Menjalani Hidup: Mimpi, Strategi, Kerja + Visi, Kehendak, Waktu dan Pimpinan Tuhan

Orang Kristen harus punya mimpi. Bukan cuma mimpi tapi tidak melakukan apa-apa, tapi harus juga punya strategi matang dan kerja yang nyata. Sambil di saat yang sama belajar mengerti visi Tuhan dan apa yang menjadi kehendak-Nya yang harus kita kerjakan; sabar dan peka terhadap waktu dan pimpinan-Nya.

(disadur dari kutipan renungan yang diberikan Pdt. Dr. Stephen Tong @ Master Class)

Iklan

PA: Keluarga & Masyarakat

menyembah Tuhan: seluruh hidup diberikan secara utuh kepasa Tuhan.

kiamat itu menjadi sesuatu yg menakutkan, hanya bagi mereka yg akan di hukum.

hal-hal penting mengenai hidup, keselamatan, Firman adalah tanggung jawab orang tua untuk mengajarkannya kepada anak (bukan guru, bukan pendeta, bukan orang lain)

prinsip penting dalam ibadah keluarga:
1. disiplin waktu
2. memuji Tuhan
3. doa
4. bagikan Firman

Anugerah Tuhan Lewat “Tubuh”

Jika malaikat berbuat dosa ia berdosa dalam keadaan rohaniah yang kekal
Jika manusia berbuat dosa ia berdosa dalam keadaan jasmani yang berada kurung waktu
Itulah sebabnya manusia berbeda dengan malaikat.
Perfect_humanDengan demikian, keberadaan manusia dalam bentuk tubuh jasmaniah adalah suatu anugerah, karena jika manusia sudah tidak lagi berada dalam tubuh, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Ia harus berhadapan langsung dengan Allah. Keberadaa manusia dalam bentuk tubuh jasmaniah adalah waktu yang masih Tuhan berikan menyelesaikan dosa-dosanya sebelum ia berhadapan dengan Allah.
.
Selain itu juga, melalui tubuh, Allah menggenapkan rencana keselamatanNya melalui Kristus. Manusia yang seharusnya dihukum, tapi mendapat anugerah. Dengan demikian, manusia bisa menaikan ucapan syukur yang lebih, karena melalui keberadaan kita dalam tubuh, kita bisa mengalami pernyataan kasih Allah berupa penebusan oleh Kristus (yang tidak dialami oleh malaikat).
.
(Catatan diatas adalah catatan singkat pribadi saya dari Eksposisi Ibrani 2 oleh Pdt. Dr. Stephen Tong)

Kesimpulan:

Setelah memahami hal diatas, jangan lagi menganggap tubuh sebagai “penjara bagi jiwa”. Walau dari tubuh kita saat ini kita merasakan berbagai kesukaran, kita mengingat selalui bahwa segala yang kita alami dalam keadaan tubuh ini masih kecil dibanding dengan segala anugerah yang Ia sediakan bagi kita. Seperti pernyataan Paulus:

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Filipi 3:7-11

Ingat! Selama Anda masih memiliki nafas hidup, gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Jangan bermain-main dengan dosa. Bertobat! Pergunakan segala kesempatan yang Tuhan berikan sebaik mungkin untuk kemuliaan NamaNya, karena setelah yang jasmaniah berlalu, hal itulah yang akan tinggal tetap dalam kekekalan.