MERRY CHRISTMAS 2010

Celebrating First Noel - Merry Christmas - for Christ is the reason for the season

Saya suka suasana menjelang natal. Di Bandung, hampir di setiap mall dan pertokoan pastilah dihiasi berbagai atribut natal. Boneka sinterklas, boneka rusa, boneka salju, kado natal. Indah … tapi banyak orang tidak sadar bahwa segala keindahan tersebut membuat kita melupakan alasan mengapa kita merayakan natal.

Natal pertama adalah kita merayakan Juru Selamat, Kristus yang lahir kedunia. Firman yang menjadi manusia, janji Allah akan keselamatan yang nyata.

Sekarang, coba perhatikan setiap film Hollywood yang bertemakan natal. Adakah film yang menceritakan tentang Kristus? Bisa dibilang hampir tidak ada. Dalam film, Kristus digantikan oleh Sinterklas, Jack Frost, atau mungkin 3 hantu natal; Natal bercerita tentang mujizat dan berbagai keajaiban natal, tapi tidak pernah berbicara tentang keselamatan.

Begitu juga lagu-lagu natal populer. All I want for Christmas is you, Sleight Ride, Jingle Bell, White Christmas, Santa Clause is coming to town. Sadarkah? Semua lagu tersebut sebenarnya tidak berhubungan dengan natal yang sebenarnya, ia hanya bercerita betapa indahnya itu natal, tapi ia tidak menjelasnya mengapa.

Who is Santa Clause?

Who is he? Don’t really know. Saya cuma tahu itu cuma tokoh rekaan yang bisa dibilang tidak ada sangkut pautnya dengan peristiwa natal. Ironisnya, karena orang keseringan karakter Sinterklas dalam berbagai hal yang bertemakan natal, kini lebih banyak lebih mengingat Sinterklas dibanding Yesus, kutub utara dibanding Betlehem.

Apakah Yesus lahir pada tanggal 25 Desember? Tentu tidak.

Jadi buat apa kita merayakan Natal?

Kalau saya ibaratkan, mungkin seperti perayaan hari ibu setiap tanggal 22 Desember. Apakah itu artinya ibu dilahirkan pada tanggal 22 Desember? tentu tidak. Tapi secara umum orang sepakat agar pada tanggal 22 Desember kita akan mengenang dan menghormati jasa ibu kepada kita.

Begitu juga dengan Natal. Karena tidak diketahui tanggal pasti kelahiran Yesus, maka dibuatlah kesepakatan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal, dimana kita mengingat kembali suatu peristiwa besar yang menjadi salah satu bagian penting dalam rangcangan Allah menyelamatkan manusia.

Ingat! Natal adalah mengingatkan kepada kita bahwa Allah mengasihi kita. Santa Clause is fine. But, remember! Jesus is the main reason for the season.

Sekarang, bagaimanakah Anda sekarang merayakan Natal?

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s