KKR Bandung 2007- Pdt. DR. Stephen Tong
Tanggal 4-6 Oktober 2007. Kembali akan diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang Firmannya akan dibawakan oleh Pdt. DR. Stephen Tong
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, KKR diadakan di Sasana Budaya GANESA – ITB. KKR dimulai pada pukul 18.00.
Buat saya, ini adalah kali yang ke-3 dan selama 2 KKR sebelumnya yang sama dipimpin oleh beliau banyak menjadi berkat buat saya. Oleh sebab itu, saya pribadi … sangat menyarankan kepada semua teman-teman saya untuk bisa ikut KKR ini.
“Gw ga suka Stephen Tong, dia itu …”
Yah … banyak memang teman-teman saya yang “mengeluh”. Beliau cukup tegas terhadap sikap peserta KKR yang “agak santai”. Misal bagi mereka yang punya kebiasaan dateng terlambat, ngobrol, atau yang punya kebiasaan pulang duluan. Biasaya beliau cukup tegas kepada mereka-mereka. Sehingga, bagi mereka yang dimanjakan dengan berbagai “kebaikan” di gereja mereka, mereka akan “kaget” melihat sikap beliau yang suka negur-negur dari mimbar.
Saya rasa sikap tersebut masuk akal. Bayangkan saja, orang sekolah saja tidak boleh datang dan keluar seenaknya. Apalagi ini suatu kebaktian, dimana hadirat Tuhan hadir. Masakan kita membiasakan diri datang terlambat, ngobrol-ngobrol, terus sengaja pulang duluan hanya karena takut terjebak macet.
“… iya … tapi masa harus ditegur kayak gitu sih?!? Tuhan juga ngerti kok…”
Sering juga saya mendengar jawaban seperti itu. Dan … saya rasa Tuhan memang mengerti, tapi masalahnya apa Tuhan bisa senang dengan sikap semacam itu? Ambil analogi seperti berikut: Misal Anda bekerja dengan seorang boss yang baik hati. Di suatu rapat lalu Anda datang terlambat. Karena boss Anda baik, ia tidak akan marah, tapi apakah boss Anda senang dengan sikap saudara? (saya rasa tidak). Tentunya boss Anda akan lebih menaruh simpati kepada karyawan yang mau disiplin dalam hal waktu.
“… tapi harus pulang duluan karena emang ada PENTING…”
Setiap lingkungan punya aturan sendiri-sendiri. Untuk lingkungan tertentu, sering kali aturan itu berlawanan dengan kepentingan kita. Jadi, kalau karena memang sesuatu yang urgent harus kita lakukan, itu sesuatu yang tidak mungkin dipungkiri, tapi tentunya konsekuensinya pasti ada. Nah, untuk menghidari keadaan itu ada baiknya kita mempersiap segala sesuatunya (sebisa mungkin), sehingga kita tidak perlu masuk kedalam keadaan dimana kita “harus melanggar aturan”.
“… tapi caranya negurnya itu lho! bener-bener ga banget…”
Yang namanya ditegur selalu tidak enak. Teguran itu sering kali menyerang ego kita. Semakin usia kita bertambah, semakin ego kita bertambah. Oleh sebab itu “sedikit” saja ego kita diserang, kita cenderung menolak. It’s human nature, hal itu bisa difahami. Tapi, hendak juga kita bisa menanggapi suatu teguran dengan bijak. Sakit hati, it’s OK! Tapi jangan terlalu lama, coba juga cerna teguran tersebut menggunakan logika, kepala dingin, tanpa sentimen perasaan hati kita. Karena sering kali ego menutup pikiran kita untuk melihat mana yang benar.
Terlepas dari soal perasaan. Sebagian orang ada juga yang merasa tidak terlalu sreg dengan doktrin yang diajarkan. Kalau soal ini, saya tidak bisa komentar banyak, dan mungkin sah-sah saja. Memang seringkali beliau melontarkan beberapa pernyataan ekstrim. Sebagian mungkin sulit diterima (termasuk saya), tapi buat saya itu sesuatu yang acceptable, secara garis besar (opini pribadi) doktrinnya cukup universal. Jadi, rasanya tidak akan banyak masalah, asalkan mau buka hati kita untuk dibentuk, saya rasa itu semua bisa jadi berkat buat kita.
Banyak teman yang saya ajak, ada juga banyak alasan mereka. Tapi, apapun alasannya … saya sangat menyarakan rekan-rekan untuk bisa mengikuti KKR ini. At least … try once. Coba lah!
Kalau sudah coba tapi ternyata tetep “ngga” … ya udah ..
itu sesuatu yang tidak bisa dipaksakan.
Karena saya percaya, ibadah itu juga harus disertai kerelaan.
September 29, 2007

[...] review tentang event ini bisa dilihat di Catatan Sekolah Minggu – KKR Bandung 2007 – Pdt. DR. Stephen Tong. [...]
gw sk gaya stephen tong khotbah,,,,,,pokok bahasannya pun sangat telihat sekali gaya teologi reformednya..
Saya adalah seorang Reformed yang sudah belajar teologi dengan Pdt Stephen Tong sejak 1994. Melalui pengalaman pribadi saya mengikuti kebaktian di GRII selama bertahun-tahun, saya mendapatkan kesan bahwa Pdt Stephen Tong tidaklah seperti yang dipikirkan kebanyakan orang yang belum mengenal persis siapa beliau.
Saya sangat mendukung sikap keras beliau dalam mendisiplinkan jemaat, karena menurut saya, kebanyakan jemaat datang ke gereja seenaknya saja. Saya pernah beberapa kali mengikuti kebaktian di suatu gereja dimana masih banyak jemaat yang datang pada saat pendeta sudah hampir mau naik mimbar berkhotbah. Itu artinya waktu kebaktian sudah berjalan sepertiga. Yang bikin jengkel, liturgis bukannya menyuruh jemaat yang terlambat datang cepat duduk tetapi malah memperlakukan mereka seperti tamu kehormatan.
Coba kita bertanya pada diri kita sendiri apakah kita tidak malu dengan kelakuan seperti itu di gereja? Bagaimana orang Kristen mau menjadi terang dan garam dunia, kalau di rumah sendiri saja susah untuk dididik.
Saya sangat setuju dengan sikap tegas dan disiplin Pak Tong, ‘Jesus’ saja tegas kan? ‘ONLY by Me you can go to Heaven!’
Perkataan2-nya selalu berbobot,membuat saya selalu konsen dan enjoy..waktu 4 jam menjadi terasa cepat sekali dan masih kurang.
Pak Tong selalu menyatakan kebenaran yang sesungguhnya tidak peduli orang suka atau tidak (mau suka yg benar atau suka yg tidak benar?)
Maju Terus Pak Tong..
saya sangat di berkati sih dengan pengajaran pak tong,teologi yang dia ajarkan sangat mantap.and saran saya buat yang tidak suka jangan mencela tapi brikan lah apa yang bisa kita brikan pada tuhan
yap, saya juga merasa, perlu adanya figur seorang pemimpin yang keras, karena seorang pemimpin yang selalu kompromi tidak akan melaksanakan tugasnya dengan hasil maksimal. saya sendiri sudah mendengarkan berbagai macam penjelasan alkitab dari berbagai pendeta, tetapi yang paling mendalam dan menurut saya paling akurat adalah dari bapak Stephen Tong. kesetiaan beliau tidak perlu diragukan lagi. beliau sejak umur 17 sudah menjadi pekerja Tuhan dan mengabarkan injil. pertanyaan, di manakah kita sewaktu usia 17? kesadaran beliau dan ketaatan pada Tuhan patut menjadi teladan bagi kita semua yang percaya pada Kristus. kemudian, saya merasa bahwa beliau adalah satu dari sedikit orang yang patut menjadi teladan hidup saya. thanks God melalui beliau kemurahan hati Tuhan dinyatakan.
[...] tema Siapakah Yesus? tema yang sama dengan yang diangkat di KKR Stephen Tong Bandung 2007 lalu. Tapi, percaya Firman Tuhannya beda [...]
banyak orang kristen mengeluh kok kekristenan jaman ini orang2 nya santai gak pedulian cuma mikirin diri sendiri bagaimana memperbaikinya ya? , mungkin pernyataan dg nada serupa banyak kita dengar, tapi ketika ada hamba Tuhan yg menegur dan mendisiplinkan jemaat spt pak stephen tong, dg keras dan disiplin orang2 ini malah tidak mendukung. saya pikir mereka memang cuma bisa mengeluh dan menonton tapi tindakan tegas yg nyata2 adalah kasih itu sendiri. bravo pak tong.
Saya bangga, punya hamba Tuhan seperti Pdt. Stephen Tong.
beliau adalah pisau Tuhan di Asia.
cuma pesan saya, coblah remermed hasilkanlah hamba Tuhan seperti Stephen tong. pada tahun ini dan mendatang.
Kapan Stepen Tong datang ke Jayapura. Hajarlah Hamba Tuhan yang dijayapura yang terlalu santai-santai dengan pelayanan Tuhan.
Hamba Tuhan yang buat sejarah di indonesia
dia adalah Pdt. Stepehn tong.
mengajar umat tuhan untuk mengenal Tuhan lebih sungguh.
teologi yang mendalam.
iman yang dipimpin oleh roh kudus
habis-habisan dalam melayani tuhan