Jika Allah Maha Tahu, Mengapa Kita Berdoa?

Saya belum pernah bertemu dengan presiden. Kalau pun saya datang ke istana negara, minta bertemu dengan presiden — hanya sekedar untuk bercakap-cakap atau curhat, belum tentu saya diijinkan untuk menemuinya.

prayerAllah, Ia yang jauh lebih besar dari presiden, mengundang kita untuk datang menghadap hadirat-Nya, untuk bercakap-cakap. Bukankah ini suatu kehormatan yang jauh lebih besar? Dengan demikian, doa itu bukanlah perintah yang semata beban tugas yang harus dikerjakan manusia, tapi doa adalah hak istimewa yang Allah berikan kepada manusia untuk bisa berkomunikasi (commune) dengan Allah.

Mengutip dari tulisan R.C Sproul — Does Prayer Change Things?:

Saya memiliki relasi yang sangat baik dengan istri saya. Saya sering kali tahu apa yang akan istri saya katakan sebelum ia mengatakannya, begitu pula sebaliknya. Tapi, saya tetap ingin mendengarkan ia mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya. Demikian juga relasi kita dengan Allah. Kita memiliki suatu hak istimewa dimana kita bisa menyatakan pikiran kita yang terdalam dengan Allah. Tentu, kita bisa berlutut dan diam, lalu membiarkan Allah membaca pikiran kita, kemudian kita menyebut itu sebagai berdoa. Tapi, itu bukan lah suatu suatu persekutuan (communion) dan ini tentunya bukan kominikasi (communication).

Allah yang berdaulat atas seluruh sejarah umat manusia, Ia mengetahui segala hal yang ada didalam hati manusia, Ia juga beranugrah memberikan suatu hak kepada kita bisa mengatakan dengan mulut kita apa yang menjadi keinginan hati kita. Bahkan melalui doa yang kita panjatkan, kita diijinkan melihat Allah menggunakan doa yang kita panjatkan sebagai sarana Ia menyatakan pekerjaan-Nya ditengah-tengah kita.

Kemahatahuan Allah tidak menghilangkan kewajiban kita untuk berdoa, bahkan itu seharusnya menjadikan kita lebih mengagumi-Nya; bukan membatasi doa kita, tapi memperindah ucapan syukur dan pujian yang kita naikan ke hadirat-Nya.

Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa (Luk 18:1; Yoh 15:7; 1 Tes 5:17-18). Tapi, lebih dari itu, doa adalah suatu hak yang diberikan kepada orang percaya.  Melalui doa, kita di undangan untuk berbagian dalam pekerjaan yang menyatakan kemuliaan-Nya. Jadi, berhentilah melihat doa sebagai beban.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s