KKR – Stephen Tong – Siapakah Yesus?

Stephen Tong - Siapakah Yesus?
Stephen Tong - Siapakah Yesus?

Tidak ada tulisan “KKR” tapi … mungkin ini memang KKR.

Mengangkat tema Siapakah Yesus? tema yang sama dengan yang diangkat di KKR Stephen Tong Bandung 2007 lalu. Tapi, percaya Firman Tuhannya beda dong.

Sayang, diadainnya sekarang di Jakarta, ga bisa ikut jadinya.

Informasi lengkap mengenai acara ini bisa diakses di situs http://www.jakarta2008.com

Iklan

Iman vs Keinginan

Sebut saja, ada suatu hal yang begitu kita yakin untuk kita lakukan. Baik itu dalam hal memilih pekerjaan, membeli suatu barang, pergi ke suatu tempat, memilih paca tr atau mungkin juga memutuskan pacar. Saat itu mungkin kita berdoa. Dan biasanya kita justru berdoa disaat waktunya sudah mepet. Sehingga kitapun merasa butuh jawaban Tuhan secepatnya.

Tentunya Tuhan tidak akan berbicara menggunakan loudspeaker dari surga dan menjawab dengan suaraNya yang lantang. Sesuatu yang diajarkan kepada kita sejak dulu adalah, Tuhan menjawab lewat tanda. Berbicara lewat orang-orang disekitar kita, lewat berbagai hal yang terjadi, lewat FirmatNya, lewat hati kita, sehingga kita boleh diyakinkan akan segala pertanyaan yang dalam pergumulan kita.

Saat kita boleh merasa diyakinkan akan suatu jawaban, bagaimana kita bisa tahu kalau itu sungguh adalah jawabanNya. Bagaimana ita tahu kalau itu bukan manifestasi kengininan kita yang begitu mempengaruhi perasaan kita sehingga mendorong nalar pikiran kita untuk berkata Ya! ?

Sungguhpun, saya menemukan suatu batasan tipis antara jawaban Tuhan dengan kengininan (hal serupa juga yang saya alami saat ini). Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mudah menyerah, tapi saya pun tidak ingin memaksakan kehendak saya yang bukan menjadi rencanaNya.

Bila dihadapkan kepada situasi seperti ini, kadang pilihan sederhana pun menjadi sulit. But now, I choose go move on.

Saya akan berusaha menggapai apa yang saya yakini (atau mungkin apa yang saya ingini), tanpa melakukan suatu hal yang berlebihan. Dengan demikian saya memberi tempat kepadaNya untuk ikut campur tangan, memberi pimpinan dalam setiap keputusan. Bila sesuatu yang kurang beruntung terjadi yang menghalangi kita tuntuk terus maju, anggap saja sebagai stop dari Dia. Not this way! Be patient!

Saat Tuhan menjawab doamu, Ia menambah imanmu.
Saat Tuhan belum menjawab doamu, Ia menambahkan kesabaranmu.
Saat Tuhan menjawab TIDAK untuk doamu, Ia tawarkan yang TERBAIK.

VMM: God’s Warriors

Setelah sekian lama bolos, bulan ini tiba-tiba saja seorang teman mendorong saya untuk menghadiri VMM. Masih ditempat yang sama, Giant Hypersquare, Senin terakhir disetiap akhir bulan, pukul 19.00.

Seperti temanya, God’s Warriors. Dimata Tuhan, kita semua adalah prajurit & perwira. Berjuang ditengah dunia. Firman dibawakan oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo. Ia salah satu pemrakarsa KKR Bangkitlah Indonesiaku, tanggal 17 Mei lalu di MONAS.

Kita mendengar banyak, bagaimana kesaksiannya. Berbagai tantangan, keraguan masalah yang ia hadapi, dan bagaimana Tangan Tuhan bekerja dengan ajaib. Betapa kita takjub akan pekerjaan Tuhan yang boleh terjadi melalui kehidupannya. Tapi, jika memang hal itu Tuhan boleh ijinkan terjadi dalam kehidupan kita? What would you do? Apakah kita akan menjalaninya setakjub kita mendengar kesaksian tadi? Tentunya bukan hal yang mudah.

Tapi, mungkin disanalah proses yang IA ingin kita lalui. Dalam proses itu, kadang Tuhan biarkan kita sendiri. Seolah Tuhan diam. Bukan karena IA tidak peduli, tapi justru IA ingin kita menjadi bagai seorang prajurit yang terlatih. Tidak cengeng, tidak mudah menyerah, tapi tetap bersandar pada pertolongan Tuhan. Dan segalanya itu bukan proses yang instan. Hal besar tidak terjadi dalam semalam, tidak terjadi dalam sekejap mata. Tuhan tidak mendidik kita menjadi anak gampangan. Jadi, apapun yang Anda hadapi, jawaban apapun yang Anda tunggu dari Tuhan … bersabarlah! Because after this, you’ll be a much better man.

“You shall have no other gods before or besides Me”

You shall have no other gods before or besides Me

Ex 20:3

Dalam versi Amplified English ada sesuatu yang berbeda dengan versi Indonesia. Kalau diartikan mungkin seperti ini: Tidak boleh ada sesuatu yang kau anggap lebih (before) dari Tuhan atau sejajar (beside) dengan Tuhan.

Teringat sebuah pengalaman. Seorang teman, nyeletuk bercanda: Ini nih yang paling gw sayang. Laptop gw & mobil gw. Omongan itu mungkin “setengah bercanda” juga. Di hari yang sama, dalam kepulangannya kembali ke Jakarta. Ia mengalami kecelakaan dengan mobil yang dikendarainya di jalan tol.

Dalam kecepatan tinggi mobilnya “tersenggol” kendaraan lain sehingga harus jungkir balik sampai 6x. Tapi oleh kemurahan Tuhan, ia boleh keluar dengan selamat tanpa goresan (tapi patah tulang).

Sebulan setelah kejadian itu, saya bertemu lagi dengannya. Saya tidak tahu akan kejadian itu sampai pada saat itu. Ia bercerita, dan inilah yang ia bagikan:

… saat ada sesuatu yang kita taruh lebih dari Dia. Tuhan tidak senang, dan Ia akan ambil itu.

Hah … itu teguran juga buat saya. Mengingat banyak hal “hebat” yang saya lakukan untuk perkara yang fana didunia ini… rasanya belum pernah saya melakukan sesuatu sangat hebat (dilakukan dengan sepenuh hati) untuk setiap pekerjaan yang Ia percayakan untuk saya (dalam pelayanan).

O, Lord … forgive me.

Berita Paskah

Pada minggu pertama setelah kematian-Nya. Murid-murid Yesus dilingkupi oleh suasana takut dan kesedihan. Pada malam itu, Ia datang kepada mereka, dan inilah berita paskah itu: “damai sejahtera bagimu”. Hal itu mengubah suasana takut dan duka menjadi sukacita.

Semoga berkat dan sukacita paskah itu bisa kamu rasakan juga. 😉

Selamat Paskah!

Sesuatu yang dilakukan di “Jumat Agung”

Hah … Jumat Agung (lagi).

Bagi mereka yang “biasa-biasa saja”, Jumat Agung tak lebih dari hari libur biasa. Dari jauh hari sebelumnya telah direncanakan rencana long-weekend.

Bagi sebagian orang lagi, mungkin akan terjadi sebaliknya. Hari-hari ini akan menjadi hari-hari yang sibuk karena tugas yang dipercayakan kepadanya digereja tempat mereka beribadah.  Hah… that’s me. Yah … memang tidak sesibuk persiapan natal.

Rutinitas? Entahlah! (dan semoga tidaklah demikian) Hal besar terjadi dalam 3 hari ini, dan saya berusaha memperoleh berkat paskah itu. Ada masalah dalam benak pikiran saya: soal pekerjaan, relationship stuff, kekuatiran … just name it!

Tapi, saya juga sadar. There’s a much greater thing to thing about at this Great Friday. Bukti kasih-Nya, dan bukti kuasa-Nya. Kasihnya Dia buktikan, dengan mati diatas kayu salib, kuasa-Nya Dia buktikan lewat kebangkitan-Nya.