Menyingkap Misteri “666”

(16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, (17) dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

(18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Why 13:16-18

Pandangan umum bagi banyak orang ketika mendengar tentang “666” langsung dikaitkan dengan “antikris”, atau bahkan isu populer saat ini, adalah chip yang ditanam di dahi.

Chip atau bukan chip, sebenarnya bukan itu yang penting. Sepanjang kitab Wahyu, Yohanes menggunakan gambaran simbolik mengenai pekerjaan setan. Begitu juga sepanjang pasal 13, jadi adalah ganjil jika hanya ayat 18 yang berbicara tentang “tanda 666” dirtikan secara literal.

Tidak ada hal yang baru dalam kitab Wahyu, kitab Wahyu ditulis sebagai penghiburan kepada orang-orang Kristen yang pada saat itu mengalami penganiayaan, isinya pun dibuat menggunakan gambaran agar bisa dimengerti oleh orang-orang Kristen dimasa itu. Semua simbol yang digunakan dalam kitab Wahyu ini semuanya bisa didapat di perjanjian lama. Begitu juga halnya dengan “666” ini. Ia pernah muncul 1x di 1 Raja-raja 10:14: “Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta, …”

Selanjutnya, dari pasal 10 tersebut, kita bisa melihat dosa Salomo (mengumpulkan banyak harta [Ulangan 17:16]), yang mengarah kepada kejatuhannya.

Jadi, apa itu 666?

Banyak tafsiran yang menjelaskan tentang 666 ini. Sebagian ada yang menjelaskan 666 ini dengan sistem gematria, namun gambaran secara gematria tidak bisa memberikan suatu gambaran yang konsiten.

Namun dalam kajian teologis, 666 itu lebih sering diartikan sebagai “enam – tiga kali” (6 x 3). “6” digambarkan sebagai usaha iblis untuk mencapai kesempurnaan (7) yang gagal. “3” itu sendiri dalam alkitab sering kali dipakai untuk menggambarkan Keilahian (contoh: Tritunggal).

Dengan demikian, 666 menggambarkan suatu pekerjaan iblis yang berusaha mengimitasi Allah namun gagal, karena Allah berdaulat atas semuanya.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s