Yehu yang “Setengah Taat”

Lalu bangkitlah Yehu dan masuk ke dalam rumah. Nabi muda itu menuang minyak ke atas kepala Yehu serta berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Telah Kuurapi engkau menjadi raja atas umat TUHAN, yaitu orang Israel. Maka engkau akan membunuh keluarga tuanmu Ahab dan dengan demikian Aku membalaskan kepada Izebel darah hamba-hamba-Ku, nabi-nabi itu, bahkan darah semua hamba TUHAN. Dan segenap keluarga Ahab akan binasa; dan Aku akan melenyapkan dari pada Ahab setiap orang laki-laki, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. Dan Aku akan memperlakukan keluarga Ahab sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan sama seperti keluarga Baesa bin Ahia. Izebel akan dimakan anjing di kebun di luar Yizreel dengan tidak ada orang yang menguburkannya.” Kemudian nabi itu membuka pintu, lalu lari. (2 Raj 9:6-10)

Raja Ahab telah menyebabkan Israel berdosa. Sehingga akhirnya Allah mendatangkan hukuman kepada seluruh keturunan Ahab. Untuk mengerjakan tugas ini, Allah memilih Yehu untuk melakukannya.

Setelah Yehu menjadi raja, Ia melakukan apa yang Allah perintahkan kepadanya. Ia membunuh semua keluarga Ahab, sesuai dengan apa yang Ia telah nubuatkan. Lebih dari itu, Yehu juga menghapusnya penyembahan dewa Baal di Israel dengan cara mengumpulkan seluruh nabi dan penyembah Baal dan menumpas mereka semua. (1 Raj 10:18-28)

Demikianlah Yehu memunahkan Baal dari Israel. Hanya, Yehu tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, yakni dosa penyembahan anak-anak lembu emas yang di Betel dan yang di Dan.
Berfirmanlah TUHAN kepada Yehu: “Oleh karena engkau telah berbuat baik dengan melakukan apa yang benar di mata-Ku, dan telah berbuat kepada keluarga Ahab tepat seperti yang dikehendaki hati-Ku, maka anak-anakmu akan duduk di atas takhta Israel sampai keturunan yang keempat.” Tetapi Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya; ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Pada zaman itu mulailah TUHAN menggunting daerah Israel, sebab Hazael mengalahkan mereka di seluruh daerah Israel di sebelah timur sungai Yordan dengan merebut seluruh tanah Gilead, tanah orang Gad, orang Ruben dan orang Manasye, mulai dari Aroer yang di tepi sungai Arnon, baik Gilead maupun Basan. (2 Raj 10:29-33)

Walau Yehu taat menjalankan perintah Allah, Yehu tidak menjauh dari dosa Yerobeam, yaitu menyembah anak lembu emas. Penyembahan terhadap anak lembu emas adalah agama yang dicipkatan Yerobeam, raja Israel atas dasar ketakutannya yang kuatir kalau rakyatnya membelot ke kerajaaan Yehuda, karena mereka harus beribadah ke Yerusalem (1 Raj 12:25-33).

Yehu, dengan tegasnya membasmi seluruh penyembah Baal, tapi saat berhadapan dengan penyembah lembu emas, Ia tetap membuarkannya, karena dengan melarang penyembahan lembu emas, kembali kepada ajaran taurat, berarti orang Israel harus kembali beribadah di Yerusalem (tempat dimana bait Allah berada). Selalu ada kekuatiran kalau rakyatnya akan mencondongkan hatinya kepada kerajaan Yehuda. Oleh sebab itu, Yehu tetap membiarkan Israel menyembah anak lembu emas.

Ini dipandang jahat di hadapan Allah, tapi tetap berkemurahan terhadap Yehu, bahkan meneguhkan dinasti kerajaannya sampai 4 generasi berikutnya. Hal penting yang kita belajar dari hal ini adalah Tuhan beranugrah kepada kita, bukan berarti kita itu berkenan di hadapan Dia.

Saat orang mendapat berkat, banyak orang yang ge-er, berpikir Tuhan berkenan dengan apa yang saya kerjakan, Tuhan berkenan dengan hidup saya, … walau saya adalah manusia yang masih banyak ditandai dengan kekurangan. Diberkati, itu baik! Rendah hati, menyadari kekurangan kita, itu adalah sesuatu yang sangat bait. Tapi, sadar akan kekurangan diri tapi kurang serius dalam pergumulan untuk lepas dari apa yang menjadi kelemahan, itupun salah.

Maka, pada ayat selanjutnya diceritakan bahwa Allah, mulai mengurangi daerah Israel. Sadarkah Yehu bahwa itu terjadi karena sikapnya yang tidak sepenuh hati mengikut Allah?

Pertanyaan serupa, seharusnya ditanyakan kepada kita. Penderitaan memang tidak selalu identik dengan dosa, tapi tidak bisa dipungkiri, kadang Allah pun menggunakan penderitaan dan pukulan untuk menegur kita dari perbuatan dosa kita. Ada kalanya Allah menahan berkat-Nya, karena pengikutan kita yang masih setengah-setengah. Ada kalanya Allah mengambil apa yang ada pada kita, untuk menegur dan menyadarkan kita kepada pergumulan terhadap dosa yang kurang serius, kepada pergumulan terhada dosa yang sudah mulai kita anggap biasa.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s