Roh Kudus, Suara Hati Nurani, Dan Setan

Manusia tidak diciptakan sebagai robot. Ia juga tidak dicipta sebagai binatang yang tidak memiliki kebebasan moral. Oleh karena itu, kebebasan yang diberikan kepada manusia menjadi fondasi yang paling penting untuk mendasari kemungkinan kita bermoralitas. – Stephen Tong

temptation-of-christ-1872-resizedAllah menciptakan langit dan bumi; binatang dan tumbuhan. Dan dari seluruh ciptaanNya, Allah menciptakan Manusia sebagai wakilNya untuk mengelola dunia ini. Dengan demikian, segala tindak dan keputusan manusia harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.

Namun dalam status keberdosaannya, manusia selalu memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Maka, disinilah peran hati nurani. Hati nurani adalah wakil Allah untuk menguasai manusia. Hati nurani bukanlah suatu pribadi baru dalam diri manusia, tapi hati nurani adalah bagian dari pribadi manusia. Hal ini menjadikan manusia yang bisa mahluk yang mungkin mengadakan dialog dengan diri sendiri. Memperingatkan dan menegur kita akan dosa. Tidak ada orang yang berbuat dosa tanpa sebelumnya mendapatkan ‘teguran’ dari hati nurani.

Hati Nurani

Hati nurani tidak banyak berbicara dalam aspek lain, tetapi hati nurani secara khusus banyak turut campur dalam aspek moral.

Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela (Roma 2:15)

Lebih lanjut, Dalam surat rasul Paulus ke jemaat di Korintus ada tulis tentang “keberatan hati nurani”. Walau pun manusia belum pernah mendengar tentang 10 hukum taurat, mendengar Firman Tuhan, manusia tetap memiliki hati untuk membedakan hal yang baik dan jahat, menimbang mana yang baik dan tidak.

Seorang yang membunuh, akan ada suara dalam dirinya yang menuduh perbuatannya, membuatnya tidak tenang, gelisah. Tapi, semakin ia sering melakukannya, semakin ia membiasakan dirinya menekan suara hati nuraninya, lama kelamaan suara itu tidak akan terdengar lagi. Bahkan tidak menutup kemungkinan muncul suara-suara yang membenarkan tindakan kita. Dengan demikian, suara hati nurani bukanlah suara yang benar mutlak.

Keberadaan kita dalam dunia tidak menghindarkan kita dari polusi hati nurani. Hal-hal seperti kebudayaan, peraturan agama, kebiasaan orang-orang disekitar kita juga bisa mencemari hati nurani kita. Jadi, siapakah yang dapat menolong dan membereskan kita? Kita berada ditengah-tengah ikatan agama, kebudayaan, ras, tradisi, filsafat, lingkungan, opini umum dan kebiasaan penumpukan dosa kita masing-masing. Hati nurani setiap manusia telah dikotori dan dinajiskan.

Puji Tuhan, Alkitab menjanjikan sesuatu yang sangat penting.

Betapa pentingnya darah Kristus yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup (Ibrani 9:14)

Suara Setan

Hidup sebagai manusia adalah hidup yang tidak boleh dipermainkan. Hidup sebagai manusia adaalh hidup di tengah-tengah Allah dan Setan. – Stephen Tong

Kita tidak menutup mata akan adanya oknum yang memberontak terhadap Allah, yaitu Setan. Salah satu cara setan menyatakan pemberontakannya adalah lewat manusia,  menggoda manusia untuk memberontak dengan tidak taat kepada FirmanNya.

Godaan setan bukanlah sesuatu yang menyeramkan dan menakutkan, tapi juga sesuatu yang indah dan menyenangkan bagi tubuh kita. Bagaimanakah kita bisa mengenal suara setan? Suara setan dapat dilihat dari beberapa gejala:

1. Mengacaukan kebenaran: Membenarkan ajaran yang salah, menyalahkan ajaran yang benar

2. Membuat kita meragukan kebenaran Firman Allah

3. Mencela Tuhan

4. Merayu untuk berbuat dosa

5. Menuduh masa lalu: Suara setan membuat kita tertuduh karena  perbuatan dosa kita, tuduhan yang membuat kita semakin menjauh dari Tuhan (sedangkan suara Roh Kudus menuduh tapi kemudian membawa kita kepada pertobatan)

6. Berusaha mengeraskan hati orang

7. Mengajar untuk tidak mengakui dosa

Suara setan secara keseluruhan mengakibatkan hidup kita akan semakin mirip dengan dia yang najis, tidak suci, jauh dari Tuhan, menghina firman dan mencela, menghina, mengejek Kristus di kayu salib, serta menghindarkan diri dari kekudusan Roh sambil dengan berani memakai nama Roh Kudus.

Roh Kudus

Sifat suara Roh Kudus seluruhnya berlawanan dengan sifat utama suara Setan. Ketika kita berada di dalam prinsip ketaatan kepada firman Tuhan, Roh Kudus justru bersifat menenangkan, bukannya mengacaukan.

Roh Kudus akan memutlakkan yang mutlak dan merelatifkan yang relatif.

Roh Kudus memberikan kekuatan kepada kita untuk hidup taat dan bersyukur, meskipun kita hidup dalam penderitaan. Semua yang disebut suara Roh Kudus harus sesuai dan harmonis dengan prinsip-prinsip yang ada di seluruh Kitab Suci.

Ketika kita sudah jatuh ke dalam dosa, tidak taat kepada-Nya, Ia akan memberikan teguran yang sangat keras, tetapi berbeda dengan Setan yang menghancurkan pengharapan kita, Roh Kudus akan membangkitkan pengharapan bagi kita. Teguran Roh Kudus akan membawa kita kepada pertobatan dan kembali berdamai dengan Allah.

Roh Kudus juga akan menerangi diri kita untuk senantiasa melihat kelemahan diri kita sehingga kita tidak lagi berani bersandar pada diri sendiri, tetapi bersandar pada Tuhan.

Pembaharuan Hati Nurani

Pada akhirnya kita melihat bahwa hati nurani yang rusak dibersikan dengan 3 kekuatan.

1. Firman Allah

Firman Tuhan merupakan faktor yang pertama untuk membersikan kita dari dosa. Firman akan menghindarkan kita dari berbuat dosa (Mazmur 119:9); Taat kepada Firman menuntun kita untuk hidup suci (1 Petrus 1:22; Yohanes 17:17)

2. Darah Kristus

jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. (1 Yoh 1:7)
Pembaharuan hati nurani itu dilakukan dengan membawa terang ke dalam hati kita. Namun persekutuan dengan terang itu tidak dimungkinkan jika Kristus tidak membereskan masalah dosa kita. Dengan demikian, darah Kristus yang tertumpah itu juga yang ikut menyucikan hati nurani kita.

3. Gerakan Roh Kudus

Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. (Kis 15:8-9)

Ketika kita sudah dibersikhan oleh iman, dengan darah Yesus dan oleh Roh Kudus, maka sekarang melalui firman kita dapat megnetahui berbagai tipu daya Setan dan cara Roh Kudus bekerja. Kita jangan pernah berharap dapat hidup sebagai orang Kristen yang bebas dari gangguan suara Setan.

Melalui darah Kristus kita selalu diingatkan akan pengorbanan-Nya dan melalui gerakan Roh Kudus, kita mendapatkan pencerahan yang baru dan itu membuat kita tidak lagi mau menyedihkan hati-Nya sehingga menjadikan diri kita orang Kristen yang sungguh-sungguh dan setia melayani Tuhan.

Ketika Setan sudah mengetahui bahwa ia telah dibuka topengnya dan kita telah mengetahui segala tipuannya, maka ia sekarang akan mengetuk pintu lagi untuk menggangu dan melawan kita. Untuk itu, lebih baik kita tidak membuka pintu dan tidak melawan dia seorang diri. Lebih baik kita berkata kepada Tuhan, “Tuhan, sekarang Setan mengetuk mau menggangu saya, lebih baik bukan saya yang menghadapinya. Saya mohon Tuhan yang menghadapi dia.” Setan tidak pernah takut pada manusia yang bersandar pada dirinya, karena diri manusia, betapapun kuatnya dia, hanya berpengalaman beberapa puluh tahun. Setan sudah berpengalaman ribuan tahun dan sudah menipu berjuta-juta manusia. Itu sebabnya orang Kristen yang sombong, yang tidak bersandar pada Tuhan, tidak bersandar pada Roh Kudus, tetapi hanya bersandar pada diri sendiri, pasti jatuh. Tapi, jika kita taat kepada Tuhan, bagaimanapun juga Tuhan tidak akan melepaskan kita. Ia akan memelihara kita.

Disadur dari buku Stephen Tong – Roh Kudus, Suara Hati Nurani, Dan Setan.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s