What On Earth Is Beauty?

Mengikuti salah satu sesi P3R sore tadi, jadi teringat perkataan dari salah seorang teman saya. Dalam suatu percakapan tentang musik, saya mengatakan bahwa saya tidak terlalu suka musik korea, karena memang saya tidak mengerti liriknya. Buat saya menyukai musik yang liriknya tidak jelas, adalah tidak masuk akal. Mendengar perkataan saya, ia mengatakan kepada saya, … “kamu tidak ngerti seni kalau gitu…”

Perkataan itu saya lewatkan begitu saja tanpa jawaban, karena saya sendiri bingung bagaimana saya menjawab pernyataan seperti itu. Saya tidak bisa menyatakan diri saya ngerti musik, karena saya sendiri bukan orang yang berkompeten untuk membuat pernyataan seperti itu.

Apakah saya tidak mengerti seni? Apakah berarti saya saya harus menerima segala jenis musik populer saat ini sebagai seni? Bukankah seni itu relatif terhadap selera masing-masing orang?

Seni relatif terhadap selera. Itu pernyataan yang banyak saya dengar. Entah itu ungkapan dari seniman sungguhan atau seniman-senimanan. Tapi dari waktu ke waktu, saya menemukan bahwa harus ada standar untuk menilai seni. Dengan demikian ada standar yang menentukan suatu karya memiliki seni yang baik dan tidak.

Bayangkan jika …

Bagi Anda yang berpikir bahwa seni itu masalah selera, coba bayangkan hal ini:

article-1196593-058C10EA000005DC-119_468x330Bisakah Anda menilai gambar disamping ini bagus?

Jikalau misal, wajah dari gambar disamping diganti dengan (maaf) Anda, bisakah Anda menilai gambar ini bagus?

Jika ya, Anda masih menilai gambar itu bagus, bisakah Anda menikmatinya?

Saya percaya, tidak ada orang yang setuju saat gambar dirinya diperlakukan tidak senonoh, sebetapa indahnya lukisan tersebut. Dengan demikian, seni yang baik akan selalu dikaitkan dengan suatu nilai luhur yang kita anggap mulia.

Tidak semua hasil karya indah adalah seni. Bagi saya, seni terkait juga dengan nilai pesan yang terkandung didalamnya. Jikalau nilai pesan yang terkandung di dalamnya sejalan dengan sistem nilai yang baik, maka barulah kita menilai, itu karya seni yang baik.

Keindahan dalam seni, tidak sebatas indahnya melodi, tidak sebatas indahnya tinta diatas kanvas, tapi makna yang terkandung di dalamnya menjadi aspek yang penting dalam memberikan apresiasi seni.

Begitu juga dengan lagu. Jika suatu lagu, ternyata lirik yang di terkandung di dalamnya ternyata bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang kita anut, layakkah kita menyebut itu seni? Layakkah kita menikmatinya? Tentu tidak!

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s