Martin Luther dan Setan

Luther banyak membahas tentang setan, tapi banyak ahli yang menganggap bahwa ini adalah sisa-sisa abad pertengahan yang harus disingkirkan dari pemikiran Luther. Tapi Heiko Oberman, seorang ahli sejarah menyatakan bahwa ini bukan masalah abad pertengahan yang kuno, tapi Luther justru membagikan suatu hal yang penting bagi jaman sekarang. Ini mungkin warisan dari Luther yang harus kita pahami lalu kita gumulkan dan renungkan. supaya jangan kita menjadi orang Kristen yang sudah dihantam modernisme dan menjadi skeptik akan apapun, tentang Tuhan, tentang Kristus dan tentang kuasa gelap.

Ada beberapa poin yang disimpulkan Oberman mengenai pemikiran Luther tentang setan.

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. — Efesus 6:10-20 (TB)

Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. — Wahyu 12:13-17 (TB)

Oberman menyelidiki bahwa apa yang luther katakan bukanlah dongeng abad pertengahan, tapi adalah apa yang yang Alkitab katakan tentang si setan itu. Dan Luther sangat percaya bahwa kita harus tahu siapa musuh kita itu karena kalau tidak, kita tidak akan pernah benar-benar mengerti bagaimana bergumul di tengah dunia ini.

Peperangan Antara Kristus & Setan

Kristus dan setan sedang berada dalam keadaan perang. Peperangan dalam “cosmic war”. Mereka berperang karena mereka ingin menguasai seluruh gereja dan seluruh dunia. Baik setan maupun Kristus, ingin menaklukkan seluruh dunia. Pemikiran itu didasarkan pada kitab Wahyu. di Sorga ada peperangan besar antara Mikael melawan naga dan malaikat2nya. Jadi, Sorga bukan tempat yang steril yang di dalamnya ada hal-hal yang kudus saja, itu bukan pemikiran yang Alkitabiah. Kalau kita berpikir kalau Sorga adalah tempat final yang bersih yang tidak tersentuh apapun, itu adalah pemikiran yang salah. Karena Alkitab menggambarkan bahwa di Sorga itu ada setan. Setan bukan tinggal di neraka. Setan akan di lempar ke neraka, tapi dia bukan tinggal di neraka, neraka adalah tempat hukumannya dia, Setan tinggal Sorga.

Bukankah kita mau masuk Sorga? Alkitab mengatakan bahwa kita mau mau masuk ke dalam kerajaan Sorga yang sudah dimurnikan. Kapan? ketika Kristus sudah menjadikan langit dan baru dan bumi yang baru. Baru setelah itu langit dan bumi steril dari kuasa jahat. Itu sebabnya ketika kita membaca kitab-kitab seperti Ayub, setan bersama dengan malaikat datang menghadap Tuhan, saudara jangan kaget. “Kok bisa?!?”

Kadang iman Kristen kita dipenuhi oleh teologi mitos yang bukan dari Alkitab. Kita sudah percaya ini dari dulu, tapi kita tidak sadar kalau ini tidak ada dalam Alkitab. Ini salah satunya, makanya jangan sampai kita kaget kalau Alkitab membagikan hal-hal yang berbeda dengan apa yang kita percaya selama ini.

Kita akan kaget akan Alkitab membagikan hal-hal yang beda dengan apa yang kita percaya, dan tugas kita adalah untuk memperbaiki cara kita percaya sesuai dengan Alkitab. Itu sebabnya ketika dalam kitab Ayub setan datang menghadap Allah lalu berdiskusi dengan Dia lalu berbicara tentang Ayub, dan kemudian ada deal tentang Ayub, saudara tidak perlu kaget, karena memang setan bisa masuk ke situ.

Tetapi waktu dia sudah dibatasi, dan Alkitab mengatakan dalam kitab Wahyu “ada perang di Sorga”. Mikael dan malaikatnya berperang melawan setan. Tapi akhirnya setan dilempar ke bumi, dia tidak lagi memiliki akses ke Sorga, setelah Yesus dilantik di situ. Jadi Kristus dan setan itu sedang bertarung untuk posisi. Yesus bertahta dan setan di lempar. Waktu ia dilempar ke bumi, kitab Wahyu mengatakan ia sangat sadar bahwa waktunya tinggal sebentar maka dia berjuang untuk merusakan segala hal yang ada di bumi. Ini yang sedang ia kerjakan, tetapi Kristus tidak mau bumi ditaklukan oleh setan. Maka Kristus dengan tentara-Nya, yaitu kita. Sedang berperang melawan setan. Jadi saudara dan saya tidak bisa tidak, kita sedang terlibat dalam peperangan ini  dan tidak ada seorang pun yang bisa menghindar dari keterlibatan dalam pergumulan ini.

Jadi, kita yang hidup tahu ada dua pihak yang sedang bertempur, yaitu Yesus dan setan. dan saudara tidak bisa netral. Saudara hanya bisa pilih, mau ikut yang mana? Entah saudara bersama Kristus atau melawan Dia. Itu sebabnya ini adalah peperangan yang harus disadari oleh semua orang Kristen. Biarlah semua orang Kristen sadar dan bangun, dari segala pergumulan yang cuma mentok pada diri sendiri. Kita kalau terus menerus gagal dengan diri, kita jangan lupa kalau ada musuh yang sangat besar dan bahaya yang  sedang bertarung melawan Kristus dan semua milik Kristus, yaitu setan.

Kesadaran ini, menurut Luther harus ada. Karena kalau kesadaran sedang ada perang itu tidak kita miliki, maka pasti kita akan menjadi pihak yang ditaklukkan. Saudara dan saya harus senantiasa ingat ada peperangan yang secara konsisten terus terjadi. Peperangan yang tidak akan berhenti sampai Kristus menyatakan kemenangan-Nya. Peperangan yang tidak akan selesai, sampai setan ditaklukkan dan dihancurkan. Maka peperangan ini sedang terjadi dan saudara dan saya harus berbijaksana untuk memilih sisi mana kita berada dan sadar siapa musuh kita waktu kita sudah memilih pihak itu.

Kekuatan Setan

Hal berikutnya Luther ingatkan adalah kalau kita tidak sadar betapa besarnya kuasa dari setan maka kita mungkin akan mengurangi kepercayaan kepada Kristus hanya sebatas ide tentang Kristus (Oberman). Luther sangat percaya kalau saudara dan saya tidak sadar betapa kuatnya setan, saudara dan yang tidak akan pernah mengerti apa itu percaya kepada Kristus. Kepercayaan kita akan menjadi kepercayaan yang tidak pernah teruji karena kita tidak sadar ada musuh yang besar. Kita tidak tahu apa itu iman kepada Kristus, mungkin kita mengenal hanya sebatas ide tentang Kristus. Kita mungkin tahu sedikit tentang Kristus, mungkin kita tahu bagaimana menjelaskan Kristus, kita tahu pemikiran tentang Kristus, tetapi saudara dan saya tidak akan pernah tahu apa itu percaya kepada Kristus.

Percaya kepada Kristus artinya saudara akan melewati sesuatu yang tanpa Kristus mustahil melewatinya. Saudara tidak mungkin jalankan kalau bukan karena Kristus. Tapi kita menolak menjalankan apa yang tidak mungkin itu karena kita tidak pernah tahu apa itu “percaya kepada Kristus”. Kita menolak menjalaninya karena kita selalu percaya kepada diri. Segala kesulitan tidak bisa kita lewati, karena kita cuma percaya ‘diri’. Dan waktu kita kalkulasi diri kita, kita tahu diri kita lemah dan kita berhenti dalam kelemahan itu. Berapa orang akhirnya mentok dalam kelemahannya sendiri, karena ia tidak mengerti apa itu bergantung kepada kuasa Kristus.

Saudara, saya mendapat anugerah besar sekali mulai dari minggu lalu sampai sekarang, yaitu dapat kesempatan harus bicara terus tanpa pernah berhenti, tapi di saat yang sama saya juga mendapat sakit batuk bahkan suara sempat hilang dan saya tidak mengerti, karena jadwalnya sangat padat. Pada waktu saya tidak mungkin saya tidak bisa lihat kekuatan untuk bicara sepanjang itu bisa terjadi, tapi ternyata bisa. Ini hal-hal kecil. Tapi kalau saya mengatakan “sudah lah karena penyakit ini saya tidak bisa maju. kita memang terbatas kok, kita batalkan saja.” Maka kita kita tahu apa itu “melampaui kekuatan sendiri”.

Luther mengatakan: “kalau kamu tidak tahu betapa kuatnya setan kamu tidak tahu apa itu percaya kepada Kristus. Kalau kamu tidak tahu apa yang dia bisa lakukan, kamu juga tidak tahu apa yang Yesus lakukan sehingga Ia bisa mengalahkan dia.” Inilah yang dilakukan di zaman modern. Zaman modern sudah melakukan eksorsisme terhadap setan. Zaman modern sudah mengusir setan dari pikiran, dari pelajaran, dan itu yang setan senang. setan paling senang kalau dia dilupakan karena dia low profile.

Pada suatu kali Pdt Stephen Tong pernah mengatakan “belajarlah dari setan”. Pada waktu ia mengatakan itu, para pendengarnya kaget. Tapi yang dimaksud adalah bahwa setan itu kerja keras tanpa mau kelihatan menonjol. Kalau dia kerjakan sesuatu pasti efektif dan saudara tidak sadar itu dia yang sedang kerjakan. Makanya, setan yang hobi menunjukkan diri, pamer lalu menunjukkan taring yang besar, itu setan junior. Masih belum belajar bagaimana menaklukkan manusia, cuma bisa bikin anak-anak nangis. Jadi setan itu tidak terlalu hebat kalau cuma bikin manusia ketakutan. Itu sebabnya, kalau saudara dan saya hanya mengerti setan dalam cara-cara yang aneh itu, setan senang. Karena orang tidak sadar betapa hebatnya dia.

Maka, waktu Luther mengingatkan bahwa kamu harus tahu kekuatannya setan, karena kalau tidak, kamu tidak akan merasa perlu percaya kepada Kristus. Ini sedang terjadi di zaman modern. Pada saat kamu lupa kekuatan setan, pada waktu itu kamu tidak mengerti apa itu beriman kepada Kristus. Coba lihat, zaman sekarang semua dijelaskan secara rasional, ada penjelasan untuk semuanya. Bahkan penjelasan untuk setan pun ada. Zaman sekarang sudah melupakan setan yang diberitakan Alkitab dan karena itu kita tidak mengerti apa perlunya beriman kepada Kristus. Bagaimana kita bertahan hidup? gampang! yaitu ya, kerja! Gimana bisa dapat kerja yang baik? ya, kuliah yang bagus! Cari kerja yang bagus, cari uang, menabung … tidak ada yang terlalu sulit. Akhirnya orang Kristen hanya sibuk mengerjakan apa yang kita bisa lakukan, dan kita tidak tahu apa itu percaya kepada Tuhan.

Saudara, saya mau coba dorong saudara untuk melakukan melakukan apa yang saudara tahu tidak mungkin saudara lakukan tapi toh saudara tetap lakukan demi kemuliaan Tuhan. Pada waktu itu saudara akan sadar apa artinya percaya kepada Tuhan. Apa artinya sujud kepada Tuhan dan mengatakan “Tuhan ini tidak mungkin, bagaimana bisa?” dan ternyata bisa. Itu berarti Tuhan sedang melatih kita untuk beriman kepada Dia. Oleh sebab itu, Luther mengingatkan salah satu caranya adalah mengingatkan diri kita betapa besar dan kuat musuh kita itu. Sehingga kita tidak punya pilihan selain lari kepada Tuhan Yesus dan berharap Dia menjadi kota benteng kita.

Saudara kalau lihat lagunya Luther “… si jahat yang geram, berniat menang, ngeri kuasa dan tipu daya nya, di bumi tak bertara. …” tapi sebelum perkataan itu, Ia sudah mengatakan: “Allahku itu benteng yang kukuh, perisai dan senjata.” Mengapa Allah itu benteng yang kukuh? karena si jahat itu gagal menang karena kita punya Allah yang adalah benteng yang kukuh. Jadi ini semua berkait mengenal Allah sebagai benteng berarti mengenal ada musuh yang kuat yang tidak bisa menembus benteng ini.

Tanpa mengingat dan menyadari bahwa setan mempunyai kekuatan yang besar, maka kita tidak mungkin tahu apa itu percaya kepada Kristus, kita akan menghilangkan pengertian percaya kepada Kristus, dan menggantikannya dengan “ide tentang Kristus”. Kita mungkin bisa menjelaskan Kristus dari doktrin Kristologi dengan lengkap, tapi itu bukan berarti kita percaya kepada Kristus. Maka percaya kepada Kristus akan terjadi ketika saudara dan saya mengerti bagaimana berserah kepada Dia karena musuh yang terlalu kuat.

Saya pikir tidak ada saat dimana kita benar-benar sadar betapa perlunya bergantung kepada Tuhan tiap-tiap hari sampai kita mendapat kesadaran mendapat musuh yang kuat. Saat menghadapi kesulitan, kita akan sadar bahwa kita butuh berdoa tiap hari. Tapi, kalau tidak ada kesulitan, apa tidak perlu berdoa tiap hari? kenapa kita merasa tidak perlu berdoa tiap hari? Karena kita cuma lihat kekuatiran dan kesulitan yang di depan mata. Tapi, Luther mengingatkan kalau setan itu tidak suka keliatan, tapi dia ada. Kalau dia tidak kelihatan tapi dia ada, bukankah musuh kita itu selalu mengintai mengapa kita tidak waspada tiap hari? Kenapa kita tidak doa dengan doa yang ketat ketika kita lihat musuh yang keliatan? Ini yang jadi problem. Saudara dan saya harus percaya kepada Kristus, karena kita tahu tanpa beriman kepada Kristus, bergantung kepada Dia dan berpegang kepada Dia, musuh kita akan menaklukkan kita dengan sangat gampang.

Musuh Kita: Iblis

Natal adalah Allah (Kristus) datang bagi kita. Tetapi ketika kita mengatakan “Allah bagi kita” pada waktu yang sama itu juga berarti “setan lawan kita”. Siapa yang bisa melawan kita? Setan. Bisakah setan menang? Memang tidak. Tapi, jangan lupa dia bisa hantam kita dengan keras sekali. Setan sudah takluk, tapi cara yang paling gampang untuk takluk balik kepada setan adalah menganggap dia tidak bisa apa-apa lagi. Sudah tentu ada saat kita mengatakan “setan tidak mungkin menang” tapi kita harus katakan ini dengan niat berjuang bukan dengan santai dan tenang. Karena pada saat kita santai dan tenang, dia akan jatuhkan kita dengan gampang.

Sama seperti saudara berjalan, kemudian saudara melihat musuh. Kemudian saudara hina musuh itu, saudara harus siap kalau dia menyerang balik saudara. Itu sebabnya Luther mengingatkan, seruan yang mengatakan Allah bagi kita sangat kuat tapi harap kamu berjaga-jaga, karena pada waktu itu setan menjadi musuhmu. Beberapa kali, ketika saya melakukan calling saya mengatakan bahwa hari ini adalah hari dimana kamu milik Tuhan dan ini adalah hari dimana setan akan mati-matian berusaha menjatuhkan kamu. Siapakah kita? kita memang bukan orang penting, tapi setan mau menghancurkan orang-orang yang percaya Kristus. Dia mau mengambil kembali benih injil itu. Dia mau merusak hidup orang Kristen sehingga mandul dan tidak berguna. Dia mau membuat orang Kristen menjadi orang-orang yang tidak ada beda dengan dunia ini, cuma sandang nama Kristus. Dan itu sebabnya, waktu kita mengatakan “Allah adalah bagi kita” pada saat yang sama “setan adalah menjadi musuh kita”. Itu sebabnya saudara dan saya harus hati-hati dan waspada perlu mengingat setiap kali bahwa ketika kita mengikut Tuhan ada musuh yang senantiasa mengintai.

Musuh yang sudah dilempar dari Sorga ke bumi dan setelah itu dia bergiat karena dia tahu waktunya sudah singkat untuk mengacaukan bumi, dan Alkitab mengatakan: “celakalah bumi karena si ular itu sudah dilempar…”. Naga itu sudah di bumi, dan dia akan merusakan segala sesuatu, dengan kuasa politik, dengan agama palsu, dan dengan hal-hal lain untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan. Dia mempunyai tipu daya dan kekuatan yang sangat besar, maka saudara dan saya sedang mendeklarasikan perang kepada dia yang dulunya teman kita. Dulu sebelum kita milik Tuhan kita adalah sekutu dengan setan, tetapi setelah kita menyatakan diri milik Tuhan, pada waktu itu kita sedang deklarasikan perang dengan setan.

Manifestasi Pekerjaan Setan

Martin Luther adalah orang yang mengerti apa itu tahayul dan mengerti apa itu setan menurut Alkitab. Sebelumnya dia adalah seorang yang sangat takut dengan semua cerita tahayul. Luther tahu membedakan iman dengan tahayul, tapi Luther benar-benar menganggap gangguan dari setan itu nyata. Bahkah Ia diganggu dengan cara yang begitu menakutkan, karena dia kadang-kadang mengaku melihat sang penantang itu muncul.

Dari beberapa cerita yang beredar tentang pengalaman Luther tentang ini sebagian sudah dilebih-lebihkan, ditambah bumbu. Tapi meskipun demikian ada esensi dari cerita itu yang mungkin benar-benar terjadi. Pernah suatu kali dia mau tidur kemudian dia diganggung dengan sosok yang bergerak-gerak di dekat tempat tidurnya. Kemudian Luther mengatakan, saya tahu pada saat itu setan sedang mengganggu saya untuk tidak bisa dengan tenang tidur, tapi waktu itu dia langsung berlutut dan berdoa: “Terima kasih, Ya Tuhan, karena engkau mengizinkan gangguan ini mengingat aku untuk sujud dan berdoa kepada-Mu”. Jadi, seperti seolah Luther mengatakan kalau Tuhan sedang pakai setan ini untuk membangunkan saya, supaya saya ingat berdoa. Pada saat kita mengalami hal seperti itu, bisakah kita melakukan hal yang sama? berlutut dan berdoa? Tapi, itulah yang Luther lakukan, ia tidak terlalu takut ketika setan lakukan itu.

Contoh lain lagi: Satu kali, dia sedang menulis kemudian ia mendengar suara yang keras dari atas yang keras sekali, suara seperti orang menyeret bongkahan kayu. Tidak mungkin ada orang yang menyeret bongkahan kayu di atas rumah. Maka, dia tahu kali ini ada gangguan dari setan. Seretan itu semakin besar, dia terus tahu ini gangguan dari setan, maka dia mengatakan dalam doa nya: “Usirlah dan enyahkanlah si jahat ini, dia benar-benar membahayakan iman saya, (karena) suara itu terlalu keras saya tidak bisa konsentrasi membaca dan menulis.”

Lain waktu lagi: dia sedang melakukan hal yang sama, dia mendengar suara yang sama. Lalu dia menolak untuk terganggu, dia terus berusaha belajar, tapi tidak bisa. Akhirnya karena gangguan terlalu keras, dia pergi tidur. Waktu dia bangun pagi dia menyesal “kenapa tidur, seolah saya kalah … kalau saya diganggu seharusnya saya bertahan supaya saya menang, supaya Iblis tahu kalau dia gagal mengganggu saya.”

Lalu pernah terjadi lagi: Ketika Luther sedang menterjemahkan Alkitab juga, ada wajah orang seperti Kristus muncul lalu mengatakan: “Akulah Kristus”, kemudian Luther teriak: Enyahlah setan!” dan bayangan itu pergi. Kemudian orang bertanya: “kenapa kamu tahu itu setan?” Luther mengatakan kalimat yang mengharukan sekali: “Saya sedang membaca Firman-Nya Kristus, tidak mungkin Tuhan Yesus berfirman kepadaku ketika aku membaca Alkitab, aku merasakan kehadiran-Nya pada saat aku membaca Alkitab, Dia hadir bersama aku. Yang itu bukan Dia” Luther sangat peka sekali terhadap kehadiran Tuhan. Ini hal penting yang Luther ajarkan. Alkitab itu yang menyatakan Yesus, tidak ada sumber lain. Jangan rasa dekat dengan Tuhan lewat sumber lain, hanya Alkitab.

Luther pernah mengalami berhadapan dengan setan, tetapi yang berbeda dari perkataan Luther ketika Ia mengajar orang untuk berhati-hati dengan setan, pengajarannya bersifat tahayul, meskipun ia punya pengalaman seperti itu. Dia tidak mengatakan misalnya: “Kalau kau di ganggu setan, langsung bacakan Doa Bapa Kami 3x lalu percikan air suci 3x, … kemudian setan akan pergi. Dia tidak pernah mengajarkan seperti itu. Dia punya pengalaman sepertinya bertemu setan, tapi dia tidak pernah mengajarkan jemaatnya untuk mewaspadai pertemuan seperti itu. Dia tahu bahayanya setan ada di tempat lain, maka ia siapkan jemaat untuk menghadapi kekuatan penuhnya, bukan kekuatan yang interaktif dengan tahayul abad pertengahan ini. Tidak ada yang bisa tahu tipu daya setan kecuali ia membaca apa yang alkitab katakan tentang si jahat ini. Jangan dapat sumber tentang si jahat dari tempat lain, apalagi dapat dari dongeng-dongeng kuno atau film-film. Tidak ada bagian seperti itu yang bisa diinteraksikan dengan pengertian tentang setan, dan Luther menolak walaupun ia pernah punya pengalaman seperti itu, Luther menolak membahas pengertian tentang setan dengan cara membahas dongeng-dongeng tentang hantu. Maka Ia tidak pernah mengajarkan tentang eksorsisme.

Meskipun demikian, pengalaman orang yang dirusak oleh setan, pengalaman orang dirasuk oleh setan adalah pengalaman yang nyata, benar-benar terjadi. Pada waktu NT Wright berbicara dengan seorang hamba Tuhan, seorang yang sangat skeptik, tidak percaya dengan hal-hal yang bersifat supranatural. NT Wright bertanya apakah ia masih percaya seperti itu? Ia menjawab: “Tidak, saya sekarang percaya dengan semua yang alkitab katakan. Saya percaya kuasa dari Tuhan, mujizat-Nya dan semua hal yang alkitab katakan.” Mengapa bisa seperti itu? Ia bercerita: waktu saya lulus sekolah teologi, saya melayani di sebuah desa, saya menjadi pastor di tempat itu,kemudian ada seorang remaja perempuan yang kerasukan setan. Saya tidak tahu dia kerasukan, orang tuanya membawanya ke saya, kemudian orang tuanya mau saya konseling dia. Saya konseling dia dan hal-hal aneh terjadi. Dia mulai menggeram-geram. Saya bingung bagaimana konseling orang yang menggeram-geram. Dia pikir ini cuma salah satu fenomena psikologis dan dia berpikir bahwa Alkitab pun salah memahami fenomena psikologis. Orang kerasukan itu sebenarnya gila, cuma gangguan pikiran. Tapi pada saat itu ia sadar gangguan psikologis dengan apa yang temui itu beda. Ketika ia melakukan konseling, ia mulai merasa ada sesuatu yang beda dengan apa yang saya ketahui dengan fenomena psikologis. Akhirnya anak itu makin aneh, dan ia makin makin bingung. Lalu anak itu diam, lalu anak itu meninggalkan orang itu tanpa peduli apapun yang ia katakan. Besoknya ibunya telepon berkata: “Tolong, anak saya ada di kandang, lalu dia pake kawat duri, dia lilitkan ke lehernya dan dia mengancam dengan teriak-teriak: ‘Siapapun mendekat saya akan potong leher orang ini; Saya tidak mengerti kenapa anak ini berkata ‘leher orang ini’”. Lalu pendeta ini datang dan lihat remaja itu masih lilitkan kawat duri itu. Melihat itu pendeta itu langsung loncat dekati perempuan itu dan perempuan itu berteriak: “saya akan potong leher dia, benar-benar saya akan potong.” Dia mundur dan sadar benar, ini bukan fenomena psikologi lagi. Pada waktu itu, dia coba untuk tenangkan anak ini, kemudian setelah ia telah cukup dekat, dia ambil kawat duri itu dari tangannya dia bertarung untuk melepaskan dan dia kaget, anak ini sangat kuat sekali, sampai ia dibanting 2x. Pendeta itu berkata: “Saya memang tidak belajar judo, tapi saya rasa anak ini juga tidak, tapi kok dia bisa banting saya 2x?”

Pada saat itu polisi datang, dan sangat sulit bagi mereka untuk menaklukan anak ini. Waktu itu dia mengerti, mungkin saya harus baca alkitab dengan cara yang lain, mungkin saya harus benar-benar tahu bahwa ada kuasa jahat dan kuasa Kristus yang menang atas kuasa jahat. Sejak saat itu ia benar-benar jadi orang yang rendah hati dan tidak lagi menjadi orang yang skeptis karena pengalaman seperti ini.

Iblis, Sang Perusak

Hal-hal seperti ini adalah real, dan kadang Tuhan ijinkan kita mengerti bahwa ada hal yang tak terjelaskan sedang terjadi karena memang ada kuasa jahat yang sedang menghancurkan setiap hal yang indah yang Tuhan kerjakan di dunia ini. Maka Luther mengatakan bahwa setan itu adalah pribadi yang sangat violent, sangat keras melawan Tuhan, keras melawan manusia, keras melawan bumi. Dia adalah yang mau merombak ciptaan, merusak ordonya, merusak ketentramannya, merusak ketenangannya, mengganggu segala hal yang indah yang Tuhan ciptakan, dan membuat semuanya menjadi negatif dan jelek. Dia adalah yang mau membalikan ciptaan yang tadinya damai sejahtera kembali menjadi kacau. Dia membuat pribadi manusia tidak lagi seperti manusia, dia membuat relasi antar manusia tidak lagi seperti seharusnya, dia membuat antara manusia dengan alam menjadi begitu rusak, dia membuat manusia seperti binatang, dia membuat manusia menjadi liar, dan akhirnya menjadi seperti tidak beda dengan segala yang cemar dan jahat dari dirinya sendiri. Dia membuat manusia menjadi kotor dan jahat seperti dia. Bagaimana cara dia lakukan ini? dengan membentukan manusia dengan Tuhannya. Dia akan mengambil injil, dia akan mengambil Firman, dia akan mengambil semua hal yang baik, lalu merubahnya menjadi kacau, dan mengacaukan banyak hal. Dia menipu manusia, dia menuduh manusia, dia akan menyatakan kesalahan kita setelah sebelumnya mendorong kita untuk bersalah. Maka dia adalah yang akan merusakkan semua tatanan baik yang Tuhan jadikan.

Tanpa sadar kita sedang terpengaruh oleh bujuk rayu nya setan waktu kita lebih senang hal yang rusak dari pada hal yang membangun, karena kita terlanjur memikirkan hal yang rusak itu sebagai hal yang baik. Iblis menipu manusia, sehingga manusia tidak tahu apa itu indah dalam Tuhan dan tidak bisa membedakannya dengan yang jelek. Kalau dulu, seni adalah bagaimana membedakan yang indah dari yang jelek, yang bermakna dari yang tidak, maka sekarang seni itu bersifat sangat subjektif. Keindahan itu ada di dalam mata yang melihat. Kalau saya bilang “indah” berarti indah, kalau saya bilang “bagus” berarti bagus, meskipun menurutmu “jelek”, saya tidak peduli, karena seni bersifat subjektif. Tapi tanpa sadar saat itu sebenarnya kita sudah ditipu untuk tidak mengerti apa yang baik dari Tuhan dan kita sering kali melupakannya; menukarkan apa yang baik dari Tuhan dengan apa yang kacau dari setan, tapi kita sendiri tidak sadar.

Kita harus belajar jadi orang yang limpah. Iblis senang kita senang yang jelek, karena dengan demikian kita akan jadi orang yang jelek dan tidak limpah. Tuhan mau kita jadi orang yang berlimpah. Ada begitu banyak hal menyenangkan yang manusia mau capai, dan Alkitab mengatakan Tuhan mau memberikan banyak sekali aspek yang  bisa membuat kita bersukacita, menyenangi Dia. Itu sebabnya Iblis mau menipu kita, sehingga kita salah mengenal Tuhan. Tuhan dikenal sebagai kakek tua yang membosankan yang duduk di kursi yang tidak tahu lagi mau berbuat apa, yang apapun dikerjakan-Nya membosankan. Alkitab tidak mengatakan demikian, Tuhan kalau bicara seperti desau air bah. Semuanya entah gemetar atau takut atau sujud mengagumi. Hal yang paling menakutkan adalah dari Tuhan, hal yang paling indah juga dari Tuhan. Hal yang paling mengagumkan itu dari Tuhan, hal yang paling penuh dinamika juga dari Tuhan. setan itu tidak ada dinamika. Setan adalah tiruannya Tuhan yang sebenarnya, palsu dan kering. Saudara kalau baca kitab Wahyu, disana ada banyak sekali tanda-tanda dan setan berusaha imitasi Tuhan tapi jauh bedanya luar biasa. Di dalam kitab Wahyu dikatakan, Allah adalah Allah yang ada yang sudah ada sejak purbakala dan akan ada terus. Sedangkan untuk setan, Alkitab mengatakan ia adalah yang ada tapi juga yang tidak ada. Tapi meskipun kalau dibandingkan dengan Tuhan dia terlalu rendah, terlalu jelek, terlalu kacau, tapi tetap dia memiliki kekuatan untuk mengancurkan kita menjadi bukan manusia. Dia sedang berusaha membuat kita menjadi bukan manusia; dia melawan Tuhan dengan gecar; dia menghancurkan manusia dan dia menghancurkan tatanan Allah; dia akan kerja dengan giat; supaya manusia menghancurkan; keluarga manusia sendiri, dia akan bekerja dengan giat, supaya pemuda menghancurkan masa depannya sendiri; dia akan bekerja dengan giat, supaya hamba Tuhan menghancurkan gerejanya sendiri; iia akan bekerja dengan giat, supaya pemerintah menghancurkan negaranya sendiri.

Iblis, Sang Penuduh

Luther juga mempunyai pengertian bahwa setan itu bekerja sangat efektif sebagai sang penuduh. Luther paling ketakutan ketika dia ada di Worms waktu hari malam menjelang hari kedua. Dia begitu ketakutan di tempatnya. Waktu itu dia berteriak-teriak melawan suatu pribadi yang tidak ada seorang pun oleh bisa lihat. Sehingga orang melihat Luther mengatakan Luther sudah gila. Tapi Luther berkata, dia tidak gila, dia benar-benar diserang setan. Waktu itu setan sedang mengatakan “percuma berjuang… percuma berjuang… percuma berjuang… bukankah kamu musuhnya Dia? kamu orang jahat, kenapa berjuang untuk Dia? besok kamu mau mengatakan apa? kamu akan ditangkap oleh orang-orang Katolik, kamu akan dibunuh. kamu akan dibakar. Untuk apa mati bagi Dia kalau kamu musuh Dia. Kamu musuh Dia, besok kamu mati dan masuk neraka.” Setan terus mengatakan itu, lalu Luther mendebat dengan mengatakan: “Tidak! saya milik Tuhan, saya sudah dibaptis.” Setan mengatakan lagi: “Tidak! kamu orang jahat, kamu pendosa. Apa makna baptisan mu itu? tidak ada makna. Kamu akan dibuang. Gereja sudah buang kamu setelah itu Tuhan akan buang kamu. Menyerahlah! Kenapa berjuang!” Luther mengatakan “Tidak!”, ia menulis di kemudian hari: “waktu itu godaan setan paling besar. Godaan terbesar itu adalah ketika ia mengkuatirkan bahwa pemikirannya tentang Tuhan itu ternyata salah.” Dan itu adalah cara Iblis yang paling bahaya.

Setan menuduh kita untuk membenci Tuhan memisahkan kita dari Tuhan, dan menyelipkan begitu banyak ajaran yang kacau sehingga kita tidak sadar kalau kita sedang melawan Tuhan oleh tipu dayanya. Begitu banyak orang menjadi curiga kepada Tuhan. “Kalau Tuhan begitu baik, kenapa kamu menderita?” Padahal Alkitab mengatakan Allah berdaulat atas penderitaanmu, ini yang harus dipercaya orang Kristen. Engkau menderita pun itu berada dalam kedaulatan Tuhan. Tetapi Iblis akan membuat kita mempertanyakan itu. “Kenapa kalau Tuhan berdaulat tidak sekalian membuat hidup saya baik? Kenapa Tuhan suruh saya hidup di dunia yang kejam? Mengapa memberi orang tua yang seperti ini? Kenapa kasih lingkungan seperti ini? Kenapa saya seperti ini? Kenapa masa depan saya tidak jelas? Kenapa saya kekurangan terus? Kenapa saya diserang terus? Kenapa saya sakit? Kenapa saya tidak bisa sehat? Kenapa saya tidak seperti orang lain? Iblis akan membuat kita menjadi anti-tesis dari diri kita yang Tuhan inginkan. Kita menjadi orang picik, picik kepada Tuhan dan picik kepada sesama. Kita menjadi orang kerdil yang kerdil kepada Tuhan dan kerdil kepada sesama.

Saudara, banyak orang kerdil di dunia ini. Orang kerdil itu orang berfokus pada diri. Kalau diri dapat, dia senang, kalau orang lain dapat, ia mulai iri. Orang kerdil gampang sekali iri, orang kerdil itu sangat benci dengan kesuksesan orang lain, lihat orang berbakat mulai iri, lihat Tuhan pun marah karena membuatnya seperti ini. Semua “kenapa … kenapa … kenapa …”  dimunculkan oleh setan, memberikan kita alasan untuk membenci Tuhan. Memberikan kita alasan untuk tidak beribadah kepada Tuhan.

Inilah strategi setan yang menurut Luther paling sukses untuk dirinya. Setan pernah menunjukkan diri, mengganggu Luther, Luther anggap itu bukan apa-apa. Setan pernah muncul dan menampakkan wajahnya yang mengerikan itu, dan Luther anggap itu bukan apa-apa. Tapi ketika Setan berkata: “mengapa kamu berjuang bagi Tuhan? bukankah kamu berdosa? Tuhan akan buang kamu ke neraka.  Tuhan itu jahat, Dia akan buang kamu ke neraka dan sebelum ke neraka Ia akan menaruh kamu dalam permusuhan orang Katolik. Ini kejam sekali, makanya Luther mengatakan “Setan, Sang Penantang, Sang Penuduh”. Ia akan menuduh kamu dan ini adalah pekerjaannya yang dikerjakan paling baik. Apa maksudnya “menuduh”? “Menuduh” berarti membuat saudara menjadi tertuduh di hadapan Tuhan dan membuat saudara sadar, Tuhan itu musuh saudara. “Tuhan musuh kita. Kalau Tuhan baik, kenapa Tuhan kita begini?” Ini cara setan mulai menyerang. Luther bergumul sangat berat sekali, sampai dia terus berteriak “saya sudah dibaptis, saya sudah dibaptis, saya sudah dibaptis, …”. Setelah itu Tuhan memberikan dia kekuatan untuk berani. Dia menyatakan “enyahlah setan, karena saya milik Kristus, selamanya”.

Ini menjadi suatu peringatan buat kita. Hati-hati ketika setan membuat engkau kecewa kepada Tuhan. Kenapa boleh kecewa kepada Tuhan? Karena setan yang beri alasan. Setan yang memberimu 100 alasan untuk kecewa kepada Tuhan. Kenapa orang tua saya seperti ini? Tapi toh masih ada orang tua. Kenapa tidak bersyukur untuk itu? Kenapa saya sakit-sakitan? Tapi toh masih hidup, kenapa tidak bersyukur untuk itu? Tuhan bisa membentuk kita dalam hal apapun. Di dalam kesulitan, di dalam kesenangan. Di dalam hal yang menyenangkan, di dalam hal yang menakutkan. Di dalam relasi yang indah, di dalam kehilangan relasi. Di dalam semua Tuhan bisa bekerja, dan kita terlalu sibuk mendengar setan, maka kita jadi gagal mendengar pembentukan Tuhan di dalam keadaan kita, dan ini yang bahaya.

Maka mulai sekarang, tidak perlu takut dengan gambaran setan yang melayang-layang, yang seram, yang seperti digambarkan dalam dongeng-dongeng. Tapi kalau setan mulai mengatakan: “kenapa hidupmu begini dan kamu masih percaya Tuhan? Kenapa tidak ragukan Dia sekalian? Ada begitu banyak agama, kenapa pilih yang ini?” Setan membuat kita bermusuhan dengan Tuhan, dan ini adalah cara yang efektif.

Iblis: Membungkam Injil

Itu sebabnya Luther mengatakan: “kalau kau tahu setan itu begitu bahaya, kamu harus tahu, kapan dia paling bahaya.” Kapan setan paling bahaya? Luther mengatakan: “Setan itu seperti singa yang mengaum-ngaum. Mengapa mengaum? Karena setan ingin menelan siapapun yang ada usaha untuk mengkhotbahkan injil. Jangan lupa! dimana ada Kristus, disana ada setan sedang dekat. Setan sedang mengintai dekat-dekat kepada Yesus, karena siapa orang yang datang kepada Yesus, dia yang akan diserang oleh setan. Siapa orang yang meninggikan Yesus, dia akan diserang oleh setan.”

Luther mengingatkan: “Siapa yang belum pernah mendapatkan gangguan dari setan dalam bentuk apapun, mungkin dia terlalu malas mengkhotbahkan injil.” Luther tidak mengenal siapapun yang mengkhotbakan injil dan setan memberikan kelonggaran kepada dia. Makin saudara rajin memberitakan injil, makin saudara jadi targetnya setan. Setan punya target untuk merusakkan berita injil, karena injil itu adalah berita yang lebih baik dari segala sesuatu yang saudara bisa dapatkan di dunia ini. Dan kalau setan mau merusak tatanan Tuhan di dalam ciptaan-Nya, paling baik kalau dia membungkam injil. Dia akan mulai menakut-nakuti orang untuk memberitakan injil, dia akan bikin orang ketakutan mengkhotbahkan Kristus. Takut bermusuhan, takut konflik, takut ditangkap, takut dibunuh. Tapi dalam lagunya, Luther mengatakan: “meskipun tubuhku dibunuh, tapi Tuhan punya punya kekuatan untuk menjaga saya tetap utuh. … saya boleh dibunuh, tapi saya tetap utuh”

Tapi setan, akan membuat kita punya perhitungan yang banyak sekali. setan akan membuat kita seolah-olah menjadi ahli strategi. Untuk melakukan sesuatu banyak sekali pertimbangannya. Bukan berarti kita bisa sembarangan memberitakan injil, tapi kadang-kadang pertimbangan yang mencegah saudara memberitakan injil menjauhkan saudara dari berita injil itu sendiri. Menjauhkan saudara dari orang-orang yang bisa dimenangkan dari pemberitaan injil. setan paling giat untuk membungkam pemberitaan injil. Maka Luther tanya seberapa giat orang Kristen untuk mengkhotbahkannya? Karena kalau dia giat merusakkan, mana mungkin kita boleh santai! Kalau setan giat merusak negara ini, lalu orang Kristen malas membangunnya, negara ini pasti rusak. Kalau orang agama lain giat memenangkan kampung-kampung Kristen, lalu orang Kristen malas memenangkan orang-orang demi Kristus, sudah pasti Kristen tidak akan berkembang, jangan mimpi Kekristenan berkembang. Kalau Kekristenan mau berkembang, jangan lupa setan sedang membungkam injil. Kalau injil sedang dia bungkam dan sedang dia rusak, maka saudara yang memberitakan injil yang sejati tidak boleh bungkam, tidak boleh diam, tidak boleh malas.

Kita harus punya semangat dalam perjuangan ini. “Saya mau bertarung, karena injil sedang dirusak oleh setan. Jadi kalau dia rusak 10, saya harus 20x lebih giat. Kalau dia rusak 20, saya harus 40x lebih giat.” Tapi itu cape. Memang! Kita sedang beradu ketahanan. Sampai kapan setan tahan, sampai kapan kita tahan. Dan dalam suratan Paulus, Tuhan menjanjikan Tuhan akan memampukan kita berdiri, karena Dia yang menopang kita.

Doa: Lawan Iblis

Itu sebabnya, saudara dan saya harus ingat. setan itu seperti singa yang mengaum-ngaum mencari siapa yang bisa ditelan. Dia menelan siapa yang mengkhotbahkan injil. Saudara harus bergantung kepada Tuhan. Dari pembacaran Efesus 6 memberitahukan kita bahwa kita harus berdoa. Luther mengatakan: “Apa yang diperlukan untuk melawan setan yang mengaum-ngaum itu? Doa!” Doa itu bukan “cuma”. Doa itu adalah kekuatan yang paling besar untuk saudara menghancurkan kekuatan setan. Setan tidak bisa diajak gulat, karena dia pasti menang. Setan tidak bisa dilawan dengan cara apapun yang dilakukan tanpa doa. Yang tidak mau berdoa, dia akan ditaklukan oleh setan.

Doa membuat kita bergantung kepada Tuhan Yesus. Jika engkau sadar besarnya kuasa setan, kamu akan beriman kepada Kristus. Bagaimana cara kita percaya? Yaitu dengan kerinduan cuma ingin meninggikan nama Dia, dan cuma ingin bergantung kepada dia dalam doa.

Saudara, saya harap kita menjadi gereja yang mengabarkan Injil, tapi ketika kita menjadi gereja yang mengabarikan injil, saudara harus ingat setan tidak akan tinggal diam. Kita akan dijadikan target. Dia tidak terlalu suka dengan menjadikan gereja yang tidak penting target, tapi gereja yang penting adalah gereja yang mengabarkan injil. Karena itu, saudara dan saya harus bersiap dengan tipu dayanya. Yang akan memecah belah kita, yang akan membuat orang jadi egois, membuat orang malas berdoa, membuat orang malas baca alkitab, membuat orang jatuh dalam dosa dan senang dosa-dosanya. Membuat orang menjauhkan diri dari persekutuan, jauh dari mempelajari Firman, jauh bergantung kepada Tuhan, jauh dari perasaan mau berbagi kepada orang lain. Dekat kepada perasaan egois, dekat gampang marah, gampang dendam, gampang bermusuhan, gampang menganggap diri paling penting, gampang marah kepada orang lain tanpa sanggup mengampuni. Gampang tersinggung, gampang pecah, gampang mementingkan diri, gampang jatuh di dalam hawa nafsu, gampang lakukan hal-hal yang Tuhan benci. Itu yang setan paling senang.

Mari doa kepada Tuhan dan katakan: “Tuhan, kami tidak sanggup, kuasa setan terlalu besar. Tapi Engkau sudah menginjak kepalanya dengan kaki-Mu. Mohon berikan kami kemenangan-Mu.”. (Kiranya Tuhan menguatkan kita, berperang bagi injil dan mengalahkan setan, amin)

Artikel di atas adalah transkrip dari khotbah Pdt Jimmy Perdede – Martin Luther dan Setan. Transkrip di atas belum diperiksa pengkhotbah.

Artikel dapat tersedia juga dalam format PDF untuk ebook reader.

Iklan

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s