Someone Special in Your Heart

Tiba-tiba saja, seseorang yang baru kenal mengajak mengundang saya menghadiri ibadah di GKPB Fajar Pengharapan. Dia bilang: hei! dateng ya! ada bintang tamunya Nafa Urbach & Suaminya Zach Lee (sebagai pembicara). Temanya, Someone Special in Your Heart.

Saya sendiri sebenernya agak pesimis dengan kebaktian-kebaktian dengan kesaksian hidup selebritis. Tapi, ah pikir saya dari pada ngga ada kerjaan … pergi aja lah! Walau ngga ada temen, masuk tempat asing sendirian. Klo niat mah … lakonin aja deh, walau sendirian juga.

Diluar dugaan, saya merasa banyak diberkati lewat kebaktian ini.

Tau apa yang pertama terpikir saat mendengar tema Someone special in your heart? Yup! pasti ini tentang pasangan hidup (PH bahasa kerennya mah). Tapi, Zach Lee meluruskan banyak soal itu, sebab disanalah kesalahan banyak orang. Banyak orang telah menempatkan seseorang (atau sesuatu) dihatinya, lebih besar daripada Tuhan dihatinya. Sehingga disaat seseorang itu pergi, ia berpikir seolah-olah kasih Tuhan pun tidak ada.

“Tuhan sebagai fokus hidup…

Tuhan rindu kalau Ia bisa menjadi fokus dalam hidup kita. Seringkali Tuhan mengizinkan suatu masalah terjadi dalam hidup kita, untuk menguji apakah Ia sudah menjadi fokus dalam hidup kita? Saat kita mengalami patah hati, apakah perasaan patah hati itu membuat kita melupakan kasih Tuhan yang begitu besar buat kita?

Banyak orang diizinkan mengalami kehilangan, patah hati sehingga merasa begitu hancurnya. Begitu larut kedalam kesedihan, sehingga seolah-oleh kasih Tuhan itu tidak ada.

Atau kita bekerja begitu kerasa, sehingga kita kehilangan waktu persekutuan kita dengan Tuhan.

Itu boleh jadi menandakan bahwa Tuhan tidak lagi menjadi fokus dalam hidup kita.

“Senantiasa kobarkan api Roh Tuhan didalam kita…

Sebut saja kita belajar memfokuskan hidup kita, pikiran kita kepada kehendak Tuhan. Sampai berapa lamakah kita bisa bertahan? Karena kekuatan kita sebagai manusia sangatlah terbatas, dan terlalu banyak hal didunia ini yang bisa membuat perhatian kita beralih kepada dunia, banyak hal yang bisa membuat api itu padam.

Hanya berada didekat Tuhan saja, kita bisa menjaga api Roh itu bisa tetap menyala, dengan menjaga keintiman kita dengan Tuhan. Memang bukan hal yang mudah, bahkan hal itu senantiasa akan menjadi pergumulan kita setiap hari.

Mulai dari bangun tidur, kita pakai lutut untuk berdoa, membaca Firman, menyembah Dia, bertanya tentang apakah yang Ia ingin kita lakukan hari ini, dan menjaga hati kita sepanjang hari untuk senantiasa bisa berdialog, dengan Tuhan untuk setiap langkah dan keputusan yang akan kita ambil.

Memang bukan hal yang mudah, tetapi intim dengan Tuhan akan memberikan kepenuhan – kepuasan yang sempurna dalam hati kita. Suatu kepenuhan yang tidak akan pernah bisa diperoleh dari apapun di dunia ini.

“Jangan biarkan dirimu terikat dengan apapun juga …

Jaga keintiman kita dengan Tuhan, jangan biarkan apapun mengikat kehidupan kita. Hobi, keluarga, pasangan hidup sekali pun. JANGAN! Adakalanya Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dalam hidup kita, untuk menguji adakah Ia menjadi yang terutama dalam hidup kita.

Apapun yang hilang dari kita, Ia mampu memulihkan. Apapun yang kita butuhkan Ia sanggup mencukupkan. Namun, satu hal yang Ia rindukan, yaitu menjadi yang terutama dalam hidup kita.

Oleh sebab itu, jangan biarkan kita terikat dengan apapun juga di dunia ini. Cobalah peka. Jika ada hal yang mulai mengikatmu, bersikaplah tegas pada diri sendiri untuk bisa melepaskannya, sebelum ia mengikatmu lebih erat lagi.

“Menangkan hati Tuhan …

Dan pada akhirnya, menangkan hati Tuhan. Tak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Dan jika Ia boleh berkenan kepada kita, apapun yang kita butuhkan akan Ia cukupkan, bahkan jauh lebih indah dari segala hal yang bisa kita bayangkan.

Bagaimana caranya? yang pertama kita lakukan adalah dengan sikap taat. Jika kita boleh menjaga keintiman hubungan kita dengan Tuhan, kita boleh senantiasa belajar mengerti apa yang Ia inginkan dalam hidup kita.

“Kejar Tuhan begitu rupa …

Jika kita boleh mengenal pribadinya yang begitu  baik buat kita, betapa indahnya berada dekat denganNya, … kejarlah hadiratNya dengan begitu rupa. Dengan tekun, setiap saat! Sehingga kita tidak lagi menyia-nyiakan waktu kita. Setiap saat, setiap waktu, kapan saja, dimana saja … kita boleh senantiasa rindu untuk mengerti dan melakukan setiap hal yang Ia ingin kerjakan dalam hidup kita.

Bersyukur buat malam ini. Saya merasa sangat diberkati. Thank God.

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s