Allah yang maha adil, Allah yang maha kasih. Jadi …

Allah yang maha adil, Allah yang maha kasih.

Meskipun Ia maha kasih, ada kalanya Ia menyatakan diriNya sebagai pribadi yang adil. Saat ini, walau kita mengalami Allah sebagai pribadi yang maha adil, kita masih dapat merasakan anugerahNya, yang membantu kita untuk bisa menerima keadilan itu. Tapi, apa yang terjadi jika suatu saat (yang telah ditentukan) Ia menyatakan cukup untuk segala anugerahNya dan menyatakan pribadinya sebagai keadilan?

(catatan: keadilan disini adalah dalam konteks respon Allah kepada kejahatan/ketidakbenaran manusia)

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s