Kesempatan Melayani

Martha_Bethanien

(7) Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! (8) Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. (9) Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? (10) Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Luk 17:7-10

Ada saat dimana saya lelah melayani. Perselisihan-perselisihan kecil yang terjadi, atau bahkan perkataan tajam yang seringkali terlontar secara tidak sengaja disaat-saat mepet, seringkali menjadi kepahitan-kepahitan kecil tersimpan dalam hati; menumpuk hingga meledak pada suatu ketika. Belum lagi untuk banyak hal-hal yang harus dikorbankan untuk melayani, ada kalanya hal itu membuat saya begitu lelah dalam melayani.

Terkadang saya berpikir untuk ambil cuti dalam melayani dan menjadi jemaat yang duduk manis di setiap kebaktian, tanpa harus dipusingkan dengan berbagai persiapan pelayanan.

Saya mengalami hal itu, dan percayalah! itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Saat saya (di)berhenti(kan) dari pekerjaan saya, saya merasa menjadi sebuah alat yang tidak lagi digunakan. Ambil contoh handphone misalnya; orang menciptakan handphone, setiap komponen yang diletakkan didalamnya pastilah memiliki tujuan, kalau tidak ada gunanya, pastilah akan dicabut. Terlebih lagi Allah yang menciptakan seluruh alam semesta ini, dan kita didalamnya. Allah menciptakan kita sebagai bagian dari semesta yang Ia ciptakan, pastilah memiliki fungsi. Anda bayangkan, apa yang akan terjadi pada kita tidak menjalankan fungsi kita sehingga Ia menilai kita adalah komponen yang tidak berguna?

Saya boleh menyadari betapa besar anugerah yang terima kalau Allah mau memakai kita untuk kemuliaan namaNya. Tapi, kalau pun memang belum saatnya saya boleh melayani, saya berpikir: siapakah saya, sehingga saya boleh merasa berlayak melayani Dia yang Maha Kudus? Dan jika suatu saat Ia berkenan memakai saya menjadi alat kemuliaan bagi namaNya, saya berpikir: siapakah saya, sehingga saya boleh dipakai untuk menjadi alat kemuliaanNya? Apa yang saya lakukan sama sekali tidak sebanding dengan anugerah yang Ia berikan; saya hanya melakukan apa yang saya harus lakukan.

Jadi, bagi yang sedang lelah melayani, ingatlah! Adalah anugerah, kamu boleh dipakai untuk bisa melayaniNya. Jangan sia-siakan! karena akan ada masanya kau tidak akan bisa lagi melayaniNya. Segala talenta yang telah kau terima, adalah sesuatu yang Ia akan tanya kepadamu: “apa yang telah kau kerjakan dengan talenta yang Kuberikan kepadaMu?”

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s