Mazmur 127:1
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. (Mazmur 127:1)
Sesuatu yang mengingatkan saya … bahwa, bukan jerih payah, kerja keras atau keberuntungan yang membuat kita berhasil. Tapi …
Tertindas? Jangan Takut!
Mazmur 119
67: Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.
71: Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
107: Aku sangat tertindas, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.
Sempat muncul suatu wacana, yang menimbulkan pertanyaan: “Apa jadinya jika Indonesia berubah menjadi negara Islam?”
Jika memang hal itu terjadi, kehidupan kekristenan akan menemui banyak tantangan. Tapi jika kita tinjau kembali sejarah perkembangan gereja, kekristenan justru bertumbuh pada masa-masa sulit. Pada masa kekaisaran Nero contohnya. Pada masa itulah rasul Paulus dan Petrus dibunuh dengan cara yang kejam. Tapi hal itu tidak membuat kekristenan hilang, namun terjadi sebaliknya. Pada masa itu cuma ada orang kristen yang sungguh-sungguh (tidak ada kristen simpatisan) Kerena untuk menjadi orang kristen nyawa adalah taruhannya.
Tapi sebaliknya, pada masa pemerintahan kaisar Konstantin dimana orang kristen bisa beribadah dengan bebas, justru malah terjadi perpecahan-perpecahan dari dalam tubuh gerejanya itu sendiri.
Maka, tidak heran kalau raja Daud sendiri mengatakan;
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:71)
Jadi, jika kita menemui kesulitan, kesukaran dalam kita beribadah kepada Tuhan … jangan pernah takut! Itu bukanlah sesuatu yang diijinkan terjadi untuk menjatuhkan kita, tapi justru sebaliknya.
Mazmur 119:10-16
Pernah mengalami kesulitan melepaskan diri dari ikatan-ikatan? kebiasaan dan tabiat buruk? pikiran-pikiran kotor? pikiran-pikiran jahat? Hal yang yang sudah begitu dalam dikehidupan kita, yang sia-sia, yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Sejak dari dulu, dosa tidak pernah berubah. Memikat, menarik, dan mengikat kita, membawa kita jauh dari hadirat-Nya. Tidak terkecuali bagi raja Daud. Ditengah berbagai ancaman yang ia hadapi karena banyak musuh-musuhnya, ia pun menghadapai berbagai hal yang menggodanya untuk melakukan sesuatu yang memuaskan keinginan manusianya, hal yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.
Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
Firman Tuhan senantiasa menjadi kegemaran Daud. Itulah yang menjadi salah satu kunci yang membuat Daud bisa tetap iring dijalan Tuhan hingga akhirnya hidupnya. Selama masa hidupnya, ia tak luput dari kesalahan. Tapi, sejarah mencatatnya sebagai raja Israel yang paling dihormati.
Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.
Bukan saja menyukai Firman Tuhan, namun ia juga selalu memperhatikan setiap langkah keputusan yang ia ambil sesuai dengan Firman.
Apa yang harus saya lakukan?
Jika Anda mencari tips mudah untuk melepaskan diri dari berbagai ikatan, mungkin Anda akan kecewa. Berbagai ikatan dan kebiasaan buruk itu bagai virus. Tapi tidak ada tombol delete yang praktis kita bisa tekan untuk menghilangkan semuanya.
Gelas yang berisi air kotor, akan menjadi bersih jika kedalamnya terus menerus dituangi air bersih. Begitu juga dengan pikiran kita. Satu-satunya cara membersihkannya adalah dengan men-stop supply air kotor dan menggantinya dengan supply air bersih. Mulai tutup berbagai hal kotor/tidak baik masuk kedalam pikiran Anda, dan mulai isi dengan hal-hal positif. Dan hal positif yang sejati hanya kita temui dalam Firman Tuhan. Bukan sekali bukan dua kali … tapi terus menerus. Terus, hingga akhirnya seluruh gelas itu akan berganti dengan air bersih.
KKR Stephen Tong 2009, Day-2: Penderitaan
KKR dari Stephen Tong memang salah satu event yang setiap tahun saya nanti-nantikan. Ini adalah kali ke-4 saya mengikuti KKR beliau, dan tanpa mengkultuskan beliau, saya memang selalu pulang dengan membawa banyak berkat.
KKR berlangsung selama 3 hari (sayang cuma bisa ikut hari ke-2), dan tema pembicaraannya adalah The Unchangeable Things, atau Hal-hal yang tidak berubah. Sub topiknya berbicara tentang penderitaan.
Penderitaan telah menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Namun, apa maksud Tuhan melalui penderitaan?
Penderitaan karena kutuk Tuhan pada bumi
Bumi dimana kita tinggal adalah bumi yang begitu baik. Tuhan telah menata segala tatanan yang berada didalamnya dengan begitu sempurna, masing-masing elemen didalamnya saling bekerja sama menciptakan suatu keharmonisan. Namun, kejatuhan manusia kedalam dosa membawa kutuk pada dunia ini, menanamkan semak belukar yang merusak segala keseimbangan yang tercipta, dan berangsur-angsur semakin rusak, hingga saat ini.
Namun, memang bagi kita saat ini, hal itu bukanlah sesuatu yang kita bisa elakan, tapi menghadapi semuanya dengan pandangan senantiasa tertuju pada Tuhan.
Penderitaan karena dosa
Saat dosa itu ada, kesusaan pun tiba.
Dosa itu memang satu paket dengan kesusahan. Oleh sebab itu, kesusahan bisa juga terjadi sesuatu yang kita tuai dari dosa yang kita tabur sebelonnya.
Penderitaan karena ujian dari Tuhan
Tidak semua pendiritaan dikarenakan kutuk
Secara pribadi, ini adalah poin yang paling mengena buat saya. Penderitaan juga adalah sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi untuk membentuk kehidupan kita.
Kesusahan merupakan suatu kebutuhan, ia diperlukan untuk melatih kehidupan kita, dengan mengerti penderitaan, kita bisa mengerti kesulitan orang lain, dan dengan cara demikian juga kita bisa menjadi alat Tuhan, menjadi saluran berkat buat orang lain.
Penderitaan karena iblis
Ada juga penderitaan yang kita alami karena campur tangan iblis. Dalam segala kesempatan, iblis selalu mencari kesempatan untuk membawa kita kedalam dosa, dan dalam dosa, ia membujuk kita, sehingga kita merasa nyaman dengan dosa.
Pada saat kita melakukan sesuatu yang salah, biasanya kita selalu dihantui rasa bersalah. Mungkin ada kesalahan-kesalahan yang umum, sesuatu yang banyak orang lakukan. Selalu telat ke gereja, judi, rokok, pornografi, … banyak hal. Apalagi saat kita melihat hal itu dilakukan oleh seseorang yang (misal) kita segani. Seringkali kita berpikir: “ah, dia juga gitu kok!”
Itu adalah pernyataan yang membenarkan diri, menenangkan diri kita karena dosa kita, tapi tidak menyelesaikannya. Jika hal tersebut dibiarkan, maka lama kelamaan kita tidak akan menganggap itu sebagai dosa.
Hal itu sangatlah berbahaya. Oleh sebab itu, jalan abaikan suara-suara yang senantiasa mengganggu pikiran Anda saat Anda melakukan dosa (sekecil apapun). Karena bisa jadi hal itu adalah teguran Tuhan, suara yang mengingatkan kita untuk tidak nyaman dengan dosa.
Conclusion
Besok hari ke-3, KKR masih akan membicarakan tentang Hal-hal yang tidak pernah berubah, sub topik kematian.
Sebagaimana Firman Tuhan yang saya terima telah banyak memberkati saya, saya juga rindu bisa teman-teman saya juga bisa menerima berkat yang sama. Walau memang, saya harus sadari, tidak semua orang bisa cocok dengan cara pemberitaan Stephen Tong, tapi … setidaknya … coba lah! Dateng ya!
(dari pada malem mingguan bengong dirumah
)
Pengen ikut, tapi … ada tugas pelayanan diluar kota neh.
Ga bisa dateng. Ada yang ikut? nanti cerita-cerita ya!
Second Chance
Kesempatan kedua itu … MAHAL.
Seorang pengusaha yang mengalami kebangkrutan, belum tentu memiliki kesempatan untuk bisa kembali bangkit.
Seorang atlit yang gagal, dalam pertandingan belum tentu bisa mendapat kesempatan kedua.
Seorang kekasih yang diputuskan pacarnya, belum tentu bisa menjalin hubungan seperti dulu.
Tapi anehnya, Tuhan memberi kita banyak kesempatan.
Kesempatan kedua, ketiga, keempat, … tak terhitung banyaknya.
Sebanyak kita setiap hari berdosa, sebanyak itu juga kebaikanNya, bahkan lebih dari itu.
Jadi … jangan bilang kalau Tuhan tidak mengasihimu
KKR – Pdt. Stephen Tong 2009 @ SABUGA

(yang ditunggu-tunggu tahun ini … akhirnya
)
Kebaktian Kebangunan Rohani dan Seminar Bandung 2009 oleh Pdt. DR. STEPHEN TONG.
Diadakan di Aula SABUGA, ITB, Bandung.
KKR Umum: 29-31 Oktober 2009; Pkl. 18.00
KKR Siswa: 30 Oktober 2009; Pkl. 14.00
Seminar Aktivis: 31 Oktober 2009; Pkl. 09.30
KKR Mandarin: 31 Oktober 2009; Pkl. 15.30
Informasi lebih lanjut, hubungi:
Sekretariat:
Paskal Hyper Square C-35, Bandung
Telp.: (022) 70071880
(siapa tau ada antar jemputnya)
Things I learned from Daniel #1
Dapet berkat dari temen yang kebaktian di GRII minggu tadi, … here’s something I learned.
- Lingkungan akan mempengaruhi seseorang. Dan seseorang itu biasanya tidak akan merasakan perubahan itu. Perubahan itu biasanya akan terlihat oleh orang yang berada diluar lingkungan tersebut. Daniel sejak remaja, sampai pada masa tuanya berada di Babel, hidup ditengah bangsa kafir. Tapi, selama itu ia tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Berpegang teguh pada Firman Tuhan, sehingga pendirian rohaninya pun tetap konsisten.
- Selama di Babel, Daniel tidak makan hidangan raja-raja. Apakah memang salah dengan makanan mewah? Tentu tidak! Daniel melakukan itu, karena memang Tuhan punya rencana khusus, sehingga Daniel membuat komitmen untuk tidak menyantap hidangan raja-raja. Panggilan Tuhan terhadap orang lain belum tentu sama (tapi kalau memang mau mengambil komitmen untuk tidak makan daging, tidak ada yang melarang)
Integritas Kristiani
Who You Are When No One’s Looking
(Bill Hybels)
2 hari retreat, salah satu hal penting yang saya dapat adalah mengenai hal integritas.
Banyak waktu kita diajar untuk hidup, memberikan kesaksian kita sebagai orang kristen ditempat dimana kita berada. Tapi, disaat kita sendiri, disaat tidak ada orang yang melihat, disaat dimana hanya kita yang tahu. Apakah kita masih memegang integritas kita sebagai seorang kristen?
Dengan demikian, sesuatu yang kita tunjukan kepada orang lain, itu adalah kesaksian. Tapi hal yang kita lakukan pada saat kita seorang diri, itulah yang menunjukan siapa kita sebenarnya.
Orang Berdosa yang Dikasihi
Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Mat 18:12-14
Hari ini, saya bertemu dengan sepasang suami istri, sebuah keluarga dengan 2 anak. Mereka sedang berada dalam kesulitan ekonomi yang sangat. Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, tapi bersyukur mereka lari kepada Tuhan.
Mendadak, tekun dalam doa. Dalam keadaan sulit, belajar senantiasa bersyukur untuk segala hal yang dimiliki, berusaha bersaksi akan segala kemurahan Tuhan akan hidup mereka. Karena walau dalam keadaan ekonomi yang sulit, mereka masih memiliki cukup berkat untuk bisa hidup sampai saat ini.
Mengagumkan sekali, bagaimana permasalahan bisa mendorong seseorang mendekat kepada Tuhan.
Pada akhirnya saya melihat, permasalahan bukanlah sesuatu yang buruk. Berkat sering kali membuat kita lupa kepada Tuhan, tapi masalah seringkali mengingatkan kita betapa rapuhnya hidup kita, tak dapat berjalan sendiri tanpa pertolonganNya.
Begitu juga dosa. Jika kita merasa diri baik, merasa segala diberkati, rasanya itu adalah keadaan dimana kita perlu waspada. Karena disaat itulah seringkali kita lengah. Karena merasa baik, biasanya orang cenderung tolerir dengan dosa.
Berbeda dengan orang senantiasa menyadari bahwa dirinya masih banyak kekurangan, senantiasa perlu bimbingan Tuhan. Sikap kesehariannya, sikapnya dalam doa, tentunya berbeda. Ia akan datang kepada Tuhan dengan rendah hati. Datang kepada Tuhan bukan karena rutinitas, tapi karena sesuatu yang dibutuhkan jiwanya. Ingat kisah orang farisi & pemungut cukai yang berdoa?
Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Luk 18:9-14
Jadi, apakah memang seharusnya kita cari masalah? Tentu tidak! Tapi tapi ingatkan senantiasa segala hal yang kita miliki saat ini, sampai kepada hal terkecil sekalipun yang kita miliki. Bayangkan kalau suatu kali kita kehilangan hal tersebut. Belajarlah bersyukur untuk itu. Apakah kita harus dibiarkan untuk kehilangan, lalu kita bisa belajar bersyukur? (lebih baik jangan)
November 12, 2009
November 10, 2009
November 8, 2009




