Allah Sebagai Motivasi Tindakan Kita

Suatu usaha yang dilakukan untuk ‘diri sendiri’ pada akhirnya hanya ada 2 kemungkinan: 1. kalau berhasil jadi sombong; 2. kalau gagal menjadi minder.

Pelangi Kasih @ Maestro FM

Rainbow over Burra HomesteadAlasan & motivasi suatu tindakan menjadi lebih penting daripada hasil dari tindakan itu sendiri. Karena motivasi memulai suatu tindakan, men-set titik awal, memberi arahan kemana tindakan kita. Motivasi bukan hal mutlak untuk mencapai tujuan, tapi ia menentukan apa yang akan kita rasakan saat kita gagal atau berhasil mencapai tujuan. Apakah kita akan menjadi sombong, minder, atau kecewa.

Pekerjaan yang sedang kau lakukan, rencana yang sedang kau susun, tindakan yang akan kau kerjakan, apakah motivasi jujur yang dikatakan hati? Apa yang menjadi alasanmu saat kau memilih pekerjaanmu? Apa yang menjadi dasar pemikiranmu saat kau memutuskan untuk menikah? Apakah itu untuk kesejahteraan diri?

Rasul Paulus, kepada jemaat di Korintus yang mengalami perselisihan perkara boleh dan tidak untuk perkara makan minum, ia mengatakan: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah (1 Korintus 10:31).

Untuk perkara sesederhana itu pun rasul Paulus mengajarkan jemaat untuk tidak menjadi sandungan buat sesama, mengingat bahwa segala yang kita lakukan Tuhan perhatikan. Dengan demikian setiap hal yang kita bisa lakukan adalah kesempatan unutk kita bisa memuliaan Tuhan.

Saat kita menempatkan Tuhan sebagai motivasi untuk setiap tindakan kita, kita akan gemar bersekutu dalam doa dan membaca Firman untuk mengerti rencana Tuhan yang ingin Ia genapkan dalam hidup kita. Dengan kita mengerti rencana Tuhan, apapun yang kita lakukan akan sejalan dengan rencanaNya, dan kita percaya, apapun yang Ia rencanakan akan sejalan dengan pasti akan berhasil.

Anugerah Allah buat kehidupan kita lewat Kristus sudah lebih dari cukup untuk menjadi motivasi kita untuk hidup sungguh-sungguh bagiNya. Jika Anda sungguh-sungguh menyadari itu, maka apapun yang kita lakukan, kita akan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dan, pada saat kita melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan murni hanya oleh dorongan Roh Kudus dalam hidup kita, maka kita akan mengatahui bahwa tidak ada kata “aku berhasil” atau ” aku gagal”. Yang ada adalah kita bersyukur rencana Allah digenapkan melalui kehidupan kita.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s