Kekuatiran Orang Kristen

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Filipi 4:4-7

Hati yang penuh kekuatiran

Kekuatiran adalah emosi manusia yang sangat lazim terjadi, tidak ada seseorang pun yang tidak pernah kuatir. Hati yang penuh kekuatiran, diibaratkan seperti orang yang selalu tidak tenang. Ketika belum menikah, kuatir. Sudah menikah, kuatir suami nya baik tidak. Sudah menikah 3 tahun, tetapi belum hamil, kuatir. Setelah hamil, kuatir anaknya nanti jadi apa kalau sudah besar, akan dapat jodoh seperti apa. Jadi, segala keadaan bisa membuat hati dan hidup tidak tenang. Diberi tidak tenang, tidak diberi juga tidak tenang. Apapun kuatir. Susah sekali menjadi Tuhanmu.

Sebenarnya kekuatiran dapat dilihat dalam 2 aspek, yakni positif dan negatif. Positifnya, seseorang yang kuatir setidaknya dia adalah orang yang menaruh hati di dalam hal-hal tertentu yang dia kuatirkan. Selain itu juga, orang yang kuatir adalah orang yang pintar menganalisis dan memperhatikan banyak hal. Orang yang menganalisis lebih jelas, mengetahui lebih jelas, dan dari mengetahui baru bisa kuatir. Negatifnya, kelemahan terbesar orang kuatir adalah terlalu pesimis dan negatif.

Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di dalam setiap kemungkinan, sedangkan orang optimis selalu melihat kemungkinan di dalam setiap kesulitan.

Yesus berkata jangan kuatir akan apa yang kamu makan, minum, pakai. Berimanlah, hai kamu yang kurang imannya!

Dimana kekuatiran bertambah, disitu iman berkurang. Dimana iman berkurang, disitu kekuatiran bertambah.

Jikalau kita setia, jujur, rajin, tekun, da menjalankan tugas kita sebagai manusia dihadapan Tuhan, Tuhan tidak mungkin membuang dan membiarkan kita.

Mengalahkan kekuatiran

Dengan doa, permohonan, dan ucapan syukur, serahkanlah segala kekuatiran kepada Tuhan. Bagaimana caranya? Apakah “serahkan kepada Tuhan” berarti kita tidak lagi bertanggung jawab? Tidak. Kita harus membedakan melarikan diri dari tanggung jawab dengan serahkan kepada Tuhan.

Serahkan kepada Tuhan berarti segala kesulitan yang melampaui kesanggupanku untuk menanggungnya, kuberitahu kepada Tuhan, tetapi kewajiban yang harus saya lakukan tetap saya tanggung di bahu.

Paulus berkata, jangan kuatir akan apapun, serahkan kepada Tuhan dalam doa, permohonan, dan ucapan syukur. Inilah hidup berdoa yang sempurna. Kelemahan kita adalah kehidupan berdoa yang selalu dipenuhi hal yang kedua,doa nya tidak ada, syukurnya tidak ada, yang ada hanya permintaan. Orang yang hanya datang untuk memohon dan meminta sesuatu adalah orang yang egois, dan parahnya setelah ditolong langsung menghilang dan tidak berterima kasih. Tuhan sangat tidak puas dengan orang yang sesudah menerima anugerah tidak mengucap syukur kepada-Nya.

Jadi, bagaimana caranya kita menang atas kekuatiran? Datang kepada Tuhan. Bersukacita dalam Dia, berdoa kepada Dia, beritahukan kepadaNya kebutuhanmu, mohon anugerahNya, dan bersyukurkah kepadaNya atas pertolonganNya.

Orang yang dapat mengalahkan dirinya adalah pemenang sejati. Orang yang tidak dapat mengalahkan dirinya selama-lamanya menjadi budak dari emosi yang salah.

Orang yang telah mengalahkan diri telah membuang ketakutan, kekuatiran, dan segala kemarahan yang tidak diperlukan. Maka penuhlah dengan iman, sukacita, cinta kasih dan pengharapan. Karena dimana ada pengharapan, disitu tidak ada ketakutan. Dimana ada iman, disitu tidak ada kekuatiran. Mari kita hidup dalam emosi yang sehat.

Tuhan memberkati. Amin.

Dikutip dari buku Pengudusan Emosi
Karya Pdt. Dr. Stephen Tong

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s