hari kenaikan Yesus kesurga – 40 hari setelah hari kebangkitannya.

Peristiwa kelahiran … saya rasa agama besar lain didunia memiliki peringatan hari kelahiran tokoh agamanya masing-masing. Tapi, bagi orang Kristen, saya rasa yang terpenting justru Paskah. Karena dengan adanya kebangkitan, maka ini sungguh-sungguh membuktikan Yesus telah sungguh-sungguh mengalahkan maut. Tapi … mengapa orang Kristen merayakan Natal lebih meriah dibandingkan Paskah (atau hari lainnya)? Menurut saya hal itu karena alasan berikut:

Jumat Agung pun mungkin bisa dibilang lebih penting dibanding Natal. Karena dengan menyerahkan dirinya diatas salib, peristiwa Jumat Agung membuktikan bahwa ia sungguh-sungguh mengasihi kita. Tapi …, peringatannya biasanya tidak dilakukan secara seremonial meriah … karena, seperti halnya kebiasaan kita. Rasanya kurang etis kalau kita memperingati peristiwa kematian dengan acara yang meriah.

Paskah pun peristiwa penting. Karena ini membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah yang telah mengalahkan maut. Namun, saat pertama diketahui kubur yang kosong, tidak tampak suasana sukacita. Perasaan yang dominan pada saat itu adalah kaget dan bingung. Malah beberapa murid yang tidak tahu, mereka sedang ngadakan perjalanan pulang kembali ke kampung halaman mereka. Selama 40 hari Yesus menampakan diri kepada murid-muridnya, suasana lebih terasa hikmat dibanding sukacitanya itu sendiri.

Tetapi pada saat Natal, alkitab sendiri menggambarkan indahnya suasana malam kudus itu.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka:
Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.

Luk 2:9-14

Ada kabar sukacita yang dibawa (lewat para malaikat) dalam peristiwa ini. Bahkan digambarkan, sejumlah besar bala tentara sorga memuji Allah. Saya rasa … malam kudus yang pertama itu akan sangat indah. Oleh sebab itulah mengapa orang Kristen merayakan Natal lebih meriah dibanding hari raya lain. Menghiasi lingkungannya dengan berbagai aksesoris Natal. Di negeri 4 musim, indahnya Natal juga dimeriahkan dengan turunnya salju.

Jadi, berbagai kemeriahan Natal itu lebih karena pengaruh budaya. Ada pesta ulang tahun, tapi tidak ada pesta kematian. Tapi, meskipun demikian. Tidak salah dalam momen seperti ini juga kita ikut membawa hati kita, mengingat kasih Allah bagi kita. Menyegarkan pengikutan kita dalam Tuhan.

Selamat Natal

Pernikahan, Pekerjaan Seumur Hidup

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Amos 3:3

Demikian pembacaan ayat Firman Tuhan pada acara pemberkatan nikah Kie Shen & Nancy pada tanggal 1 Desember lalu. Memang seperti tutunya. Tidak mungkin seorang berjalan, (dan hidup) bersama tanpa sebelumnya ada suatu janji.

Demikian juga dua orang yang bersepakat untuk bersama. Ada janji yang mereka ucapkan dihadapan Allah dan manusia. Berjalan, hidup bersama dalam suatu ikatan nikah yang kudus merupakan suatu perjanjian yang harus terus dikerjakan seumur hidup mereka didunia ini.

Menjadi suami adalah sebuah pekerjaan, demikian juga menjadi seorang istri. Dengan demikian pernikahan menjadi suatu pekerjaan yang harus dikerjakan terus menerus dan harus dikerjaan terus menerus seumur hidup mereka.

Mempertahankan suatu pernikahan, lebih sulit daripada memulainya. Pacaran boleh gagal, tapi pernikahan tidak boleh gagal, karena ia berlangsung seumur hidup. Dengan demikian, jika seorang pria harus berjalan 1 kilometer untuk menyenangkan hati pasangannya, sebagai seorang suami harus mau berjalan 10x lebih jauh untuk bisa menyenangkan istrinya. Demikian juga seorang wanita. Jika sebagai seorang wanita ia berdandan begitu cantik untuk pasangannya, sebagai seorang istri ia harus tetap mau memberikan yang terbaik dari yang bisa ia berikan untuk suaminya.

Tidak perlu memikirkan hal yang rumit untuk melakukan semuanya itu. Mulailah dengan perkara-perkara yang kecil, kebiasaan-kebiasaan kecil dari masing-masing pasangan. Teringat lagu Growing Old With You (Adam Sandler) atau Buy Me A Rose (Kenny Roger). Saya rasa akan sangat romantis sekali jika seorang suami dan istri bisa saling melayani antara satu sama lain dalam kasih, untuk seumur hidup mereka.

Buy me a rose, call me from work
Open a door for me, what would it hurt
Show me you love me by the look in your eyes
These are the little things I need the most in my life

Untuk kedua mempelai … πŸ™‚ selamat menempuh hidup baru. Always remember to work on your marriage … for the rest of your life (till death do you part).

VMM: Natal 2007 – Bandung

Unleashed

VMM (Vibrant Men’s Minitry) akan mengadakan natal bersama ribuan kaum pria di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Pada Senin, 10 Desember 2007, pukul 18.30 WIB.

Akan ada Dr. Ir. Niko Njotorahardjo sebagai pembicara, Persembahan pujian dari Hotma Sitompul, S.H. dan Rekan NABIRONG, kesaksian dari Arie Wibowo, dan pemimpin pujian oleh Ello.

Acara ini akan menjadi salah satu acara perayaan natal terbesar tahun ini dimana akan hadir banyak pria dari berbagai wilayah di indonesia (termasuk dari luar jawa), akan hadir dalam acara ini. Dan yang perpenting adalah lawatan Tuhan kepada seluruh kaum pria. Jadi, (kalau Anda laki-laki), jangan lewatkan, datanglah! πŸ™‚ Undangan ini GRATIS (bahkan tidak perlu undangan πŸ™‚ )

Terbuka untuk umum. VMM sendiri merupakan interdominasi gereja. Jadi … tidak perlu ragu dari gereja manapun Anda, acara ini terbuka bagi Anda.

Acara ini khusus untuk kaum pria. Pelayanan yang sejenis, yang diperuntukan untuk kaum perempuan oleh SHINE Ministry juga akan mengadakan Natal bersama pada hari yang sama, dipagi hari, pukul 10.30 WIB di Sasana Budaya Ganesha, Bandung.