Matius 18:21 – Mengampuni

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang 10.000 talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang 100 dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.

Setiap orang berdosa dihadapan Tuhan. Tidak ada manusia yang tidak berdosa. Disaat kalian melakukan hal-hal yang tidak benar, berbohong pada papa & mama, berbohong pada guru, berbohong pada teman,

Tapi … seberapa pun dosa kalian, asalkan kalian memohonkan ampun kepada Tuhan dan sungguh-sungguh menyesal. Tuhan Maha Pengasih, Ia akan mengampuni.

Dengan demikian Tuhan itu sungguh baik. Tapi apa yang terjadi jika kalian tidak mau mengampuni kesalahan teman-teman kalian. Membalas perbuatan “nakal” dengan perbuatan “nakal” lainnya, mencuri dengan mencuri lagi, ejekan dengan ejekan… Hal tersebut merupakan contoh sederhana dari “tidak mengampuni”.

Oleh sebab itu … anak-anak cobalah belajar mengampuni. Mulai dari mengampuni teman-teman kalian, tidak membalas perbuatan nakal/iseng teman kalian dengan perbuatan nakal lainnya.

Diterbitkan oleh

Satu tanggapan untuk “Matius 18:21 – Mengampuni”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s