Kesulitan x Kebanggaan

Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. – Mazmur 90:10

Saya membayangkan kehidupan seorang anak yang serba ada. Mau makan, ada; mau maen game, tinggal beli; tidur, bangun sampe jam berapa pun, bisa; Sekolah, yang terbaik; Kalau pun ketemu masalah, orang tua bisa langsung beresin. Orang seperti itu, adakah ia memiliki pergumulan?

Orang yang tidak memiliki kesulitan, tidak memiliki pergumulan. Tanpa pergumulan, rasanya doa pun akan terasa hambar. Bahkan berpikir, “buat apa berdoa?”. Saya percaya, hidup orang Kristen akan selalu ada pergumulan. Saya tidak berbicara soal pergumulan dengan kesulitan kerja, keuangan yang terbatas, penyakit, dan lain sebagainya. Itu adalah pergumulan semua orang yang bukan Kristen pun mengalaminya. Tapi yang saya maksud adalah, pergumulan untuk mengenal kehendak Allah.

Selama manusia hidup di dunia, memang kita tidak akan terlepas dari pergumulan dengan masalah-masalah di dunia. Tapi, saya percaya bagi orang benar, masalah seperti makan – minum bukanlah menjadi pergumulan utama, tapi hidup kudus dan hidup berkenan dihadapanNya itulah yang menjadi pergumulan utama.

Ada orang Kristen yang oleh kemurahan Tuhan diberikan hidup yang nyaman. Tapi saya percaya, orang benar, walau dia hidup “serba ada”, ia akan selalu memiliki pergumulan, pergumulan untuk mengenal kehendak Allah, pergumulan untuk hidup kudus, dan pergumulan untuk melakukan kehendak Allah. Semakin hari Tuhan bawa dia kedalam proses pengudusan yang terus menerus secara progresif. Jadi, tidak mungkin ada orang Kristen yang hidupnya aman damai tentram tanpa pergumulan rohani.

Dengan demikian, orang benar akan selalu memiliki pergumulan. Semakin ia mengenal pergumulannya, semakin ia mengenal keterbatasannya, semakin ia tidak mampu, semakin ia sadar betapa ia membutuhkan Tuhan untuk menopang hidupnya. Dan saat dengan sungguh-sungguh ia merasa butuh pertolongan Tuhan, maka tidak mungkin berdoa dengan biasa-biasa.

Setiap masalah yang kita temui, menjadi bahan perbicaraan kita dengan Allah yang kita naikan lewat doa-doa kita. Setiap hal yang kita dengar. Berita tentang peperangan, berita tentang bencana, berita tentang gereja yang mengalami penindasan atau mungkin kabar masalah yang dialami teman kita. Itu bukanlah bahan gosip! Tapi itu seharusnya menjadi bahan doa kita kepada Tuhan.

Mungkin Anda bisa membayangkan saat Anda berpacaran. Saat Anda bertemu dengan pasangan Anda, sulit bisa menjalin komunikasi jikalau tidak ada suatu topik yang bisa dibicarakan bersama. Suatu topik yang cukup diketahui bersama, dan cukup menarik untuk dibicarakan bersama. Kadang topik pembicaraan itu adalah suatu peristiwa yang dialami bersama, suatu peristiwa yang tidak menyenangkan, dan justru hal-hal seperti itulah yang seringkali menjadi bahan pembicaraan yang bisa berjam-jam Anda bicarakan.

Demikian juga dengan kita. Setiap masalah menjadi suatu bahan pembicaraan kita dengan Allah dalam doa kita. Jadi, mengalami sesuatu yang bikin stress? Jangan mendem! Mari kita belajar untuk bawa itu ke hadapan Tuhan. Pakailah kesempatan ini untuk datang kepada Tuhan. Walau tidak suka, tapi memang harus diakui, masalah adalah cara yang paling jitu untuk menarik orang datang kepada Tuhan.

Belajar melakukan itu secara konsisten. Dan jangan lupa, dalam setiap masalah kita datang kepada Tuhan dalam doa. Selalu belajar untuk mengucap syukur. Lakukan dengan konsisten, maka lama kelamaan itu akan menjadi cara hidup kita. Sehingga sampai suatu saat kita akan berdoa. Bukan saja karena kita ada masalah, tapi kita sungguh-sungguh sadar bahwa kita membutuhkan pertolongannya setiap hari, dan memang kita bisa menemukan sukacita saat kita boleh menikmati Dia, lewat doa kita.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s