Kejatuhan Manusia: Manusia Ingin Melepaskan Diri dari Allah

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan atau pun raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. (Kej 3:1-6)

Inti dari kejatuhan Hawa adalah kehendak untuk mandiri, terlepas daripada Allah dengan cara menolak secara sukarela untuk menundukkan diri kepada Firman Tuhan. Hawa menolak fakta perbedaan antara Pencipta dengan ciptaan dengan berpikir bahwa ia dapat mengetahui kebenaran melalui pemikiran barunya sendiri terpisah dari Allah.

Berbeda dengan manusia berdosa, … maka orang-orang percaya memegang kepercayaan bahwa Firman Allah selalu dapat dipercaya oleh karena Allah selalu benar.

Aku, Tuhan, selalu benar, selalu memberitakan apa yang lurus (Yes 45:19)

Dikutip dari Richard Pratt – Menaklukkan Segala Pikiran Kepada Kristus

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s