Kehidupan Orang Percaya – Dipilih, Dipanggil Untuk Hidup Kudus

hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. – 1 Ptr 1:15-16

AspectsOfHolinessOleh iman kepada Yesus Kristus, orang memperoleh keselamatan. Namun, keselamatan itu sendiri sempurna kita dapat saat nanti orang percaya bertemu dengan Dia. Jadi sebelum bertemu dengan Dia, selama kita hidup di dunia apa yang harus dilakukan? menunggu? menikmati hidup? Hidup orang percaya di dunia ini bukan untuk menikmati hidup enak di dunia. Hidup orang percaya di dunia merupakan proses persiapan untuk masuk ke dalam kekudusan-Nya. Proses ini akan terus berlangsung secara progresif hingga kelak sempurna saat kita berjumpa dengan-Nya.

Seperti apakah hidup kudus itu?

Kita bisa tahu itu dari alkitab. J.C Ryle dalam bukunya Aspek-aspek Kekudusan (Aspects of Holiness) membuat sebuah sebuah ringkasan tentang apa itu hidup kudus. Berikut beberapa poin yang saya kutip dari buku tersebut:

  • Kekudusan ialah kebiasaan untuk setuju dengan kehendak Allah. Artinya, mengasihi apa yang ia kasihi dan membenci apa yang Ia benci. Kekudusan ialah mengukur segala sesuatu di dunia ini dengan standar firman Allah, yaitu Alkitab.
  • Kekudusan ialah saat ketika seseorang berusaha keras untuk menjauhi setiap kejahatan yang ia ketahui dan mengupayakan untuk menaati setiap perintah Allah yang ia ketahui. Kekudusan ialah merasa seperti Daud ketika ia berkata, “Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan titah-Mu; segala jalan dusta aku benci” (Mzm 119: 128). Dan Paulus dapat berkata, “Di dalam batinku aku suka akan hukum Allah (Rom 7:22)
  • Kekudusan ialah berusaha menjadi serupa dengan Yesus, menjalani hidup beriman kepada Yesus, menimba dari pada-Nya  dan damai sejahtera dan kekuatan setiap hari. Kekudusan ialah memiliki “pikiran Kristus” (1 Kor 2:16) dan dengan demikian “menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya (Rom 8:29)
  • Orang yang kudus penuh dengan kasih, tidak ada dusta, tipu daya, mencuri, menyakiti orang lain. (1 Kor 13)
  • Kekudusan ialah mempunyai rasa hormat yang mendalam kepada Allah dan jalan-jalan-Nya. Nehemia memberi contoh yang bagus tentang hal ini ketika ia menolak melakukan hal tertentu dengan berkata, “Aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah” (Neh 5:15)
  • Orang yang kudus ialah orang yang rendah hati, yang selalu menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri. Orang seperti ini akan selalu melihat lebih banyak kejahatan di dalam hatinya sendiri daripada dalam kehidupan orang lain. Ia mengerti apa yang dimaksud Abraham ketika berkata, “Aku debu dan abu”. (Kej 18:27), dan Yakub ketika berkata, “Sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini”. (Kej 32:10), atau Paulus ketika ia berkata, “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” (1 Tim 1:15)
  • Orang kudus adalah orang yang berpola pikir rohani. Ia menyadari bahwa kehidupan di dunia sekarang ini merupakan persiapan untuk kehidupan di sorga nanti. Ini berarti ia dapat menerima bahwa perkara-perkara yang mempunyai nilai sejati di dunia ini hanyalah perkara-perkara yang cocok dengan kehidupan yang akan datang.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s