Doa, sebagai “kebutuhan”

Jika Anda bekerja, mungkin Anda akan mengerti …

Ketika begitu berat tekanan dan tuntutan pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Anda sendiri merasa tidak tahu bagaimana Anda bisa menyelesaikannya. Jika mungkin, Anda ingin menyerah. Quit and move on! Tapi Anda sendiri menyadari itu tidak mungkin, karena Anda sadar, hal utama tentang bekerja bukanlah uang, tapi bagaimana bisa memuliakan Tuhan melalui pekerjaan yang Ia berikan kepada kita.

Tapi bagaimana? setiap hari masalah seolah datang bertubi-tubi. Dalam saat itulah Tuhan ajar kita untuk berdoa. Dalam keadaan sulit, Tuhan ajarkan betapa doa itu menjadi sesuatu yang penting. Disaat tidak ada orang yg bisa menolong atau mengerti segala keluh kesah kita, ada seorang pribadi yang setia.

Meskipun kita berdoa, masalah seolah malah bertambah (sadari atau tidak, seringkali kita berdoa berharap mendapatkan pertolongan instan). Sehingga berdoa pagi dan malam seolah tidak cukup. Saat istirahat siang, ingin rasanya Anda bisa berdoa, berseru meminta pertolongan, bercerita segala keluh kesah yang tidak mungkin diceritakan kepada rekan kerja.

Saat itulah saya mengerti pergumulan Daniel.

Pergumulan Daniel

Alkitab mengatakan Daniel berdoa 3x sehari. Dulu saya hanya berpikir itu karena Daniel rajin berdoa. Tapi kini saya mengerti mengapa ia berdoa sedemikian. Tidak mungkin seseorang berdoa sampai 3x sehari hanya karena kebiasaan.

Saya percaya, begitu beratnya pergumulan Daniel harus tinggal di istana, dimana begitu banyak orang yang iri kepadanya, belum lagi pergumulannya untuk menjaga kekudusan hidupnya. Saya percaya, Daniel pun mengalami banyak kesulitan dalam tempat pekerjaannya. Begitu beratnya sehingga setiap saat rasanya memerlukan pertolonganNya. Dalam kondisi itu kita akan belajar, betapa doa itu bukan sebua liturgi, melainkan menjadi sebuah kebutuhan.

Adakah Anda mengalaminya?

Jika Anda mengalaminya jangan putus asa. Saya percaya, dalam segala hal yang Tuhan ijinkan kita alami, adalah kesempatan buat kita bisa memuliakan namaNya.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s