Odd Question: “Gimana, KKR-nya? Rame?”

KKR Natal Stephen Tong 2015Pada Kamis, 3 Desember 2015 kemarin, diadakan KKR Natal yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Stephen Tong. Saya bersyukur kalau saya bersama teman-teman dari gereja lain boleh ikut berbagian dalam pelayanan ini. Saya terlibat di bagian acara, dan juga sedikit terlibat di bidang humas.

Saya tahu, ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk bisa mengajak orang-orang mendengarkan suatu berita injil yang sejati. Adalah sukacita melihat orang yang saya undang boleh datang; sangat menyayangkan buat orang-orang yang tidak bisa datang. Meskipun demikian, saya bersyukur berita injil boleh diberitakan kepada sekitar 3.500 orang yang hadir.

Besoknya, orang-orang yang tahu tentang KKR ini dan tidak datang, bertanya: “Eh, gimana acaranya kemaren? rame?”. Sejujurnya saya selalu bingung kalau dapat pertanyaan seperti ini. Ini adalah pertanyaan yang tidak sesuai konteks, tidak mungkin dijawab “ya” atau “tidak”. Kata “rame” itu identik dengan suatu kemeriahan. Film bisa dibilang “rame”, sirkus bisa dibilang “rame”, pesta bisa dibilang “rame”, konser musik rock bisa dibilang “rame”; tapi kebaktian … tidak pernah bisa dikatakan “rame” (kecuali kalau memang kebaktiannya meriah). Tapi kalau kemudian saya jawab “ga rame”, orang akan pikir KKR-nya jelek.

Ada yang tanya: “…gimana KKR nya? bagus?”. Untuk pertanyaan itu saya akan jawab “bagus”. Kemudian kalau orang itu cukup peduli, ia akan bertanya lagi: “kemarin Firman-Nya gimana?”. Saya jelaskan: “kemarin pak Tong memberikan beberapa uraian mengenai manusia yang sudah berdosa tidak mungkin mencari Allah. Manusia hanya bisa mengenal Allah jika Ia berkenan menyatakan diri-Nya. Lewat perantara para nabi, Allah menyatakan dirinya, dan puncak dari pernyataan diri-Nya adalah ketika Ia mengutus Anak-Nya yang Tunggal, Yesus datang ke dunia, sebagai manusia.”. Saya sendiri merasa itu bukan suatu paparan yang bisa membuat orang sepakat untuk mengatakan “bagus”.

Saya teringat pertama kali saya mendengar khotbah dari Pdt. Dr. Stephen tong. Walaupun pada waktu itu saya bertahun-tahun jadi kristen dan melayani, tapi selalu ada hal baru yang saya boleh dapat dari cara beliau menyampaikan Firman Tuhan. Ia bisa menyampaikan suatu cerita dari alkitab dari suatu perspektif yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Saya merasa sangat diberkati melalui pelayanan pemberitaan Firman Tuhan beliau, dan saya selalu ingin bagi ini kepada orang lain. Oleh sebab itu ada sukacita saat orang yang kita ajak boleh datang, dan berdoa supaya seperti dulu saya boleh merasakan sukacita saat mendengar Firman, ia juga boleh merasakan hal yang sama, bahkan lebih lagi.

KKR kemaren bagus? ya bagus! Tapi saya buat saya “…KKR kemarin bagus” itu merupakan satu paket besar yang dimulai jauh sejak 2 bulan kebelakang. KKR yang diadakan itu dimulai dari kegiatan persiapan, humas mengundang orang untuk datang dengan segala pergumulannya; setiap pelayan mau berkorban tenaga, waktu dan uang mereka untuk pekerjaan ini; setiap pelayan turut begumul dalam doa, memohon Tuhan supaya berita injil yang sejati bisa dinyatakan, memohon supaya KKR ini boleh menjadi suatu momen adanya suatu kebangunan rohani sejati bagi kota Bandung. Sehingga, ketika pada hari H-nya, seluruh kapasitas dari aula utama gedung Sabuga ITB boleh terisi penuh. Saya sendiri melihat ini sebagai sesuatu yang luar biasa (mengingat berbagai kesulitan waktu humas). Banyak orang datang untuk mendengarkan suatu pemberitaan Injil yang sejati; injil yang tidak berfokus pada berkat, kesembuhan, atau solusi finansial; tapi injil yang berfokus pada Kristus. Ini adalah sesuatu yang “bagus”!

Dari banyak orang yang hadir, berapa banyakah yang sungguh-sungguh bertobat? saya tidak tahu! Saat ini kami mungkin belum bisa melihat buah dari hasil pelayanan kami. Tapi saya percaya ini bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Setiap panitia bergumul, berkorban dan bekerja sekuat tenaga untuk pekerjaan ini, juga hamba-Nya Pdt. Stephen Tong orang yang sungguh-sungguh mendedikasikan hidupnya untuk pekabaran injil. Saya percaya, benih Firman Tuhan yang ditaburkan tidak akan sia-sia; kiranya Roh Kudus yang mengerjakan dan memberikan pertumbuhan pada setiap benih Firman Tuhan yang tertabur hingga menghasilkan buah. Amin!

Soli Deo Gloria!

Diterbitkan oleh

Satu tanggapan untuk “Odd Question: “Gimana, KKR-nya? Rame?””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s