Pornografi, mengapa tidak boleh?

Pornografi selalu diidentikan dengan zinah. Memang demikian, dan tentang itu kita sudah banyak mendengar.

Mat 5:27-28
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Untuk hal itu kita semua tahu. Namun ada satu hal penting lain yang saya ingin bagikan tentang kebiasaan menikmati pornografi itu salah karena pornografi melecehkan manusia sebagai gambar Allah. Bagaimana bisa?

Kej 1:26-28
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Bumi adalah ciptaan Allah yang begitu sangat baik, dan diatasNya, Ia menempatkan pribadi yang menjadi wakilNya untuk mengelola bumi, yaitu manusia. Begitu banyak potensi yang terkandung dalam bumi, dan hanya kepada manusia Allah memberikan hikmat untuk memunculkan potensi-potensi itu. Dengan demikian, ada label khusus yang diterima semua manusia, yaitu wakil Allah. Bahkan secara khusus Allah menyatakan bahwa manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah. Apakah itu soal gambaran fisik manusia? saya tidak tahu, tapi yang jelas ada suatu bayangan, setitik kemuliaan Allah yang Ia ijinkan ada pada manusia.

Sekarang, setelah mengetahui begitu mulianya atribut yang menempel kepada manusia, bolehkan saya memperlakukan tubuh ini dengan cara sembarangan? Bolehkan saya (wanita) berpakaian sembarangan hanya supaya terlihat menarik? Bolehkan saya makan sembarangan, hanya untuk memuaskan keinginan lidah? Tentu tidak!

Jikalau Anda mendapati seseorang menginjak-injak foto Anda dengan suatu kesengajaan. Bisakah Anda menganggap hal itu biasa? Tentu tidak! Walau foto itu hanyalah gambar, tapi foto itu sendiri mewakili pribadi Anda. Jadi, orang akan marah kalau dengan sengaja ada orang lain yang menginjak-injak atau memperlakukan foto tersebut dengan cara yang tidak wajar.

Begitu juga dengan pornografi. Ada orang menyebutnya seni, tapi adakah itu berkenan dihadapan Tuhan jika gambarNya ditampilkan dengan cara yang tidak senonoh? Sex yang mewakili suatu keintiman suami istri, digunakan dengan sembarangan, hanya untuk dinikmati kenikmatan lahiriahnya saja?

Pada bagian lain, bahkan Alkitab menyatakan bahwa tubuh kita adalah bait Allah (1 kor 6:19). Dengan demikian, bolehkan kita menampilkan tubuh kita dengan cara yang tidak hormat? Dan pada saat tubuh manusia ditampilkan dengan cara yang tidak hormat, bolehkan kita menikmati itu?

Pornografi menampilkan manusia dengan cara tidak hormat. Jika pada manusia ada atribut gambar Allah, dan saya setuju bahkan menikmati ketika gambar tersebut ditampilkan dengan cara yang tidak sopan, bukankah itu menjadi sesuatu yang tidak berkenan dihadapanNya? Sex yang seharusnya menggambarkan keintiman suami istri, tapi dilakukan hanya untuk mendapatkan kenikmatannya saja, bukan kah itu juga menjadi sesuatu yang salah?

Diterbitkan oleh

Satu tanggapan untuk “Pornografi, mengapa tidak boleh?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s